
"Akhirnya ketemu". Neil menemukan ramuan seperti yang telah dijelaskan oleh proyeksi.
Ada 3 ramuan tingkat tinggi yang ditinggalkan oleh si pemilik makam. Ramuan pertama adalah ramuan penyembuh berwarna bening, ramuan kedua adalah ramuan kehidupan berwarna kebiruan, dan ramuan ketiga adalah ramuan racun berwarna hitam pekat. Ketiganya tersimpan aman didalam sebuah botol giok.
Neil yang merasakan tenggorokan sudah sangat kering seperti sawah yang kehilangan pengairan, tanpa pikir panjang langsung meminum ketiga ramuan. Neil bertaruh dengan kehidupannya, sekali lagi Neil berpikir bahwa tanpa makanan dan minuman dia sama saja akan mati.
Bukannya Neil serakah meminum ketiganya atau tidak memperhitungkan bahayanya, tapi kuantitas air di dalam botol benar benar sangat sedikit. Satu botol sama sekali tidak terasa, kemudian masalah bahaya Neil juga tidak tahu mana ramuan yang berbahaya untuk tubuhnya.
Setelah ketiga botolnya kosong, Neil merasakan sensasi nikmat di tenggorokannya. Air yang selama ini bisa dia dapatkan dengan mudah, kali ini harus dia dapatkan dengan taruhan nyawanya. Menerima efek racun, tak lama setelahnya Neil merasakan pusing dikepala dan memaksanya pingsan untuk kedua kalinya.
...----------------...
"Ini..." Wajah Tetua Guo menyempit seakan tidak percaya akan apa yang dilihatnya. Sam ternyata memiliki keistimewaan dari dewa. Menyunggingkan senyum, Tetua Guo nampak bahagia.
Tetua Guo mulai memeriksa tubuh Sam atas permintaan Duke satu hari yang lalu. Duke Kiel dan Viana merasa khawatir dengan cahaya yang muncul dari tubuh bayi Sam. "Bagaimana Tetua". Tanya Duke penasaran.
Pada awalnyabTetua Guo merasa bingung dengan apa yang terjadi pada Sam. Ini adalah kejadian langka yang belum pernah ditemuinya sepanjang hidup. Masih berpikir, Tetua Guo belum menjawab pertanyaan Duke.
Belum mendapatkan jawaban, akhirnya Tetua Guo bermeditasi untuk meminta pencerahan kepada Dewa. Dia langsung mengambil posisi meditasi tanpa meminta ijin pada Duke.
Duke yang mengerti kalau Tetua Guo belum mengetahui apa yang terjadi dengan Sam, kemudian duduk menunggu hasil meditasinya.
Setelah menunggu beberapa jam meditasi, akhirnya Tetua Guo membuka matanya dengan senyum di bibirnya. Dalam meditasi Tetua Guo ingat pernah membaca buku yang berhubungan dengan tanda tanda dari tubuh Sam.
"Terima kasih Dewa". Tetua mengucapkan syukurnya karena dia bisa mendapatkan pencerahan dengan cepat.
__ADS_1
Tetua Guo kemudian memeriksa kembali kondisi Sam untuk memastikan tidak ada yang terlewat dengan tanda tanda dari buku yang pernah dibacanya dahulu.
Setelah selesai memeriksa tubuh Sam, Tetua Guo mengajak Duke berbicara 4 mata. Dia meminta privasi untuk menghindari ada pihak luar yang bisa mendengarnya dan dapat membahayakan keselamatan Sam. Merasa penasaran Duke menganggukkan kepala tanda setuju.
Di ruang perpustakaan keluarga Huosan, Tetua Guo menjelaskan keadaan berdasarkan apa yang dia ketahui. "Kau tidak perlu khawatir dengan kondisi Sam saat ini. Ini adalah rencana dewa. Sam mendapat Berkat Tubuh Hercules".
Setelah memberitahukan kondisi Sam, Tetua Guo kemudian menceritakan tentang apa yang pernah dibacanya dibuku kepada Duke. Dia merasa sangat bangga dengan Sam.
Tetua Guo yang menyunggingkan senyumnya tidak lama menjadi marah karena orang yang diajak bicara raut mukanya tampak rumit akibat tidak dapat mencerna informasi yang di dapatinya.
"Dasar menantu bodoh. Apakah otakmu adalah otot semua. Kalau bukan karena Viana dan cucuku, tak sudi aku berbicara denganmu".
Tetua Guo juga menjadi tampak rumit. Disatu sisi dia bahagia karena cucunya dipilih oleh Dewa, sementara disisi lainnya dia harus berurusan dengan menantunya.
Tetua Guo adalah ayah kandung istrinya, Viana Guo. Karena keahlian sihirnya, Tetua Guo sangat dihormati oleh kalangan bangsawan bahkan Raja. Duke sendiri tidak berani memanggilnya 'ayah' apabila mereka sedang berada di tempat umum.
Duke tidak berani menyinggung mertuanya karena ujung ujungnya dia yang selalu kena marah Viana. Daripada tidak dapat jatah beberapa purnama, ya lebih baik mengalah.
"Ayah mertua, asam garammu lebih banyak. Jangan membuatnya sia sia... Jelaskan lebih banyak padaku apa istimewanya dengan tubuh hercules ?". Kiel meminta penjelasan kepada ayah mertuanya dengan sedikit menyindir.
"Kau...". Tetua Guo hanya tersenyum kecut mendengarnya.
Mengambil nafas berat, Tetua Guo melanjutkan penjelasannya. Dia menyerah dengan kebodohan menantunya jika berurusan dengan ilmu pengetahuan.
"Tubuh Hercules adalah tubuh yang merupakan berkat Dewa langsung. Kekuatan fisiknya sangat kuat. Begitu pula dengan kecepatannya. Di puncaknya, tubuh Hercules sebanding dengan kekuatan fisik beast level 6. Dan yang utama, tubuh Hercules mampu menekan sihir kegelapan".
__ADS_1
Kiel yang mendengar penjelasan dari ayah mertuanya menjadi bimbang, dia tidak tahu harus tertawa atau menangis. Dia bahagia karena anaknya terpilih sebagai keturunan dewa, tapi di sisi lain dia khawatir dengan keselamatan anaknya.
Dia jelas tahu kalau sampai musuh musuhnya mengetahui tentang keistimewaan Sam, keselamatan Sam berada dalam bahaya. Apalagi kalau organisasi hitam mengetahuinya, dia bahkan tidak yakin untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Seakan mengetahui isi pikiran menantu bodohnya, Tetua Guo menyeru.
"Pertama : Serahkan Sam padaku diusia 5 tahun. Aku sendiri yang akan melatihnya".
"Kedua : Kenakan kalung ini di leher Sam, ini akan menekan aura maskulin di dalam tubuhnya".
"Dan ketiga : Rahasiakan semua ini dari siapapun, termasuk Raja.... Katakan ini juga pada istrimu".
Duke tertegun sejenak dan berkomunikasi dengan istrinya melalui telepati. Setelah menimbang nimbang bersama istrinya akhirnya Duke menyetujui tawaran mertuanya " Baiklah".
Sementara Viana yang sedang membaca surat sihir dari putra pertamanya Daniel Huosan nampak sedikit masam mukanya.
"Anak itu... tidak masalah kalau tidak bisa pulang, tapi memberikan hadiah sebuah tombak, benar benar keterlaluan".
Berdehem.., pikiran Viana langsung terisi dengan gambar suaminya. "Hhmmm...cukup Daniel yang mewarisi kelakuannya. Tidak untukmu Sam".
Viana merasa lega karena ayahnya setuju untuk melatih Sam. Setelah kemarin Duke menghubungi Tetua Guo, Viana meminta kepada ayahnya untuk membimbing Sam. Bukan dia tidak senang anaknya dilatih sendiri oleh ayahnya sebelum masuk ke akademi, tapi ia khawatir dengan pemikiran suaminya yang lebih mengutamakan kekuatan sebagai yang utama menular ke Sam.
Daniel mengirimkan surat sihir kepada ibundanya bahwa dia belum bisa kembali untuk menjenguk adik pertamanya disebabkan masih dalam misi dari akademi.
Sebagai hadiah kelahiran adiknya, Daniel memberikan sebuah tombak yang baru dia beli di salah satu tempat penjualan senjata sihir. Menurutnya itu adalah hal yang wajar karena dia sering mendapatkan hadiah berupa senjata sebelumnya.
__ADS_1
Disebuah sudut perkampungan Eister, "Huaacimm...." Daniel yang sedang istirahat dari perjalanannya, tiba tiba bersin dan mengagetkan rekannya. "Ehh, apa kau tidak apa apa Daniel ?"