Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
66. Kehebohan Dunia Tengah


__ADS_3

Kembali memegang batu mantera didepannya, Neil mulai mengangkatnya kembali. Tidak seperti sebelumnya yang terasa sangat berat, kali ini batu tersebut terasa sangat ringan di tangan Neil.


Sementara di bukit bulan, rubah iblis sedang tertawa kegirangan merasakan kekuatannya yang sudah mulai kembali. Lapisan sihir yang mengurung rubah iblis juga sudah lenyap seluruhnya.


"Bocah itu berhasil. Hahahahaaa, akhirnya aku mendapatkan kebebasanku kembali". Seru rubah iblis yang getarannya sampai ke kota Twinder.


Dengan dicabutnya batu mantera, energi kekuningan mulai masuk dan menyelimuti si rubah. Setelah mendapatkan kekuatannya dia ingin segera pergi dari bukit terkutuk yang mengurungnya selama ini. Sebagai permulaan dia memberi peringatan kepada seluruh dunia tentang kebebasannya.


Energi yang sangat luar biasa dihempaskan oleh si rubah ke seluruh dunia. Para binatang iblis yang berada dilevel rendah tunggang langgang ketakutan. Seluruh negara di belahan dunia mendapatkan tekanan yang mencekam.


Harimau Tao yang sedang bermeditasi juga membuka matanya, merasakan kekuatan yang sangat besar dia kemudian mengaum. "Rooaarrrrr".


Dunia atas juga turut merasakan kekuatan yang luar biasa. Para Dewa terkejut dengan munculnya kekuatan yang terasa tidak asing menurut mereka. Tapi mereka lupa dengan kekuatan yang pernah dikalahkannya. Hanya saja hati mereka terasa khawatir saat merasakan kekuatan tersebut.


Dewa takdir adalah dewa yang paling khawatir diantara para dewa. Dia mengetahui kejadian yang tidak diketahui oleh dewa lain karena dia secara khusus mengawasi gerak gerik Neil. Menurutnya takdir terlalu cepat berjalan dari yang ditetapkan.


"Kenapa kau begitu gelisah dewa ?" Tanya Dewi Takdir


"Anak manusia itu. Dia membuat takdir berjalan lebih cepat dari yang seharusnya".


"Apakah sudah waktunya kita turun tangan ?"


"Kita lihat dulu. Jika kondisinya berbahaya, aku sendiri yang akan turun langsung ke dunia tengah ?"


"Hmm, baiklah !" Dewi Takdir mengakhiri obrolannya.


Sementara di lima menara sihir di dunia tengah sedang terjadi kegemparan. Setelah mendapatkan tekanan kekuatan yang luar biasa mereka mendapat kabar bahwa array pelindung bukit bulan yang mereka bangun telah hancur.


Mereka saat ini berasumsi bahwa binatang iblis rubah telah keluar dari persembunyiannya dan memberikan teror bagi umat manusia. Sebuah malapetaka mungkin akan muncul dalam waktu dekat.


Untuk mengahadapi situasi terburuk kelima pimpinan menara sihir masing masing benua akan mengadakan rapat darurat untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan. Tapi sebelumnya mereka mengirimkan mata matanya untuk mengawasi kondisi bukit bulan. Raja Arta juga sudah diberitahu tentang situasi yang sedang terjadi di bukit bulan.

__ADS_1


Raja Arta mengumpulkan jendralnya untuk memantau perkembangan bukit bulan setiap saat dan melaporkannya secara berkala. Sebagai kerajaan pemilik bukit bulan dia tentu merasa sangat khawatir apabila rubah iblis mengamuk di wilayahnya.


Berbeda dengan organisasi sihir gelap, mereka menyambut gembira dengan berita yang mereka dapat dari markasnya di Kerajaan Arta. Mereka beranggapan bahwa dengan bebasnya rubah iblis, era kegelapan akan dimulai. Mereka bersiap untuk menguasai dunia.


"Sepertinya ramalannya telah dimulai !" Seru pimpinan organisasi sihir gelap kepada anak buahnya.


Anak buah yang mendengar berita dari pimpinan mereka yang tidak diketahui identitasnya karena selalu memakai jubah dan topeng berseru dengan sangat gembira. Hal yang telah lama mereka nantikan akan segera tiba. Yaitu hari dimana kekuatan kegelapan akan lebih kuat dari kekuatan putih.


"Aku perintahkan kalian untuk mencari orang yang telah membebaskan rubah iblis. Tangkap dia hidup hidup".


"Sesuai perintah anda tuan !". Jawab jenderal organisasi sihir gelap serempak.


"Yang kedua temukan teko emas. Seharusnya teko itu telah muncul lebih dulu sebelumnya".


"Sesuai perintah anda tuan !". Jawab jenderal organisasi sihir gelap dengan serempak.


"Apakah ada yang ingin kalian tanyakan ?" Tanya pimpinan organisasi sihir gelap.


"Maaf tuan, tolong sebutkan ciri ciri orang dan teko emas yang harus kami cari ?" Tanya salah satu jenderal.


"Ciri ciri orang yang harus kalian cari adalah dia yang memiliki kemampuan sihir dimensi. Kemudian untuk teko emas, aku sendiri tidak tahu detailnya".


"Lalu bagaimana cara kami menemukan teko emas tuan ?" Tanya jenderal kembali.


Bukannya menjawab, pimpinan organisasi sihir gelap malah memberikan tekanan kepada jenderal yang mengajukan pertanyaan tersebut. Seteguk darah segar keluar dari mulut jenderal tersebut. Dia pun bersegara berlutut kepada tuannya. "Mohon maafkan hamba tuan".


"Kali ini aku maafkan. Segera temukan apa yang aku perintahkan kepada kalian. Jangan kembali tanpa kabar baik...atau mati !"


"Baik tuan... sesuai perintah anda !" Jawab seluruh jenderal serempak.


Para jenderal organisasi sihir gelap melangkah keluar dan kembali kedalam pasukannya. Mereka mengatur strategi pencarian Neil dan teko emas. Mereka menyebar ke seluruh penjuru dunia.

__ADS_1


Kemudian di markas organisasi Black Eyes, seorang prajurit sedang melapor kepada Jet. Setelah mendapat ijin dari Kun, dia mulai menyampaikan laporannya.


"Maaf tuan, menurut laporan yang kami terima kelompok organisasi sihir gelap mulai bergerak aktif ke seluruh penjuru dunia".


"Mereka bergerak. Apa yang mereka rencanakan ?" Tanya Jet kepada prajuritnya.


"Maaf tuan, kami belum mengetahuinya. Mungkin ini ada hubungannya dengan tekanan kekuatan yang luar biasa sebelumnya ?" Jawab prajurit kembali.


Mendengar prajurit mengatakan 'tekanan kekuatan' Jet mengingat tentang kekuatan yang luar biasa yang dirasakannya sebelumnya. Dia kemudian memerintahkan prajurit untuk menggali informasi lebih jauh. "Cari tahu apa yang direncanakan oleh kelompok sihir gelap itu !"


"Baik tuan, dilaksanakan !" Jawab prajurit dengan tegas.


Setelah prajurit meninggalkan ruangan, Jet bertanya kepada Kun mengenai apa yang terjadi. "Apakah kita terlalu lama bersembunyi, hingga informasi sepenting ini kita terlambat mendengarnya ?".


"Aku akan membuka jaringan informasi kita kembali. Ini tidak akan lama ?" Jawab Kun dengan percaya diri.


"Aku serahkan semuanya padamu ?"


"Tentu. Kau bisa percaya padaku !"


Jet kemudian melanjutkan kembali kultivasinya, dia hampir menguasai seluruh ilmu warisan dari leluhurnya Eillias. Untuk urusan mengenai kegiatan organisasi sihir gelap sementara diserahkan kepada Kun.


Dengan berjalan sempoyongan, Neil telah keluar dari dimensi penyegelan. Bukan karena dia lelah atau capek, tapi tekanan akan tanggung jawabnya yang baru membuat pikirannya tidak dapat berjalan dengan benar. Bahkan tanpa Neil sadari, dia telah membuka segel kuno lainnya.


Saat Neil berjalan keluar, dia mendengar sebuah suara yang memanggilnya. Dia berpikir bahwa itu dewa yang telah memberinya tanggung jawab baru sehingga Neil memutuskan berjalan ke sumber suara dengan maksud mengembalikan tanggung jawab itu kembali padanya.


Neil akhirnya masuk ke dimensi penyegelan lainnya, dia melepaskan segel segitiga emas yang telah mengurung roh kuno selama milyaran tahun lamanya.


Karena merasa tidak menemukan apa apa, Neil akhirnya memutuskan untuk keluar dengan perasaan campur aduk. Melihat Neil yang sempoyongan, sang rubah menatapnya heran. Dia berasumsi bahwa Neil telah menyesal melepas segel yang membelenggunya.


"Apa kau menyesal sekarang. Sudah terlambat karena aku sudah bebas sekarang, hahahaaahahhaa". Seru si rubah dengan tawanya.

__ADS_1


"Diamlah....!"


Melihat Neil dalam keterpurukan si rubah tidak tahu harus tertawa atau bersedih. Dia merasa bersalah karena telah memanfatkan seseorang untuk kepentingannya diri sendiri. Memiliki banyak budak manusia sepertinya memberinya sedikit rasa empati.


__ADS_2