Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
13. Pernyataan Harimau


__ADS_3

"Rooaaarrrr".


Suara auman harimau membangunkan kesadaran mereka.


Neil pun yang sudah sangat putus asa tersadar dan merasakan suara yang tidak asing di telinganya. Sepertinya, dari semuanya hanya harimau yang masih bertahan dari tekanan. Mungkin sudah terbiasa melihat dan mendengar tingkah dan keluhan Neil yang tidak masuk akal.


Seekor harimau hitam keluar dari bayang bayang dengan memancarkan aura membunuh yang luar biasa. Seketika semua orang merasakan tekanan yang luar biasa, bahkan Jet, Kun, Master Ren dan Master Geiz masih merasakan tekanan, punggung mereka berkeringat dan serasa sulit bernafas.


Hanya Neil yang baik baik saja, Neil hanya merasakan merinding, bulu kuduknya berdiri semua melihat harimau hitam besar di depannya. Harimau memandang mereka seperti semut yang bisa dia musnahkan kapan saja.


Menarik kembali auranya, semua orang merasa lega karena dapat kembali bernafas dengan baik. Neil yang melihatnya tampak kebingungan.


"Apa kalian tidak apa apa ?"


Masih tidak mengerti ucapan Neil, mereka tidak mempedulikan dan mengalihkan pandangannya ke harimau.


"Salam kepada harimau suci leluhur..." Jet bersama anak buahnya berlutut memberi hormat kepada harimau.


"Panggil aku Tao, keturunan Eillias".


"Salam kepada leluhur Tao" Jet kembali mengulangi sapaan hormatnya kepada harimau.


Sementara Neil yang mendengar harimau bisa bicara menjatuhkan rahangnya. "Apa aku tidak salah dengar... Macan hitam itu tadi bicara".


Benar benar lelah dengan semua hal yang terjadi, Neil mundur kebelakang dan bersandar ke sebuah pohon.


Sementara harimau berjalan mendekati kerumunan manusia di depannya.


"Kau pasti akan mendapatkan warisannya Jet".


Harimau Tao mengarahkan pandangannya dan memperdengarkannya kepada Jet.

__ADS_1


Lalu perlahan buku sihir dan tongkat sihir naga peninggalan leluhur Ma Eillias keluar dari saku Neil dan terbang ke arah Jet. Neil kali ini tidak bereaksi berlebihan, dia sudah tidak mau melogika lagi.


Ren dan Geiz yang melihatnya tidak tinggal diam, dia mengingat pesan Kepala Akademi untuk memusnahkan benda yang berasal dari makam.


Tapi harimau menyadarinya, hanya dengan aumannya Ren dan Geiz kehilangan kendali tubuhnya, mereka tidak dapat bergerak.


"Accio".


Sebuah mantra sihir dipanggil oleh Master Geiz. Tiba tiba muncul sebuah lubang dimensi di atas kepala Geiz, tanpa perintah puluhan seperti belati keluar menyerang ke arah 2 benda warisan tersebut.


"Duuaarrrr.."


Suara ledakan yang memekingkan telinga terdengar. Asap ledakan mengepul disekitar mereka. Neil reflek menutup mata dan telinganya.


Ternyata semenjak tiba dilokasi Geiz tidak terlalu banyak berbuat karena dia sedang menyiapkan sihir serangan tingkat tinggi.


"Tidak mungkin".


Tidak ingin menanggapi, harimau hanya menggeleng gelengkan kepalanya. Jet yang awalnya marah karena serangan, kini dia tertawa senang karena buku dan tongkat sihir warisan leluhurnya telah di tangannya.


Secepatnya dia dan diikuti oleh seluruh anak buahnya berlutut dan berterima kasih kepada Tao.


"Terima kasih leluhur Tao...Eehm, sepertinya leluhur melupakan ju..."


"Rooarrr".


Belum selesai Jet mengutarakan maksudnya, harimau langsung menyela. "Itu adalah kompensasi atas penyeranganmu".


Mendengar pernyataan harimau, Jet tidak bisa berkata apa apa. Dia tidak mungkin menentang leluhur harimaunya. Dia sudah beruntung mendapatkan 2 warisan sebelumnya.


Dengan warisan yang diterimanya, Jet bisa mengembalikan kejayaan keluarga Ma seperti di masa lalu. Akhirnya, dengan tidak ikhlas dia merelakan jubah legenda leluhurnya kepada Neil.

__ADS_1


Setelah urusannya dengan Jet selesai, harimau kemudian mendekati Ren dan Geiz. Dia menjelaskan kepada Ren dan Geiz bahwa warisan itu memang ditujukan ke keturunan keluarga Ma.


"Apa si tua bodoh itu tidak memberitahu kalian".


"Ehh, apa maksudmu Kepala Akademi, Juan Chu". Balas Ren, yang kemudian dia dan Geiz diperlihatkan oleh Tao kehidupan Juan Chu dan tuannya Ma Eillias yang bersahabat.


Gambaran itu seperti video yang diputar dengan latar belakang yang berubah ubah. Video dimulai dengan Ma Eillias yang sedang berjalan di sebuah pantai.


"Pasir putih ini lembut sekali kan Tao. Lihat bukit disana, aku ingin menghabiskan sisa hidupku disana dengan seseorang yang aku cintai".


Menikmati senja di pantai, Eillas merindukan hidup sebagai manusia biasa. Dikenal sebagai raja kegelapan, kehidupan Eillias dipenuhi pertarungan dan pertempuran.


"Aku akan membantu tuan mewujudkannya". Balas Tao, rekan seperjuangan Eillias yang selalu menemani.


Kemudian video beralih menjadi malam hari dimana Eillias dan Tao sedang memanggang seekor kelinci hasil buruan Tao.


Saat Eillias sedang menikmati makan malamnya, dia mendengar sebuah pertempuran di bagian hutan tidak jauh dari tempatnya.


"Apa kau mendengarnya Tao."


"Ya, apa aku perlu mengeceknya".


"Tidak..kita pergi bersama... Setelah makan". Setelah selesai makan, mereka berdua menuju ke tempat terjadinya pertarungan.


Seperti biasanya, Eillias naik ke punggung Tao yang empuk. Lagipula mata harimau lebih tajam di malam hari, jadi itu akan lebih mudah bagi Tao untuk berlari.


Melewati kelamnya malam dan rimbunnya pepohonan, Tao dengan mudahnya berlari dan tidak butuh waktu lama untuknya sampai.


"Benar benar buruk".


Eillias yang telah sampai dilokasi pertarungan mengeluhkan dampak yang terjadi. Hutan dalam radius 1 km dari pertarungan benar benar hancur dan terbakar.

__ADS_1


Hanya ada kobaran api dimana mana. Malam yang dingin menjadi seperti neraka. Eillias kembali mengeluh dalam hatinya . "Apakah mereka tidak punya pekerjaan lain selain membakar hutan".


__ADS_2