Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
74. Terlalu Berani


__ADS_3

"Apakah ada hal lain yang ingin kau sampaikan Milia ?"


Melihat Milia yang masih belum beranjak pergi, Juan menanyakan kembali tentang kepentingannya yang belum disampaikan.


"Ini mengenai pergerakan yang dilakukan oleh organisasi sihir hitam. Apakah master kepala ingin mendengarnya ?'"


"Katakan !" Tanpa jeda Juan membalas pertanyaan Milia.


"Berdasarkan informasi dari mata mata kita, mereka bergerak secara besar besaran ke seluruh penjuru dunia".


"Apa yang mereka cari ?"


"Seorang penyihir dimensi dan sebuah teko emas".


Semenjak kematian Eillias, Juan berusaha menempatkan mata matanya ke dalam organisasi tersebut. Juan bahkan menyembunyikan informasi mata matanya dari menara sihir.


"Apa kau pernah mendengar tentang kedua hal tersebut ?" Tanya Juan yang mulai penasaran.


"Maaf master kepala, saya sudah berusaha mencari informasinya tapi sampai saat ini belum ada titik terang mengenai keduanya !"


"Terus gali informasinya, jika ada perkembangan segera laporkan padaku !"


"Baik master kepala... tapi apakah kita perlu memberitahu menara sihir mengenai hal ini ?"


"Simpan informasinya terlebih dulu. Jika waktunya tepat, aku sendiri yang akan menyampaikannya".


"Baik master kepala. Kalau begitu, saya undur diri".


Setelah kepergian Milia, Juan memikirkan tentang penyihir dimensi dan teko emas. Sebagai manusia yang telah hidup lama dalam dunianya, dia merasa bodoh karena tidak mengetahui informasi mengenai hal tersebut.


Memikirkan kalau organisasi sihir hitam menggerakkan seluruh sumber dayanya, Juan yakin kalau dua hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat penting dan mungkin berbahaya.


......................


"Apa kau sudah mendapatkan kebenarannya ?" Tanya Geiz pada Yuwe yang akan menemui Kwen.


Melihat ekspresi Yuwe yang rumit, Geiz menduga kalau Yuwe gagal mendapatkan informasi dari Neil tapi dia ingin mendengarnya sendiri dari Yuwe.


"Tidak... maksudku Neil mengatakan yang sebenarnya !"


"Apa kau yakin dia tidak sedang berpura pura ?"

__ADS_1


"Apa kau meragukanku !" Seru Yuwe yang tidak terima karena Geiz meragukan kata katanya.


"Tidak. Aku hanya berpikir kalau Neil itu berbeda. Maksudku.. mungkin perlu cara berbeda untuk menanganinya". Balas Geuz dengan terbata bata.


Melihat ekspresi Geiz yang berubah, Yuwe mengangkat alisnya. Mendengar kata 'berbeda' dari Geiz dia semakin yakin dengan kecurigaannya.


"Apa maksudmu berbeda. Kenapa sekarang aku berpikir kalau kau yang sedang berbohong. Apa yang sebenarnya kau sembunyikan ?"


Setelah Yuwe menghipnotis Neil dengan sihirnya, Yuwe tetap mendapatkan jawaban yang sama dari Neil. Beruntung saat itu jiwa lain Neil mengetahuinya dan berhasil mengambil alih kembali kesadarannya.


Akan tetapi pada saat itu juga Yuwe merasakan aura yang berbeda dari dalam tubuh Neil. Hal itulah yang membuat Yuwe berpikir keras dan nampak rumit.


"Kenapa... memangnya apa yang ku sembunyikan. Bukankah kita sama sama disana !" Balas Geiz yang mulai mempercepat jalannya.


Memicingkan matanya, Yuwe semakin curiga dengan guru dan murid yang saat ini menemani perjalanannya. Dia tidak bisa tidak mengeluh dalam hatinya. "Sampai kapan kalian berdua mau main kucing kucingan denganku. Awas saja kalian !"


Sampai didepan pintu masuk ruangan ketua menara sihir benua utara, Geiz dan Yuwe bertemu dengan wanita yang menghalangi jalannya saat hendak memasuki menara sihir.


Hanya saling menatap dengan tatapan kebencian, si wanita memberikan kode permusuhannya pada mereka berdua. Tapi tanpa sadar dia malah menabrak Neil yang sudah menyusul Geiz dan Yuwe dibelakang.


"Kau... sejak kapan kau berada disini. Berani beraninya kau menghalangi jalanku !" Seru si wanita yang marah marah sesaat setelah menabrak Neil.


"Bukannya kau yang menabrakku. Makanya kalau punya mata dipakai yang bener ?"


Si wanita sudah bersiap untuk melakukan sesi pemukulannya yang kedua. Tapi mendengar seruan Yuwe, dia mengurungkan niatnya.


"Maafkan kami nona... Neil minta maaflah padanya !"


Neil yang mendengar seruan Yuwe berkedut sudut bibirnya. Dia merasa tidak salah tapi diminta untuk minta maaf. Bukankah itu keterlaluan. Setidaknya itulah yang sedang dipikirkan oleh Neil.


Sementara si wanita sudah tersenyum sendiri dan mengangkat tinggi bahunya.


"Tidak, aku tidak salah. Kenapa aku yang harus minta maaf !" Balas Neil dengan tak acuh.


"Apa kau tahu dia ?"


"Bukankah dia hanya wanita galak yang inginnya menang sendiri Master Yuwe ?"


Si wanita yang mendengar ejekan dari Neil mengepalkan kedua tangannya. Kali ini dia benar benar tidak bisa menahan amarahnya kembali. Pukulannya siap mendarat kembali di wajah Neil.


"Cukup Lier... bersikaplah sopan dengan tamu ayah !" Sebuah suara tiba tba menggema di depan ruangan Kwen.

__ADS_1


Lier yang mendengar seruan ayahnya kemudian menghentikan serangannya pada Neil, sebagai gantinya dia menginjak nginjakkan kakinya ke lantai dengan sangat keras.


Neil yang melihat Lier merasa kesal malah tertawa kecil dan membuatnya semakin marah. Tidak lama seruan Kwen kembali menggema diruangan.


"Kalian bertiga, masuklah kedalam !"


Melihat tingkah Neil, Geiz dan Yuwe hanya menggelengkan kepalanya. Tidak ingin membuat Kwen menunggu terlalu lama, mereka kemudian masuk ke dalam.


Neil yang melihat Geiz dan Yuwe masuk kedalam kemudian berniat menyusulnya sebelum ditinggal lagi seperti sebelumnya.


"Dahhh... !" Ucap Neil sambil melambaikan tangannya pada Lier.


"Tunggu... berhenti disana !"


Neil yang mendengar panggilan Lier tidak mempedulikannya, dia tetap berjalan dengan tenang. Dengan perasaan kesal, Lier ikut masuk kembali ke ruangan ayahnya.


"Kami mohon maaf atas keributan yang terjadi di luar tuan Kwen ?" Ujar Geiz setelah berada di dalam ruangan.


"Kalian tidak perlu minta maaf. Putrikulah yang menabraknya terlebih dahulu. Mewakili putriku, aku minta maaf pada kalian".


Lier yang mendengar kalau ayahnya malah membela musuhnya, mukanya langsung berubah cemberut. Dia ingin protes, tapi ayahnya memberinya kode untuk diam saja.


"Tuan Kwen tidak perlu minta maaf. kamilah yang seharusnya meminta maaf"


"Hahahaa, baiklah. Ngomong ngomong kenapa kalian ingin menemuiku ?"


"Master Alchemist telah memberi tahu kami kalau bibi membutuhkan waktu lebih lama untuk sadar. Jadi, kami berniat untuk segera kembali ke akademi dan merawatnya disana". Balas Yuwe.


"Sebenarnya akademi tengah juga telah mengurus kepulangan kalian. Kapan kalian akan kembali ?"


"Kami akan kembali besok. Terima kasih karena tuan Kwen telah menerima kami disini".


"Baiklah. Apakah ada yang kalian butuhkan lagi, aku akan mencoba menyiapkannya".


"Jika tuan Kwen dan nona Lier berkenan, tolong terima hadiah kecil dari kami sebagai tanda terima kasih dan permintaan maaf ?"


Geiz dan Yuwe kemudian memberikan sebuah hadiah berupa artefak emas kepada Kwen. Mereka kemudian melirik ke arah Neil agar Neil segera memberikan hadiahnya.


Neil sebelumnya ditinggal oleh Geiz dan Yuwe karena dia terlalu lama memilih hadiah yang akan diberikan kepada Kwen. Berbeda dengan Geiz dan Yuwe yang memiliki banyak stock barang berharga, Neil bahkan tidak memiliki barang berharga apapun selain jubah curian dan alat alat sihirnya.


Mengambil sesuatu dari sakunya, Neil kemudian memakaikan kacamata sihirnya pada Lier. Lier yang awalnya bergerak menolak, tapi akhirnya menerimanya juga.

__ADS_1


"Aku tidak punya barang yang berharga. Mohon nona Lier menerima kacamata ini sebagai permintaan maaf".


Geiz dan Yuwe yang melihat keberanian Neil secara bersamaan menjatuhkan rahangnya kebawah. Mereka tidak percaya Neil melakukan hal semacam itu kepada seorang gadis dihadapan ayah kandungnya


__ADS_2