
5 Tahun Kemudian.
Di aula Kerajaan Eisland telah berdiri 5 orang wakil akademi yang akan mengikuti pertandingan sihir tingkat benua tahun ini. Raja yang memimpin jalannya pelepasan peserta terlihat sedang memberikan pidato singkatnya.
"Kalian berlima adalah wakil dari Kerajaan Eisland dalam pertandingan sihir tingkat benua tengah tahun ini. Reputasi kerajaan ada di tangan kalian". -
"Dalam pertandingan sihir tahun lalu, kita hanya menjadi juara kedua. Kita kalah dari perwakilan perguruan sihir Lima Langit". -
"Jika kalian bisa menjadi pemenang dalam pertandingan kali ini, kalian akan bisa mengikuti pertandingan sihir antar benua. Maka menangkanlah dan ukirlah nama kalian diseluruh benua".
Putra Mahkota yang melihat adiknya berada diantara wakil kerajaan merasa bangga. Setelah acara selesai dia ingin mengantar mereka untuk memberinya dukungan.
Setelah Raja memberikan sambutannya, Juan sebagai kepala pendidik dari kelima wakil kerajaan juga diberikan waktu untuk memberikan pidatonya sebelum mereka menjalani pertandingan.
Setelah acaranya selesai, Juan mengantar mereka berlima untuk berangkat ke menara sihir. Karena perjalanannya dilakukan dengan menggunakan kereta kuda, Juan hanya mengantarnya sampai ke depan. Dia akan menyusulna nanti.
Perjalanan dengan menggunakan kereta sudah menjadi tradisi. Ini dimaksudkan agar para rakyat bisa melihat dan mendoakan kemenangan untuk mereka. Perjalanan dengan kereta kuda kira kira membutuhkan waktu 2 hari dengan kecepatan sedang.
Juan yang berangkat dengan Yosh meninggalkan istana setelah pamit kepada Raja. Juan tidak mengajak Milia karena dia kesal dengannya yang membiarkan Geiz pergi tanpa menunggunya kembali.
Sampai di akademi Juan bergegas ke ruang perawatan dimana Neil berada. Neil sedang menjalani perawatan setelah latihan.
Dalam latihan Neil yang terakhir, Juan memberikan darahnya kepada Neil untuk mewariskan Curse of Dragon padanya. Butuh waktu lama bagi Juan untuk memutuskan hal tersebut.
Neil yang telah meminum darah Juan seketika langsung tak sadarkan diri. Disaat Neil masih pingsan itulah Juan mendapatkan kabar dari Milia bahwa Raja mengundangnya dalam pelepasan wakil kerajaan.
Mau tidak mau Juan akhirnya mengeluarkan Neil dari latihan tertutupnya. Setelah keluar dia langsung membawa Neil ke ruang perawatan untuk ditangani. Sampai saat ini Juan belum menceritakan tentang keputusannya mewariskan Curse of Dragon kepada siapapun, termasuk kepada keluarganya.
"Sebenarnya apa yang kau berikan hingga anak ini begitu kritis ?" Tanya master alchemist pada Juan.
"Aku hanya memberinya latihan sedikit keras". Jawab Juan tak acuh.
Master alchemist yang tidak ingin berdebat dengan Juan hanya menarik nafas panjangnya. Dia mengetahui kalau ada sesuatu yang aneh yang berada di dalam tubuh Neil.
__ADS_1
Juan yang sedang menatap Neil terlihat cemas. Dia takut kalau Neil akan mati dan keputusannya untuk memberikan Curse of Shadow padanya akan sia sia.
"Awas saja kalau kau sampai mati. Aku akan membuangmu ke tengah samudera". Gerutu Juan dalam hatinya.
Setelah rombongan kerajaan menempuh setengah jalan, tibalah waktu malam. Mereka mencari penginapan untuk melepas lelah. Sebagai rombongan kerajaan mereka mendapatkan fasilitas yang terbaik.
"Salam kepada Putra Mahkota dan Putri". Sebuah suara yang tidak asing terdengar di telinga Putri Teresta.
"Sam, Lien, Lou, Nue. Kalian duduklah !"
"Terima kasih putri". Jawab mereka serentak yang kemudian duduk dikursinya masing masing.
"Untuk Sam dan Lien aku sering melihat kalian bersama dengan Teresta. Untuk Lou dan Nue".
Putri Teresta yang mengetahui kalau kakaknya ingin mengenal Luo dan Nue dengan senang hati memperkenalkan mereka.
"Lou adalah putra dari keluarga Mong. Dia adalah pesaing Lien yang memperebutkan posisi kedua. Disebelahnya adalah Nue. Dia berhasil mengalah Keyla setelah pertarungan sengit".
Nue memberikan salam hormatnya pada Putra Mahkota. Berbeda dengan Nue, Lou nampak cuek dengan mereka. Dia memang selalu begitu kepada siapapun.
Putra Mahkota menceritakan pengalamannya mengikuti pertandingan sihir tingkat benua tahun lalu. Dia tidak menepis kalau kekalahan mereka tahun lalu karena kurangnya kerjasama di antara mereka.
"Kalau saja waktu itu kami bisa bekerjasama. Memalukan sekali, tapi jadikan itu pelajaran bagi kalian".
"Putra Mahkota ternyata berjiwa besar. Masa depan kerajaan pasti akan lebih cerah". Sanjung Lien untuk mendapatkan simpati dari Putri Teresta.
Setelah selesai bertemu dengan Putra Mahkota akhirnya mereka memulai makan malamnya. Setelah makan malam, dengan dipimpin oleh Putra Mahkota mereka menyusun strategi secara bersama sama.
...****************...
Di menara sihir benua timur, terlihat seorang utusan sedang terburu buru untuk menemui Lya. Dia ingin memberikan laporannya.
"Ada informasi apa hingga kau mendesak untuk bertemu ?"
__ADS_1
"Lapor ketua, kelompok sihir gelap bergerak dalam jumlah besar menuju ke Kerajaan Dimezia".
"Sejak kapan. Dan informasi apa yang mereka cari ?"
"Sore tadi ketua. Maaf kami belum mengetahui motif mereka. Tapi dengan melihat pergerakan mereka, saya khawatir akan terjadi sesuatu di Kerajaan Dimezia".
"Sampaikan kepada Erza untuk mengumpulkan sebagian anggota dan bergegaslah ke Dimezia. Lakukan tindakan pencegahan yang semestinya !"
"Baik ketua". Utusan undur diri untuk melaksanakan perintah Lya.
Lya langsung membagikan informasinya kepada keempat kepala menara sihir lainnya. Mereka menggunakan alat komunikasi antar benua agar terus terhubung satu sama lain.
Ben yang sudah sangat gatal ingin menghabisi kelompok organisasi sihir hitam langsung mempersiapkan keberangkatannya sendiri menuju ke benua timur. Kali ini dia merasa yakin bisa melakukannya.
Disebuah tenda dihutan dekat Kerajaan Dimezia, para panglima organisasi sihir hitam sedang menyusun rencananya. Mereka harus mendapatkan teko emas dengan cara apapun.
"Lakukan dengan cepat. Apapun yang terjadi kalian harus mendapatkan teko emas itu !" Titah jenderal Bul pada bawahannya.
"Siap Jenderal !" Seru para bawahan serentak. Mereka kemudian bergerak ke posisinya.
"Apa kau yakin akan melakukan serangan malam ini ?" Tanya jenderal Moel.
"Tidak ada waktu lagi. Kita sudah satu langkah didepan. Sebaiknya kau bersiap dengan pasukanmu. Aku tidak ingin ada serangan luar yang mengganggu misi ini".
"Serahkan saja padaku. Pastikan saja dapatkan teko itu. Dengan begitu kita bisa kembali ke markas !"
"Tidak perlu kau katakan, aku pasti akan melakukannya. Pikirkan saja orang orang dari menara sihir".
Tidak menjawab, jenderal Moel hanya tersenyum kecil. Dia kemudian kembali ke pasukannya untuk menyiapkan jebakan kepada para pengganggu.
Tidak berselang lama, dibawah pimpinan jenderal Bul mereka menyerang ke kediaman keluarga Hung. Semenjak penyelinapan mereka sebelumnya yang gagal, penjagaan di kediaman Hung semakin ketat. Setelah mempertimbangkan berbagai kemungkinan, mereka akhirnya memilih untuk menerobos.
Satu persatu penjaga berhasil dilumpuhkan oleh pasukan Bul. Tapi sinyal alarm keluarga Hung tidak bisa dianggap remeh. Array khusus yang dibangun mendeteksi adanya kekuatan asing yang masuk.
__ADS_1
Duke yang sedang tidur dikamarnya langsung bangun mendengar alarm dari array sihirnya. Tidak ingin mengganggu tidur istrinya, dia mengendap keluar mempersiapkan prajuritnya.