
"Sangat terlambat, apa kalian tidak memiliki jam !" Keluh Juan kepada Geiz dan Neil yang terlambat datang dari waktu yang ditentukan.
"Lebih cepat menunggu wanita berdandan daripada menunggu bocah yang baru akan pergi camping". Geiz mendengus kesal sambil melirik Neil.
Neil yang mendengar ejekan dari Juan dan Geiz hanya tersenyum kecil yang membuat keduanya geleng geleng.
"Apa yang kau bawa itu Neil ?" Juan melihat kantung kantung jubah Neil yang penuh sesak dengan barang bawaan dan tas besar di punggungnya.
"Ini..." Neil malu menjawab pertanyaan Juan.
"Masukkan saja disini". Juan meminta barang bawaan Neil dan memasukkannya ke dalam cincin dimensinya. Dengan tak acuh Juan membela Neil. "Gurumu masih saja pelit seperti biasanya".
Geiz yang mendengar sindiran Juan hanya dapat mengambil nafas berat. Didalam hati dia berteriak. "Pelit.. kalau aku pelit, aku tidak akan bangkrut waktu itu. Dasar tua bangka sialan".
"Tapi master kepala, bagaimana aku mengambilnya nanti ?" Neil yang tidak bisa menggunakan cincin dimensi lantas bertanya kepada Juan.
Geiz yang merasa kesal mendahului jawaban Juan. "Anggap aku tidak mengetahuinya".
Juan masih belum menjawab pertanyaan Neil, dia masih meminta barang barang Neil untuk dimasukkan ke dalam cincin dimensinya. Tapi ada beberapa barang yang Neil tahan di kantungnya.
"Begini lebih baik. Simpan cincin ini. Aku berikan padamu".
"Tapi master kepala, aku ..."
Sebelum Neil melanjutkan perkataannya muncul wanita cantik paruh baya mengenakan hanfu berwana biru dengan motif bunga lili.
"Salam Master Kepala".
"Kau sudah datang Master Yuwe". Melihat Geiz menatapnya, Juan melanjutkan. "Master Yuwe akan menemani kalian ke bukit bulan".
"Aku menolak". Geiz tanpa jeda menolak tawaran Juan.
"Ini perintah !". Juan menegaskan.
"Perjanjiannya tidak seperti itu. Aku menolaknya".
"Ini untuk Neil, bukan untukmu... Sudah diputuskan tidak ada tawar menawar lagi". Juan mengakhiri kalimatnya.
Neil dan Yuwe yang melihat pertengkaran Juan dan Geiz yang seperti anak kecil hanya saling pandang. Neil yang merasa lucu mengeluarkan sedikit tawa kecilnya.
__ADS_1
Sementara Geiz yang sudah berbalik badan nampak berpikir keras. Sebenarnya Geiz mengetahui maksud dari Master Kepala baik. Master Yuwe adalah ahli dalam ilmu ilusi, itu akan membantunya dalam menghadapi ilusi rubah iblis.
"Eehem... kalau kehadiranku tidak diharapkan, tidak masalah untukku tetap tinggal". Master Yuwe menengahi perdebatan Juan dan Geiz.
Geiz yang mendengar Master Yuwe berbicara kemudian membalikkan kembali badannya. Dia menunggu tanggapan dari Juan. Juan yang ditatap oleh mereka bertiga kemudian menarik nafas panjang.
"Aku hanya tidak tega melihatmu. Lihat saja tadi saat kau berangkat, hmm kalau Master Yuwe menemani, dia bisa melindungi dan membantumu". Juan berbicara kepada Neil dengan sedikit menyindir Geiz.
Kali ini giliran Geiz dan Yue yang saling pandang. Mereka seperti sedang melihat drama pertengkaran keluarga. Neil yang merasa tidak nyaman lantas berkata. "Master kepala sepertinya anda salah sangka. Master sangat baik kepadaku. Malah aku yang sering merepotkannya".
"Tapi aku tidak keberatan kalau Master Yuwe ikut berangkat". Tatapan tajam Juan kepada Neil mereda perlahan.
"Baiklah, ayo berangkat". Juan menyiapkan teleportasinya. Dan seketika mereka sudah berpindah ke Menara Sihir.
Menara sihir hanya ada 1 di setiap benua. Menara sihir sudah ada sebelum kerajaan kerajaan didirikan. Disinilah tempat organisasi sihir berada. Reputasinya tidak diragukan lagi.
Geiz yang sudah tidak bisa berbuat apa apa akhirnya menyerah dan mengikuti Juan. Saat ini dia memang dalam posisi sedang bergantung pada Juan.
"Maaf master". Neil menyenggol gurunya yang sedang cemberut.
"Sudahlah, ini bukan salahmu".
"Apa ini". Geiz yang merasa perjalanannya sedikit terhambat kembali mengeluh.
"Kita akan belanja sebentar". Jawab Juan tak acuh.
Juan membawa mereka bertiga ke tempat penjualan di menara sihir. Neil yang melihat tempat itu seperti supermarket serasa bernostalgia.
"Supermarket. Disini ada juga ya".
"Supermarket". Juan, Geiz dan Yuwe saling pandang. Mereka tidak mengerti apa yang dimaksud Neil.
"Jangan berkata yang aneh aneh. Ini adalah pasar menara sihir. Disini tersedia berbagai macam barang yang dijual di benua ini". Seru Juan dengan sedikit tekanan.
Neil yang sudah susah susah mencari banyak barang bawaan menarik nafas berat. Jika dia tahu akan berbelanja seperti ini mungkin dia tidak harus terlambat dan tidak dimarahi seperti tadi.
"Sekarang kita cari barang barang yang kalian butuhkan". Juan mengajak mereka bertiga untuk mulai belanja. Juan mengajak mereka ke tempat penjualan jimat.
Dengan tatapan terkejut semua orang, Juan mengambil banyak jimat sihir perlindungan. Merasa kalau Juan berlebihan, Geiz menghilang dari tempatnya.
__ADS_1
Juan yang masih mendapatkan tatapan tidak percaya dari Neil dan Yuwe, kemudian meminta mereka berdua pergi membeli barang yang dibutuhkan.
"Apakah kalian tidak ingin membeli sesuatu ?"
Mendengar perkataan Juan, Yue kemudian pergi mencari sesuatu yang mungkin dibutuhkan. Sementara Neil masih diam ditempat.
"Kenapa kau tidak pergi juga, apa kau tidak membutuhkan sesuatu ?"
"Tidak master kepala. Barang bawaanku sudah cukup".
Sebenarnya Neil ingin membeli banyak barang lagi mengingat ada beberapa barang yang menarik perhatian matanya. Hanya saja dia tidak memiliki uang jadi dia pura pura tidak memerlukan barang lainnya. Neil malu untuk mengakuinya.
"Baiklah, kau bisa ikut denganku atau menunggu disana". Juan menunggu ruang tunggu dengan beberapa tempat duduk kosong.
"Aku ikut dengan anda saja master kepala".
Mereka bertiga akhirnya berbelanja ria secara masing masing. Selang beberapa waktu mereka semua kembali ketempat pertama mereka masuk dengan membawa barang belanjaannya masing masing.
"Ini untukmu !" Geiz memberikan sebuah jubah kepada Yuwe.
"Ehh, kau memberikannya untukku"
"Jangan berpikir macam macam, penampilanmu saat ini akan membuat kami mengalami banyak masalah".
"Ohh, benarkah... Apakah karena aku terlalu cantik ?"
Tidak menjawab, Juan Geiz dan Neil pergi meninggalkan Yuwe. Yuwe yang ditinggalkan hanya dapat menginjak nginjak lantai untuk menghilangkan rasa kesalnya.
Meninggalkan pasar, Neil merasa penasaran dengan tindakan master masternya yang pergi begitu saja tanpa ada yang mencegatnya.
"Maaf master kepala, bukankah kita belum membayar barang belanjaannya ?"
"Semua sudah masuk kedalam tagihanku".
"Apa !" Neil menyesal karena tidak membeli apapun. Dia ingin kembali ke dalam pasar tapi apalah daya baginya.
"Lebih baik titipkan cincinnya kepada Master Yuwe, Neil. Kau bisa meminta bantuannya untuk mengambil barang yang kau butuhkan. Dan untukmu Yuwe, aku sudah memasukkan semuanya kedalam cincin. Gunakan dengan bijak".
"Baik master kepala". Yuwe yang telah menerima cincin dimensi dari Neil kemudian melanjutkan. "Sepertinya master kepala begitu mengkhawatirkan Master Geiz dan Neil".
__ADS_1
"Kalian akan ke benua selatan bukan. Aku akan malu kalau kalian dikira miskin oleh mereka karena bekal yang kurang". Balas Juan dengan tak acuh.