Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
07. Rahasia Gulungan


__ADS_3

3 hari kemudian di markas Dark Eyes nampak seorang pria paruh baya bertopeng yang kelelahan karena mana dalam tubuhnya hampir habis terserap oleh sebuah gulungan sihir. Dialah pemimpin Dark Eyes yang sedang berusaha membuka gulungan sihir yang dicuri oleh Demia.


Pimpinan Dark Eyes berasal dari organisasi yang sama dengan orang yang meninggalkan gulungan sihir di akademi sehingga dia mengetahui cara untuk membukanya. Ada mantra khusus yang harus dirapalkan untuk membuka segelnya. Ternyata gulungan itu memang ditujukan untuk keturunannya.


Setelah segelnya terbuka, sayangnya dia tidak terlalu beruntung kali ini, karena gulungan itu dilindungi dengan lapisan mana yang sangat kuat. Pemimpin Dark Eyes harus menguras mana untuk menghancurkan lapisan mana pelindung.


"Sial, brengsek kau pak tua... Inikah caramu mengajari para penerusmu. Setelah kutemukan, akan kuhancurkan makammu menjadi abu". Erang pimpinan Dark Eyes sambil menampilkan semirknya.


"Paman Kun, bukankah kau akan memberitahuku jika aku berhasil membawa gulungan itu kemari ?" Pinta Demia kepada paman angkatnya Kun yang sedang menjaga tuannya didalam.


Kun adalah orang kepercayaan pimpinan Dark Eyes, Jet Ma. Kun dulunya adalah anak pelayan di keluarga Ma yang setia. Mendapatkan tugas dari keluarganya untuk mencari gulungan sihir peninggalan leluhur, Jet mengajak Kun untuk menemaninya.


Setelah berpuluh puluh tahun melakulan pencarian, mereka berdua tidak mendapatkan informasi apapun. Berpikir bahwa akan lebih cepat mendapatkan informasi jika dilakukan oleh banyak orang, Jet kemudian mendirikan sebuah organisasi pembunuh bayaran yang anggotanya tersebar di seluruh benua. Dan agar lebih cepat beroperasi Jet berpikir lebih mudah untuk merekrut para penjahat jalanan.


"Hhmm... Baiklah. Mengetahui sekarang atau lusa itu sama saja bukan". Menghela nafas berat Kun kemudian membuka rahasia di dalam gulungan kepada Demia.


"Menurut tuan, gulungan itu berisi peta menuju ke warisan leluhur pendiri...". Kun berhenti melanjutkan mengingat janjinya untuk merahasikan identitas organisasinya.


"Ya, hanya sebuah peta".

__ADS_1


Demia yang sudah menyiapkan waktu untuk mendengarkan penjelasan pamannya hanya tersentak. "Hanya itu saja".


Kun yang mendengar balasan Demia memicingkan matanya. "Apa kau tidak percaya padaku".


"Tidak, aku percaya koh Paman... Tapi, apa hubungannya dengan akademi".


Demia yang masih penasaran mengabaikan keluhan pamannya. Kun yang mendengar pertanyaan Demia tertegun sejenak, merasa menyesal menjanjikan sebuah rahasia. Tidak mau menyusahkan diri, Kun menolak pertanyaan Demia.


"Eh... Bukankah kau hanya ingin tahu isi gulungan. Jangan berlebihan".


Demia yang mendengar keluhan dari Kun tidak bisa tidak mengeluh juga di dalam hatinya. "Baiklah".


"Hhmm... Apa kau menyesal meninggalkan akademi". Mengalihkan pembicaraan, Kun menanyakan perasaan Demia.


Sebagai seorang remaja, tentunya dia ingin bergaul dengan teman remaja lainnya. Kun yang melihat kesedihan pada diri Demia, merasa bersalah dihatinya. "Maaf, telah melibatkanmu".


Diluar markas bawah tanah Dark Eyes, terlihat seseorang berjubah putih mendekati pria berjubah putih lainnya yang sudah 3 hari ini berada di sekitar markas Dark Eyes. Mereka adalah Master Ren dan Master Geiz.


"Apakah murid murid itu telah kembali, Master Geiz". Tanya Master Ren sesaat kedatangan Master Geiz.

__ADS_1


"Ya, mereka baik baik saja Master Ren. Maaf baru kembali. Bagaimana keadaan disini". Balas Geiz dengan nafas berat mengingat kejadian sebelumnya yang mana dia terpaksa mengawasi 3 murid bodohnya yang tidak langsung kembali ke akademi, tapi malah mampir ke pasar terlebih dulu untuk memborong senjata dan alat sihir.


"Syukurlah...Dan untuk situasi disini masih belum terlihat gerakan. Masih nampak normal. Lalu apakah ada perintah baru Kepala Akademi".


Ren dan Geiz ditugaskan oleh Kepala Akademi untuk mencari tahu rahasia gulungan sihir yang dicuri dan menjaga 3 anak muridnya. Geiz menjaga sang murid dan Ren mengawasi gulungan.


"Tidak... Tetap awasi target. Menurut Kepala Akademi, gulungan itu adalah peta, musnahkan apapun benda yang ditemukan. Dan sepertinya pihak akademi tidak akan melaporkan kejadian ini kepada kerajaan sama seperti sebelumnya".


Kepala Akademi memerintahkan Ren dan Geiz untuk memusnahkannya karena dia khawatir benda yang dicari dapat menimbulkan bahaya dikemudian hari.


Di dalam makam goa hutan terlarang, Neil perlahan membuka matanya. Mendapatkan kesadarannya kembali Neil nampak tidak percaya dengan kondisi tubuhnya yang telah pulih.


"Ahh nyaman sekali...Ehh, aku masih hidup lagi. Juga.. luka.. lukanya sembuh. Sensasi segar ini, tubuhku terasa lebih baik, tidak..jauh lebih baik.. Juga masih ditempat ini"


"Apa yang terjadi ? Apakah karena cairan tidak enak itu..." Neil masih menyangkal untuk percaya dengan khasiat ramuan yang ditemukan setelah mendapatkan tubuh sehatnya.


Setelah beberapa saat Neil mulai merasa risih dengan pakaian renangnya. Beruntung Neil masih memakai kaos dan celana pendeknya sehingga dia tidak harus bertelanjang bulat.


Melihat kembali ke dalam kotak, Neil menemukan sebuah buku yang tidak dia pahami, sebuah cincin batu hitam bermotif seperti mata dan sebuah tongkat kayu dengan ukiran naga yang artistik.

__ADS_1


"Buku apa ini, bahasa mana.. hmm, bukankah ini cincin yang dipakai oleh para orang tua.. dan ini tongkat, bagus si, tapi untuk apa.. benar benar tidak berguna sama sekali". Keluh Neil saat menemukan benda yang tidak dia ketahui manfaatnya


Jika orang di seluruh dunia mendengar keluhannya untuk kedua kalinya, mereka pasti akan menganggapnya benar benar bodoh. Bagaimana mungkin sebuah buku sihir tingkat tinggi, cincin dimensi dan tongkat sihir kelas atas dianggap tidak berguna sama sekali.


__ADS_2