Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
75. Tidak Lapar


__ADS_3

"Kenapa kalian menatapku ?" Ucap Neil yang bingung kenapa semua orang menatap ke arahnya.


Lier yang juga merasa malu langsung bergegas pergi meninggalkan ruangan. Bagi Neil memberikan sebuah hadiah langsung kepada seseorang gadis merupakan hal yang wajar dibumi. Dia tidak tahu bahwa hal itu berbeda di dunia barunya.


"Hahhahahhhhaaaa... !" Kwen berseru untuk memecah suasana. Tapi didalam hatinya dia bergumam. "Berani sekali bocah ini menggoda putriku !"


"Mohon maafkan murid saya tuan Kwen ?"


Geiz bersegera meminta maaf kepada Kwen, dia kemudian melanjutkan kata katanya. "Ini salah saya karena tidak mendidiknya dengan benar !"


Setelah mengatakannya, Geiz langsung melirik ke arah Neil dengan tajam. Dia berjanji akan memberinya pelajaran setelah keluar dari ruangan.


"Sudahlah lupakan... urusan anak muda biarlah menjadi urusan mereka. Ngomong ngomong terima kasih atas hadiah yang telah kalian berikan".


"Karena maksud kami sudah tersampaikan, kami mohon untuk undur diri tuan Kwen ?"


"Baiklah... silahkan ?"


Mereka bertiga kemudian memberi hormat dan keluar secara bersama sama. Setelah keluar ruangan, Geiz langsung berseru ke arah Neil dengan menendang nendang bokongnya.


"Dasar murid bodoh, apa yang baru saja kau lakukan !"


"Memangnya apa yang aku lakukan master. Aduuh..."


Yuwe yang melihatnya tidak mengatakan apa apa. Kali ini dia merasa sekali kali Neil perlu diberi pelajaran agar tidak sembarangan melakukan sesuatu.


Sementara dari sisi lainnya Lier sedang memperhatikan Neil sambil memegangi kacamata pemberiannya. Ini pertama kali baginya ada seorang laki laki yang berani menggodanya.


Sampai di ruang perawatan, Neil langsung menggerutu tidak jelas sambil mengelus elus pantatnya yang panas. Sampai saat ini dia masih belum mengerti apa kesalahannya.


Malam hari di menara sihir benua utara, para ketua menara sihir sedang terlihat merencanakan sesuatu. Mereka berkumpul untuk memastikan sesuatu.


"Lakukan sesuai rencana. Lya, kau urus Master Yue dan kami akan tangani Master Geiz dan bocah itu !" Kwen memberikan komandonya.


Mereka berlima masih belum mempercayai cerita Geiz dan Yuwe. Tidak ingin kehilangan momentum, mereka berencana untuk membaca ingatan mereka bertiga. Karena tempat itu berada dibawah kendali Kwen, jadi mudah bagi mereka untuk melakukannya.


Sesampainya di lokasi target, Lya langsung langsung merapal mantra untuk membaca pikiran Yuwe. Karena mereka bertiga sudah meminum sebuah ramuan yang dicampur ke dalam makanannya, para ketua tidak perlu khawatir kalau diantara mereka akan ada yang terbangun.


Begitu juga dengan para ketua lainnya yang sudah berada ditempat Geiz dan Neil, mereka sudah siap untuk melakukan aksinya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan Ben, kenapa kau hanya berdiri saja ?" Ujar Kwen yang melihat Ben masih saja memandangi Neil.


"Aku tidak bisa merasakan aliran mana pada anak ini. Aku tidak bisa melakukannya. Itu akan menyakitinya !"


"Hmm, aku lupa mengatakannya pada kalian. Lupakan saja dia, kita lakukan saja pada Geiz. Informasi darinya sudah cukup !" Sahut Don yang mendengar pembicaraan Kwen dan Don.


Mereka berempat akhirnya hanya melihat memori Geiz yang tertanam dipikirannya. Setelah selesai melaksanakan rencananya, mereka berlima kembali dengan ekapresi yang rumit.


Diruangan Kwen, Lya mulai menceritakan tentang apa t yang ada di dalam memori Yuwe. Mendengar cerita yang hampir sama dengan apa yang mereka ketahui, mereka berlima mengambil nafas panjang bersamaan.


Teknik membaca pikiran adalah teknik sihir tingkat tinggi. Teknik ini bekerja dengan menggunakan sihir mantra. Untuk mengurangi efek dari teknik ini, korban perlu meminum ramuan khusus terlebih dahulu.


Meskipun teknik ini sihir level tinggi, tapi teknik ini hanya bisa membaca pikiran mengenai informasi yang diminta saja.


"Sepertinya iblis itu telah menghapus ingatan mereka berdua selama 1 tahun kebelakang. Sebenarnya apa yang terjadi dalam setahun itu ?" Gumam Tung yang didengar oleh keempat temannya.


"Bagaimana dengan ingatan dari anak itu, dan juga untuk apa mereka berbohong tidak mengetahui perihal kehancuran bukit bulan ?" Tanya Lya langsung.


"Tidak kami lakukan... anak itu tidak memiliki aliran mana. Untuk kehancuran itu, bukankah mereka dipindahkan sebelum bukit itu hancur, walaupun mereka mendengar ancaman si rubah tapi mereka tidak melihatnya sendiri". Jawab Ben.


"Dari ingatan Master Yuwe, dia mencurigai anak itu mengetahui sesuatu yang tidak diketahuinya".


"Apa yang bisa dilakukan oleh anak itu. Kemampuannya saja tidak lebih baik dari anak usia 10 tahun". Balas Don yang mengetahui kemampuan Neil.


"Ini seperti teka teki tanpa pangkal. Kecuali rubah itu, tidak ada yang mengetahuinya !" Keluh Ben yang sudah frustasi.


"Apakah mereka akan kembali besok Kwen ?" Tanya Don yang ingin mengganti topik bahasan.


"Benar... mereka sudah mengatakannya padaku".


"Itu berarti cukup sampai disini penyelidikannya. Aku harap kalian tidak mengganggunya saat mereka sudah kembali ke benua tengah !" Pinta Don pada temannya.


"Mereka adalah orang terakhir yang keluar dari bukit bulan. Mengenai kehancuran bukit bulan dan hilangnya rubah iblis, tidak mungkinkah terkait mereka ?" Balas Lya yang masih curiga.


"Entahlah, tapi untuk saat ini kenyataannya kita tidak menemukan petunjuk apapun !"


"Mereka tetap menjadi saksi kunci kita. Rahasiakan hal ini dari dari dunia luar. Kami serahkan ini padamu Don !"


"Baiklah. Lalu bagaimana dengan pergerakan organisasi sihir gelap. Aku yakin mereka mengetahui sesuatu ?"

__ADS_1


"Kita masih menunggu dari biro informasi".


"Segera dapatkan informasinya dan batasi pergerakan mereka !"


"Jika saja tidak terikat dengan perjanjian itu, aku ingin sekali menghabisi mereka !" Seru Ben sambil menggebrak meja didepannya.


"Kita awasi saja dulu. Jika mereka melanggar perjanjian terlebih dulu baru kita mengambil tindakan".


Keesokan paginya di ruangan perawatan, Neil sedang memijat mijat kepala gurunya yang terasa masih pening. Sepertinya efek dari sihir pembaca pikiran sedang bekerja.


"Tidak biasanya master sakit kepala. Apakah tadi malam master salah makan ?"


"Bukannya tadi malam kita makan makanan yang sama".


"Benar juga. Tapi tumben Master Yuwe belum kemari ?"


"Apa kalian sedang membicarakanku ?" Balas Yuwe yang juga sedang memegang dahinya.


"Ehh, panjang umur Master Yuwe, baru dibicarain langsung datang... Apakah Master Yuwe juga sakit kepala ?"


"Hmm, apakah kalian juga sakit kepala ?"


"Master yang sakit kepala. Aku baik baik saja ?"


"Sepertinya kita harus menunda perjalanannya".


"Aku sudah memberi kabar, kalau nanti sore kita akan berangkat". Geiz menjawab sambil meringis.


"Setidaknya kita bisa bisa beristirahat terlebih dahulu... ngomong ngomong bagaimana kondisi bibi ?"


"Aliran mananya sudah mulai stabil". Balas Geiz kembali.


"Baguslah... kalau begitu aku kembali terlebih dahulu ?"


"Apakah Master Yuwe tidak makan terlebih dahulu ?"


Mendengar penawaran Neil kali ini Yuwe nampak tidak bersemangat. Dia ingin segera kembali ke kamarnya untuk memulihkan diri.


"Aku tidak lapar !"

__ADS_1


"Apa kau tidak merasa ada yang aneh ?" Sebelum Yuwe melangkah, Geiz berceletuk dengan tak acuh.


"Saat ini aku hanya ingin beristirahat !" Balas Yuwe juga dengan tak acuh.


__ADS_2