
"Kenapa rubah sialan itu tidak mengatakan kalau suhunya sedingin ini". Neil yang sedang menggigil kedinginan sedang mengumpat si rubah.
Sementara si rubah diluar juga tiba tiba menggigil tanpa sebab. "Hhuuaaciiimm..."
Beberapa hari yang lalu, si rubah telah memberitahukan keinginannya kepada Neil untuk melepaskan segel yang telah mengunci setengah kekuatan dan tempat tinggalnya dengan janji yang telah disampaikan sebelumnya.
Si rubah juga telah memberikan petunjuk kepada Neil bagaimana cara melepaskan segel yang mengurungnya. Dia juga telah menceritakan tentang ramalan yang dia dengar dari seseorang yang dulu mampir ke bukit bulan.
Si rubah menceritakan kepada Neil bahwa dulu dia telah disegel oleh seorang Dewa di bukit bulan setelah melakukan pertarungan terbesarnya dengan Dewa.
Diceritakan bahwa awal mula pertarungan disebabkan oleh pertikaian terus menerus antara Dewa dan Iblis di dunia atas. Dewa yang merasa kedudukannya lebih tinggi merasa terancam dengan kekuatan para iblis yang semakin besar.
Pada klimaknya para Dewa menyerang seluruh bangsa iblis dan membunuhnya dengan keji. Bagi beberapa Iblis yang tidak bisa dibunuh, mereka mengusirnya dari dunia atas dan menyegelnya di dunia tengah tempat manusia berada. Mereka disegel ditempat yang berbeda.
Menurut si rubah ada 10 iblis yang disegel di dunia tengah. Mereka terdiri dari 1 iblis berwujud manusia dan 9 binatang iblis. Iblis berwujud manusia adalah pimpinan dari para Iblis.
Kemudian untuk ramalannya, si rubah juga menceritakan bahwa beberapa juta tahun yang lalu ada seseorang yang datang mengunjunginya. Seseorang yang sangat kuat dan sama sekali tidak terpengaruh dengan serangan si rubah.
Orang itu memberitahukan tentang ramalan bahwa akan ada seseorang dari dunia lain yang dapat membebaskannya dari segel terkutuk yang mengurungnya. Dia mengatakan bahwa ciri ciri orang tersebut adalah memiliki kekuatan dimensi gelap yang dapat menyedot apapun ke dalamnya. Dia juga mengajarkan kepada si rubah bagaimana cara melepaskan segelnya.
Awalnya si rubah ragu mendengar cerita dari tamu yang tidak dikenalnya. Dia mencoba beberapa orang budaknya untuk masuk ke dimensi penyegelan. Beberapa kali percobaan si rubah mendapati hasil yang sama, yaitu seluruh budaknya yang ditransfer ke dimensi penyegelan langsung mati saat tiba disana.
Setelah mendengar cerita dari si rubah, pada awalnya Neil ragu untuk melanjutkan kesepakatannya. Neil memikirkan tentang konsekuensinya jika si rubah berhasil dilepaskan. Milyaran umat manusia bisa dalam bahaya jika si rubah mengamuk atau terjadi peperangan kembali dengan para Dewa.
Setelah memikirkan beberapa hari, Neil memberikan keputusannya. Dia meminta sumpah dari si rubah untuk menepati janjinya jika dia bisa melepas segelnya. Tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Neil, tapi si rubah menyetujui dan memberikan sumpahnya.
__ADS_1
Setelah kesepakatan ulang selesai, si rubah memberikan petunjuk kepada Neil cara melepas segelnya. Dia langsung memindahkan Neil ke dimensi dimana segelnya berada.
"Beruntung jubah ini melindungiku, jika tidak aku pasti sudah mati kedinginan disini ?" Gumam Neil yang berada dimensi segel si rubah.
Dalam keadaan menggigil Neil melihat ke ruang segel yang penuh dengan rune rune aneh berwarna hijau dan merah yang berpusat di tengah. Tepat di tengah ruangan terdapat sebuah batu bertuliskan mantera aneh di setiap sisinya.
Neil kemudian berjalan ke tengah tempat dimana batu mantera berada. Entah kenapa semakin dekat Neil dengan batu mantera tersebut, kepalanya menjadi semakin pusing dan semakin berat langkahnya.
Berhenti sejenak dan mengatur nafas tiba tiba bayangan yang tidak dikenal muncul dipikirannya. "Siapa orang itu, kenapa tiba tiba aku memikirkan orang yang sama sekali tidak aku ketahui".
Merasa sedikit tenang, Neil kembali melangkahkan kakinya. Dia juga kembali mengumpat si rubah yang tidak mengatakan kalau ruangannya semakin ke tengah memiliki gaya gravitasi yang lebih tinggi.
Setelah berjuang sekuat tenaga, akhirnya Neil sampai juga dipusat ruangan. Neil diberitahu bahwa dia hanya perlu mencabut batu itu dari tempatnya.
"Hanya mencabut batu saja, apa susahnya !" Gumam Neil dengan menarik nafas panjang.
Lagi lagi dialam bawah sadarnya Neil masuk ke dalam dimensi putih yang tidak diketahuinya. Kali ini, bukan anak kecil yang dia temui, tapi seorang laki laki dewasa yang sangat tampan dengan mengenakan sebuah hanfu berwarna biru langit.
Laki laki itu memiliki rambut berwarna putih panjang dan mata berwarna biru. Dipinggangnya nampak sebuah pedang yang menggantung.
"Selamat datang anak manusia. Aku sudah lama menunggumu".
"Ehh, maaf. Tapi tuan siapa ?" Tanya Neil pada sosok didepannya.
"Namaku adalah Lo Tian".
__ADS_1
"Apakah kau Dewa yang telah menyegel rubah itu ?"
"Benar, tapi aku hanyalah serpihan dari kekuatannya saja. Sekarang aku akan mengajarimu ilmu segel dewa".
"Ilmu segel dewa. Apa maksudmu segel yang mengurung rubah iblis ?"
Sementara jiwa lain Neil yang sudah terputus koneksi dengan jiwa Neil saat ini sedang kebingungan karena dia tidak bisa mengetahui apa yang sedang terjadi dengan jiwa Neil saat ini. Dia mencoba menembus batas penghalang tapi selalu gagal.
"Benar, kelangsungan hidup manusia sekarang berada ditanganmu !"
"Tunggu...!" Belum selesai Neil menyampaikan maksudnya, sebuah energi menguasai dirinya.
Saat ini didalam pikiran Neil, banyak sekali muncul teknik dan mantra segel yang memenuhi otaknya. Seperti sungai yang terkena air bah, pikiran Neil terasa sangat sakit.
Setelah beberapa jam berlalu, Neil akhirnya sadar dari pingsannya. Dengan kepalanya yang berat, dia mencoba duduk dan mengatur nafas hingga mencapai kestabilannya.
Melihat batu mantera didepannya, Neil bergumam. "Sepertinya aku terlempar cukup jauh".
Saat Neil mengingat ingat kejadian yang terjadi, dia mulai teringat dengan kejadian yang terjadi di alam bawah sadarnya. Dia juga melihat dinding yang saat ini terlihat polos.
Merasa tertekan dengan kejadian yang terjadi, Neil merasa menyesal menjalin kesepakatan dengan rubah iblis diluar. Dengan keras dia mengerang. "Apa maksudmu keselamatan umat manusia kau serahkan padaku. Ambil saja kembali kekuatan ini, aku tidak menginginkannya !".
Jiwa lain Neil yang sudah kembali merasakan apa yang dialami oleh Neil berusaha mencerna maksud dari kata kata Neil. Mengetahui rune rune aneh di dinding telah hilang, dia berasumsi kalau rune rune tersebut telah masuk ke dalam diri Neil. Yang masih dia bingung, kenapa dia tidak bisa mendapatkan informasi itu.
Setelah lama dalam keterpurukannya, Neil akhirnya bangkit dan berdiri. Mengingat janjinya dengan jiwanya yang lain, dia sudah menyerahkan sisanya pada jiwanya yang lain. "Akan aku selesaikan ini. Untukmu, aku serahkan sisanya !"
__ADS_1
Neil berjalan kembali ke tengah ruangan. Kali ini kepalanya tidak pusing sama sekali dan langkahnya juga sangat ringan. Tapi dia sudah tidak memikirkannya sama sekali.