
"Katana.. ternyata kau memiliki selera yang cukup bagus nak Neil. Tentu, untuk ini kami memiliki banyak koleksi. Aku akan memilihkan yang terbaik".
"Terima kasih master. Ehmm, untuk pistolnya bisakah tetap disediakan untuk bola besinya seperti prototype master ?"
"Baiklah, akan aku tambahkan pengatur agar bisa di rubah ke dual mode. Apakah kau sudah puas nak Neil".
"Terima kasih master. Master memang yang terbaik". Neil mengucapkannya sambil memperlihatkan kedua jempolnya.
Dengan disetujuinya semua proposal, Nei nampak sangat bahagia. Dia sudah membayangkan dirinya mengenakan berbagai macam alat sihir buatannya.
"Sebenarnya apa yang sudah kau lakukan hingga mastrr kepala begitu memanjakanmu Neil ?" Pertanyaan Yosh seketika membuyarkan khayalan Neil.
"Ehmm, sebenarnya aku juga tidak tahu".
"Kau benar benar beruntung. Asal kau tahu saja, membuat peralatan seperti membutuhkan banyak biaya".
"Benarkah master. Aku jadi tidak enak".
"Jangan berpikir seperti itu. Aku rasa master kepala sangat berharap padamu. Jadi kau tidak boleh menyia nyiakan harapannya".
"Baik master. Aku akan selalu mengingat nasihat master".
"Baguslah. Aku juga akan memberikan yang terbaik untuk membantumu menyelesaikan alat sihir ini'.
"Terima kasih master".
"Sudah, jangan terus berterima kasih. Bukankah sudah ku katakan sebelumnya, bahwa ini adalah tugasku".
Neil merasa benar benar beruntung karena dipertemukan dengan orang orang baik di dunia baru yang tidak dikenalnya. Jika nasibnya tidak seberuntung ini Neil berpikir mungkin dia sudah mati atau menjadi gelandangan.
"Master, ngomong ngomong laboratorium ini sangat canggih". Neil melihat berbagai peralatan kelas berat di sekelilingnya.
" Sekitar 7 tahun lalu kami mendapatkan seorang donatur yang sangat kaya, dia menyumbangkan hartanya untuk pengembangan akademi. Laboratorium ini adalah salah satu proyeknya".
"Dermawan sekali orang itu master".
__ADS_1
"Benar. Sayang sekali identitasnya dirahasiakan. Apa kau tahu, berkat dia akademi ini sekarang menjadi akademi terbaik di dunia".
Jika Neil tahu kalau dialah orang yang membawa perubahan besar di akademi dengan harta curiannya dari makam, Neil pasti akan merasa sangat tertekan.
Melihat Neil terkagum kagum dengan laboratorium sihir, Yosh menawarkan Neil untuk melihat lihat. "Apakah nak Neil ingin melihat lihat laboratorium ini".
"Ehh, apakah boleh master".
"Selama kau tidak membuat masalah".
"Aku akan bersikap baik. Kalau begitu aku minta izin master untuk melihat lihat".
Bersamaan dengan selesainya ucapan Neil, Yui muncul kembali ke sisi mereka dan langsung berujar. "Apakah ada yang bisa saya bantu master".
"Ajak nak Neil jalan jalan ke laboratorium".
Yui yang mendengar perintah dari masternya, sudut bibirnya berkedut. Dia tidak menyangka akan kembali berurusan dengan pemuda mesum itu lagi. Mengambil nafas berat Yui berusaha menolak. "Maaf master, ada projek yang sedang saya kerjakan. Bagaimana kalau Nara saja yang menemani tuan ini berkeliling ?"
Neil yang tidak ingin kehilangan momen jalan jalan dengan bidadari yang membuat nafasnya naik turun menyerobot masuk.
"Nona Yui sepertinya pemandu yang baik".
"Ahh, kau temani Neil berkeliling dahulu. Untuk projekmu kau bisa melanjutkannya kembali nanti".
Kali ini Neil benar benar menang banyak. Jika ada sosial media disini, dia pasti sudah mengupdate statusnya sedari tadi. Berbeda dengan Neil, Yui malah merasa merinding. Punggungnya mulai berkeringat.
"Kalau begitu, silahkan tuan Neil berjalan duluan. Saya akan memandu tuan berkeliling. Saya mohon ijin master Yosh". Yui mengambil tindakan untuk mengamankan asetnya.
Neil yang merasa sudah tidak bisa menawar lagi melangkahkan kakinya setelah memberi salam kepada Master Yosh. Dia berjalan diikuti oleh Yui.
Suasana menjadi sunyi sampai Neil berada di suatu persipangan. Tidak mendapat arahan dari Yui, Neil berbalik untuk menanyakan arah. Yui yang melihat Neil berbalik reflek memiringkan tubuhnya.
"Ini kemana ?" Neil sendiri juga sudah salah tingkah. nafasnya masih naik turun melihat pemandangan indah di depannya.
"Arah kiri menuju ke tempat pembuatan alat alat sihir. Arah kanan menuju ke tempat pengujian alat sihir. Terus jalan ke depan, disana tempat penyimpanan koleksi alat alat sihir".
__ADS_1
"Baiklah. Tapi tidak bisakah nona Yui memandu di depan ?"
"Apa kau ingin mati !" Yui yang mendengar permintaan Neil menjadi sangat kesal. Bagaimana mungkin dia menjadikan dirinya sebagai tontonan gratis bagi pemuda mesum.
Neil yang mendapat jawaban Yui mengambil nafas panjang. Tidak ingin mencari masalah, dia berjalan ke depan.
Setelah sampai diruang penyimpanan koleksi alat sihir, mata Neil teralihkan dengan berbagai macam jimat yang dipajang. Neil yang penasaran bergegas menuju ke salah satu lemari penyimpanan.
"Jangan pegang apapun. Itu bisa meledak". Yui yang tidak ingin terjadi hal hal yang tidak di inginkan akhirnya mengalah mendekati Neil.
Neil yang merasa mendapatkan kesempatan, berusaha memaksimalkannya. Dia sedikit menggerakkan tangannya untuk menyentuh sebuah jimat.
Yui yang sudah disamping Neil, kemudian menampik tangan Neil. "Bukankah sudah ku katakan jangan pegang".
"Berhasil". Neil bergumam sambil mengelus elus tangannya yang sedikit perih.
"Ehh, ini apa ?" Neil menunjuk sebuah jimat yang tadi mau disentuhnya.
"Itu adalah sebuah bom elemen. Itulah kenapa aku menyuruhmu untuk tidak menyentuhnya. Bagaimana jika bom itu aktif karena sentuhanmu".
"Ke arah sini adalah alat sihir perwujudan. Alat ini bisa berubah menjadi binatang sihir untuk menyerang. Yang terbaik adalah perwujudan naga. Serangannya dapat menghancurkan sebuah bangunan besar".
Sambil mendayung dua tiga pulau terlampaui. Selain mendapatkan pengetahuan baru, Neil juga mendapatkan bonusnya. Terus mengikuti Yui, tubuh Neil sudah berkeringat deras.
"Disini berbagai macam senjata sihir. Dari mulai pedang, tombak, kapak dan berbagai senjata lainnya. Bukan senjata biasa, senjata disini dapat menyimpan elemen sihir pengguna dan mengalirkannya ke senjata untuk meningkatkan kemampuan serangan".
Yui terus berputar berkeliling sambil menjelaskan tanpa melihat Neil. Dia sebenarnya sadar sudah menjadi tontonan gratis. Tapi dia berusaha mengacuhkannya.
"Disebelahnya adalah alat sihir perlindungan. Jika diaktifkan, itu akan melindungimu dari serangan langsung. semuanya tersusun dari level terendah sampai level tertinggi".
"Disisi ini adalah alat sihir ilusi dan penangkalnya. Ini akan memberikan efek ilusi pada musuh".
Yui yang tidak mendengar suara Neil menjadi penasaran akan perbuatan pemuda mesum di belakangnya. Menghentikan langkahnya, Yui langsung berbalik.
Neil yang berada di belakang persis Yui tidak siap dengan gerakan balik Yui, dia terkejut dan kakinya yang sudah melangkah tidak bisa di hentikan. Akibatnya tubuh Neil miring ke depan.
__ADS_1
"Ahhhh, dasar mesum kep*rat". Sambil berteriak, Yui menendang Neil hingga terlempar dan menghantam dinding.
Beruntung kepala Neil tidak sampai menyentuh dada Yui karena reflek Neil yang cukup baik. Walaupun itu bukan salahnya, tetap saja Neil pantas untuk mendapatkan akibatnya.