Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
19. Berlatih


__ADS_3

"Apa kau-tidak salah-memilih makan".


"Ehh," Neil yang bingung dengan maksud Lian bertanya seperti itu kemudian bertanya.


"Memangnya kenapa".


"Tidak apa". Lian yang tidak ingin menghancurkan mood makan Neil menggelengkan kepalanya.


Sebenarnya dia ingin memberitahu Neil bahwa sate burung yang dibelinya adalah sate penambah vitalitas.


Melihat 2 sate didepannya, Lian hanya dapat menelan ludahnya sendiri. Sepertinya nanti malam dia akan tidur dikamarnya sendiri saja. Memberikan pengalaman kepada Neil.


Neil yang tidak curiga dengan Lian kemudian memakan satu persatu hidangan yang ada dimejanya. Meskipun rasanya sedikit hambar, tapi itu masih lebih baik daripada dia harus memakan dedaunan seperti sebelumnya.


Mengakhiri makannya dengan perasan lemon, Neil nampak sangat puas. Sementara Lian yang melihat raut bahagia Neil hanya menatapnya dengan kasihan.


"Kenapa kau menatapku seperti itu".


"Tidak, sepertinya-kau-terlihat-kelaparan". Neil yang mendengar penjelasan Lian hanya cengar cengir sendiri. Ini adalah makanan pertamanya setelah berhari hari dia tidak makan.


"Kalau sudah selesai-kembalilah-ke kamar".


"Besok-aku menemuimu lagi. Ada urusan-yang-harus kuselesaikan".


Lian mencari alasan untuk memberi Neil sebuah pengalaman.


"Kau-tahu jalan-kembali kan".


"Iya, aku ingat. Baiklah aku kembali dulu".


Neil meninggalkan Lian di kantin dan menuju kembali ke kemarnya.


Sampai dikamarnya Neil berniat untuk tidur kembali, tapi melihat tumpukan buku di kasurnya, semangat belajar muncul. Neil ingin segera bisa menguasai bahasa barunya, susah rasanya jika tidak bisa berinteraksi dengan orang lain.


Diruang dewan akademi, Juan sedang memimpin rapat didepan para tetua akademi dan beberapa guru. Juan mengumpulkan mereka dalam rangka merencanakan peningkatan standart akademi paska mendapatkan harta karun.


"Maksud saya mengundang kalian semua disini adalah untuk membahas peningkatan standart akademi".


Setelah menyatakan maksudnya, Juan kemudian menceritakan asal usul sumber dana yang kemarin diperolehnya.

__ADS_1


"Setelah mendapatkan dana cukup, kami ingin fasilitas sihir akademi diperbanyak dan diperkuat".


"Milia, jelaskan pada mereka". Juan meminta Milia untuk menjelaskan rencananya.


Milia yang mengerti kemudian membagikan fotokopi rencana Juan ke seluruh tetua dan guru yang mengikuti rapat dengan sihir anginnya.


Setelah fotokopi diterima oleh para tetua dan guru, Milia mulai menjelaskan.


"Sesuai dengan rencana master kepala bahwa kita akan meningkatkan fasilitas sihir akademi :



Laboratorium alat sihir.


Penambahan ruang alchemist.


Array pelindung dan domain akademi."



"Ketiga divisi ini akan diberi dana yang besar untuk mengembangkan fasilitas".


"Tugas masing masing divisi adalah merencanakan pengembangan dalam 3 tahun kedepan..pembelajaran tetap berjalan seperti biasa".


"Mohon para tetua dapat memberikan arahan?" Lanjut Juan


"Hong : kami menyerahkan pengembangan laboratorium sihir dan alchemist kepada para guru. Kami yang tua tua akan mengurus array dan domain, kecuali Tetua Tien dan Tetua Guo".


"Tetua Tien menjadi pengarah alchemist".


"Tetua Guo menjadi pengarah jimat". Terang Tetua Hong yang di angguki oleh para tetua lainnya.


"Lakukan sesuai arahan Tetua Hong. Untuk pengadaan barang, kita akan minta bantuan ke biro kerajaan, Milia yang akan mengurusnya. Sekarang kalian bisa undur diri karena rapat telah selesai". Tutup Juan dengan riang hati.


"Master Geiz, kau tetap disini. Ada hal yang perlu kita bahas". Juan meminta Geiz untuk membahas pelatihan Neil.


"Eh baik Master Kepala".


"Apakah Lian menurut ?". Juan langsung bertanya kepada Geiz setelah Tetua dan para guru keluar.

__ADS_1


"Sepertinya mereka akan akrab". Balas Geiz kemudian melanjutkan


"ehmm..Lian minta konpensasi 3x lipat".


"Katakan kalau aku menyetujuinya". Balas Juan tanpa ragu.


"Baiklah..apakah ada hal lain yang Master Kepala ingin sampaikan".


"Aku ingin kau melatih Neil". Juan ingin memenuhi keinginan Tao untuk mendidik Neil.


"Ehh, aku... Bolehkah aku mengusulkan Master Ren, dia lebih baik". Sanggah Geiz.


"Tidak, Ren terlalu lembek. Aku ingin kau mengajarinya dengan keras...tanpa mana, dia harus berusaha lebih keras agar dapat bertahan hidup".


"Apa kompensasinya ?".


Setelah berpikir cukup lama, Geiz bersedia melakukannya tapi dengan kompensasi yang sesuai. Mengedutkan sudut bibirnya, Juan tidak bisa tidak mengeluh


"Kau sama saja dengannya..katakan".


Menggaruk kepalanya yang tak gatal, Geiz cengar cengir sendiri. Mengambil nafas panjang Geiz mulai mengatakan permintaannya.


"Aku ingin ke bukit bulan".


Mendengar permintaan Geiz, Juan berpikir sejenak. Bukit bulan adalah bukit ilusi yang ada di benua selatan. Untuk memasukinya membutuhkan token khusus dari organisasi sihir.


Geiz yang mengetahui kalau Juan memiliki token khusus itu dan dia hendak meminjamnya.


"Ilusi disana sangat kuat, organisasi sihir menyegelnya karena berbahaya..hhmmm.."


Sebelum Juan menyelesaikan perkataannya, Geiz menyelanya. "Aku siap dengan semua konsekuensinya".


Juan yang mendengar pernyataan Geiz menarik nafas berat. "Baik aku ijinkan..dengan syarat, 7 tahun pelatihannya lulus tes Body III".


Juan mengetahui itu hal yang mustakhil dilakukan Neil, sehingga dia mensyaratkannya untuk mencegah Geiz pergi ke Bukit Bulan. Tapi jawaban Geiz membuatnya tercengang.


"Akan aku lakukan...mengenai Neil, aku pasti akan melatih tubuhnya lulus Body III. Percayakan padaku". Seru Geiz dengan semangat memecahkan pemikiran Juan.


Geiz punya rencananya sendiri agar Neil bisa mencapai level Body III dalam 7 tahun. Level Body III adalah level dimana tubuh dapat mengumpulkan energinya di anggota badan dan menjadikan anggota badannya sekeras berlian.

__ADS_1


Sebagai contoh apabila tubuh mengumpulkan energinya di tangan, maka tangan itu akan sekeras berlian. Untuk mendapatkan kekuatan itu, biasanya perlu waktu sampai ratusan tahun.


__ADS_2