Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
17. Makhluk Asing


__ADS_3

Neil yang menjelaskan asal usulnya dengan menggambar planet bumi seadanya dan gambar gedung gedung pencakar langitnya membuat Juan Ren dan Geiz tercengang.


Demia yang masih belum dapat diajak bicara sudah dipindah keruang perawatan sebelumnya.


"Apakah-kau-tinggal-di-bola-ini". Juan menunjuk nunjuk titik yang digambar Neil.


Mereka bertiga menganggap bahwa Neil sebelumnya telah dikurung dalam sebuah tempat berbentuk bola. Neil yang mengerti maksudnya hanya mengangguk anggukkan kepalanya.


Juan yang menanyakan tempat seperti itu pada Ren dan Geiz dengan isyarat matanya, tidak mendapat jawaban karena mereka berdua juga tidak mengetahui lokasi tersebut. Tidak menemukan jawaban akhirnya mereka menyudahi keingin tahuannya.


"Cukup untuk hari ini".


Juan yang sudah mengetahui nama Neil, dia mulai memanggil dengan namanya


"Nak-Neil,mulai-sekarang-kau-tinggal-di-paviliun-selatan-bersama-Geiz".


"Ehh,"


Geiz yang mendengar perkataan kepala akademi ingin menolaknya, tapi Juan langsung menguncinya.


"Ini perintah bukan permintaan".


Juan kemudian memberikan bahasa isyarat kepada Neil, kalau dia akan tinggal bersama Geiz. Neil yang sudah diperlakukan baik oleh mereka bertiga dan diperbolehkan tinggal sangat senang dan berterima kasih.


Sebagai tanda terima kasihnya, dia mengambil herbal yang disimpannya di dalam saku. Juan, Ren dan Geiz yang melihat Neil mengambil tanaman herbal langka dari balik jubahnya menjatuhkan rahangnya.


Dia tidak menyangka bahwa pemuda lemah dihadapannya menyimpan barang yang sangat berharga selain jubahnya.


"Bukankah ini ginseng ribuan tahun".


"Bunga teratai es".


"Lotus..ubi kristal..."

__ADS_1


Melihat ketiga orang disisinya tercengang, Neil mengeluarkan seluruh isi dalam jubahnya, termasuk cincin wasiat Eillias yang berisi banyak harta.


Mengambil cincin dimensi Neil, Juan memeriksa isinya. Rahangnya bertambah jatuh ketika melihat isi dalam cincin dimensi.


Juan sampai menyandarkan tubuhnya kemeja untuk menopangnya agar tidak jatuh kelantai. Ren dan Geiz yang melihat Juan terperangah bertanya.


"Apa kau tidak apa apa Master Kepala ?".


"Tidak.. aku hanya terkejut saja".


Melihat Neil yang melihatnya dengan ekspreisi datar, Juan menanyakan kembali apakah dia akan menyerahkan semuanya kepada akademi dengan bahasa isyarat dan gambarnya.


Neil yang menganggap semuanya tidak berguna hanya mengangguk anggukan kepalanya tanda setuju. Dia sudah mendapatkan tempat tinggal, itu sudah lebih dari cukup untuknya.


Dengan senang hati Juan menerima pemberian Neil. Dengan harta didepannya, dia dapat meningkatkan standar akademinya.


"Aku akan mengirimkan Lian Chu ke paviliun selatan untuk membantunya beradaptasi dengan lingkungan kita". Tegas Juan menutup pertemuan dan mempersilahkan kepada Ren dan Geiz untuk beristirahat.


Geiz yang mengerti Neil tidak tahan dengan teleportasi, mengajaknya ke paviliun selatan dengan berjalan kaki.


Ingin mangakrabkan diri dengan Geiz, Neil mencoba bertanya dengan bahasa tubuhnya. Geiz yang mengerti pertanyaan Neil kemudian menjelaskan bahwa di area ini semua orang menggunakan teleportasi.


"Terbang dan menghilang, apakah aku bisa melakukannya juga". Gumam Neil bersemangat.


Neil sudah membayangkan berbagai hal tidak masuk akal dipikirannya. Semakin memikirkannya, dia bingung harus tertawa atau menangis. Hati dan pikirannya belum klik.


Setelah lama berjalan melihat taman bunga di sepanjang jalan, akhirnya Neil sampai di paviliun selatan. Neil tidak menyangka kalau akademi sangatlah luas. Pantas saja semua orang lebih senang berteleportasi, pikir Neil.


"Krieett". Geiz membuka pintu kamar Neil.


Geiz mempersilahkan Neil masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Dia mengeluarkan token kayu yang merupakan kunci pintu kamar dan menyerahkannya kepada Neil. Geiz kemudian mengajarkan kepada Neil cara menggunakan token kayu tersebut.


Dengan menggunakan sihirnya, Geiz juga menyiapkan kebutuhan Neil seperti pakaian dan minumannya. Setelah selesai, Geiz kemudian undur diri untuk beristirahat.

__ADS_1


Melihat kasur didepannya, Neil langsung merobohkan dirinya.


"Walaupun tidak seempuk kasur di bumi, setidaknya ini lebih baik dari batu". Ucap Neil yang kemudian memejamkan matanya. Tidak hanya lelah tubuhnya, mentalnya jauh lebih lebih lelah.


Keesokan paginya.


"Tokk tokk tokk".


Neil yang terbangun karena mendengar ketukan pintu kamarnya segera bangkit dari tidurnya.


Pendengarannya yang lebih sensitif membuatnya terganggu, biasanya dia agak susah dibangunkan.


Melihat jubahnya sudah terlepas, tersisa kaos dan celana pendeknya yang sudah compang camping Neil ke kamar mandi.


Setelah ke kamar mandi mencuci mukanya, Neil memakai jubahnya kembali dan membuka pintu kamarnya.


Neil melihat seorang laki laki seusia dirinya memakai mantel kulit berwarna hitam dengan rambut perak panjang dan mata yang berwarna merah tersenyum kepadanya dengan didampingi oleh Geiz. Neil yang melihatnya tercengang karena laki laki didepannya sangat tampan.


"Perkenalkan-dia-Lian--teman-sekamarmu-Neil". Geiz mengatakannya sambil menggunakan bahasa isyarat.


Neil yang mendapatkan teman baru terlihat sangat senang, dia kemudian mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya.


Lian yang tidak mengerti maksud Neil, hanya mematung ditempat dan membuat Neil salah tingkah. Neil lupa bahwa dia sudah tidak berada di bumi.


Dengan canggung Neil mempersilahkan Lian dan Geiz untuk masuk, tapi Geiz menolak masuk karena dia ada keperluan.


"Katakan pada kakek tua itu untuk memberikan kompensasi tambahannya". Lian meminta Geiz untuk menyampaikan pesannya kepada Juan.


Lian yang telah mendengar kondisi Neil dari Geiz, lantas meminta kompensasi tambahan sebagai syarat.


Lian Chu adalah cicit dari Juan Chu, dia ditugaskan untuk mengajari Neil beradaptasi dengan dunia barunya. Sebelumnya Juan Chu sudah memberikan beberapa herbal berharga kepada Lian Chu sebagai kompensinya.


Tapi saat mendengar dari Geiz bahwa Neil tidak mengerti sama sekali bahasanya, Lian menuntut tambahan kompensasi karena menganggap Neil sebagai makhluk asing.

__ADS_1


Dia meminta 3x lipat herbal yang diterimanya. Neil sebenarnya malas melakukannya, tapi sebagai seorang alkemis, saat melihat herbal langka didepannya dia tidak bisa menolaknya.


Jika Lian tahu kalau Neil yang sebelumnya memiliki herbal langka tersebut, dia pasti akan memintanya lagi berkali kali lipat karena herbal yang dijanjikannya hanya 5% dari herbal yang diberikan oleh Neil ke akademi.


__ADS_2