Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
36. Menagih Janji


__ADS_3

Krakk krakkk krakkk.... sebuah logam berukuran 2 buah bola sepak yang berada di ruangan Master Kepala akademi pecah dihantam oleh Neil.


"Hufftt hufft" Neil meniup niup tangannya setelah memecahkan logam sejenis baja besi. Dengan sedikit sombong dia menantang. "Apa tidak ada benda yang lebih kuat".


Juan yang melihat dan mendengar tantangan Neil mengedutkan sudut bibirnya. Dengan kesal dia bergumam "Bocah ini".


...****************...


Setelah Neil menyelesaikan pertapaannya, Neil disambut bahagia oleh Geiz walaupun Geiz tidak tahu seperti apa perkembangan Neil.


"Syukurlah kau sudah bangun, kalau tidak aku akan membawamu keluar paksa dari domain sihir ini". Ucap Geiz pada Neil.


"Terima kasih master. Tapi maaf, aku gagal master. Aku tidak dapat konsentrasi dan menyusahkan master".


"Apa maksudmu". Tanya Geiz penasaran dan sedikit kecewa.


"Bukankah aku tidak bisa bertapa, maksudku berkultivasi master. Dari tadi malam, siang ini sudah bangun".


Geiz yang mendengar jawaban Neil sedikit mengetahui pikirannya. Geiz mengira kalau Neil tidak sadar sudah berapa lama dia bertapa.


"Apa kau tidak mengetahui berapa lama kau menjalani pertapaanmu ?"


"Ehh, apa maksud master. Bukankah baru kemarin malam aku bertapa".


"Dasar bodoh. Asal kau tahu, kau sudah bertapa lebih dari 19 tahun".


"Apa... apakah master sedang bercanda ?"


"Setidaknya aku bisa berhemat bahan makanan dan obat obatan. Dan satu lagi, aku juga tidak mengeluarkan banyak tenaga untuk menjagamu. Setidaknya aku tidak terlalu bangkrut".


Mendengar perkataan gurunya, sudut bibir Neil berkedut. Walaupun gurunya tidak memberikan jawaban, tapi melihat ekspresi gurunya Neil yakin kalau dia tidak sedang bercanda atau berbohong.


"Maaf master".


"Sudahlah, aku sudah menyiapkan banyak makanan. Sekarang makanlah dahulu".

__ADS_1


"Terima kasih master. Bagaimana master tahu kalau aku akan bangun saat ini ?"


"Hanya insting saja. Sudahlah cepat makan. Setelah itu kita lihat perkembanganmu".


Neil yang tidak ingin mengubah mood gurunya bergegas menyantap makanan yang telah disediakan untuknya. Neil yang sudah lama tidak makam dan lupa rasa makanan benar benar menghabiskan seluruh makanan yang disediakan.


"Apakah ini salah satu dari hasil pertapaan di bumi ?" Geiz menyindir Neil yang mulutnya blepotan oleh sisa makanan.


Neil yang mendengar perkataan gurunya lantas terbatuk batuk. Dia tahu apa yang dimaksud oleh gurunya adalah menyindir soal makanannya yang telah habis dimakan.


Berdiri dengan menghadap batu besar di depannya Neil bersiap memukul mukul seperti kebiasaan lamanya. Tidak melakukan gerakan apapun Neil masih memikirkan perkataan gurunya yang mengatakan bahwa dia telah bertapa selama lebih dari 19 tahun.


"Apa yang kau pikirkan, cepat perlihatkan hasilnya ?"


"Sebenarnya aku masih belum percaya dengan yang guru katakan. Aku merasa aku tertidur dan bermimpi bertemu dengan bocah menyebalkan" Neil mengatakannya semakin lirih karena takut gurunya akan marah.


"Lihat tubuhmu, apa kau merasa sudah bertambah tua 19 tahun".


Neil melupakan usianya yang sudah 90 tahun jika dihitung dari kelahirannya dibumi. Sontak Neil terkaget dan meraba raba tubuhnya. Dia khawatir bahwa wajahnya sudah mulai keriputan.


"Master, ini.. aku.. masih terlihat muda master. Apa aku tidak salah. Apa master punya cermin".


Tidak menjawab, Neil bergegas ke depan cermin. Di depan cermin Neil tampak mematung, dia benar benar tidak percaya dengan cerminan dirinya sendiri.


"Aku masih terlihat masih muda... aaaaaaa,,, aku awet muda, aku awet muda".


Neil berputar putar mengelilingi gurunya dengan berteriak teriak kegirangan kalau dia awet muda. Kesal dengan tindakan muridnya, Geiz menghentikan tingkah Neil.


"Tubuhmu boleh muda, tapi apa kau yakin jiwamu juga masih muda".


Neil yang mendengar seruan gurunya lantas berhenti bertingkah konyol dan berjalan ke arah batu besar kembali. Kali ini dia hanya berharap diberi umur panjang untuk bisa bertemu dengan keluarga dan teman temannya.


Mengambil ancang ancang, Neil bersiap memukul dengan brutal. Tapi sebelum Neil mengayunkan tangannya, seruan Geiz terdengar. "Hentikan".


"Tenangkan dirimu dan lakukan dengan konsentrasi".

__ADS_1


"Baik master". Neil menenangkan diri dan berkonsentrasi untuk memukul.


Geiz yang melihat Neil konsentrasi, merasakan ada aliran aneh yang mengalir di dalam tubuh Neil. "Apakah itu mana".


"Drruakkkk". Batu di depan Neil hancur berkeping keping dihantam oleh Neil.


...****************...


"Ehem.." Geiz berdehem untuk membangunkan Juan dari lamunannya.


"Tidak.. cukup. jika kau menghancurkan lebih banyak barang nanti aku yang rugi".


"Jadi, artinya aku berhasil". Geiz langsung menyaut dengan tanpa jeda.


"Ya, kau berhasil". Juan mengatakannya dengan keras hingga membuat Neil tersentak.


Neil dan Geiz yang mendengar jawaban dari Juan tersenyum senang. Neil ikut senang karena tidak lama lagi Geiz akan dapat menemukan informasi mengenai orang tuanya.


"Kalau begitu, suatu hari aku akan menagih janjimu master kepala". Geiz mengingatkan janjinya dengan Juan.


"Baiklah, aku tidak akan menahanmu lagi. Jadi persiapkan dengan sangat baik dan cari seseorang untuk menemuimu".


"Tentu, setelah urusanku dengan Raja selesai aku akan mengambilnya".


Sesuai dengan kesepakatan Raja, Geiz memiliki janji untuk mengajari Putra Mahkota terlebih dahulu sebelum masuk ke akademi. Setelah keluar dari domain sihir Geiz tahu maksud sebenarnya Raja memperbolehkan orang luar masuk ke domain kerajaan, selain untuk membalas budi ternyata Raja juga sudah mempersiapkan semuanya agar Geiz bisa membuat kesepakatan dengannya.


"Hhmm, apakah itu benar Level Body III ?" Juan masih penasaran dengan energi yang dihasilkan oleh Neil, dia kemudian melirik ke arah Geiz.


Geiz yang dilirik Juan kemudian mengirimkan telepatinya. Mereka berdua melanjutkan pembicaraannya melalui telepati.


"Geiz : Saya merasakan aliran mana keluar dari diri Neil. Apakah master kepala juga merasakannya".


"Juan : Apakah bocah ini bisa menciptakan mananya sendiri.. menarik".


"Geiz : Benar master kepala, ini merupaka kejadian langka di dunia ini".

__ADS_1


"Juan : Rahasiakan tentang ini. Aku akan mengurus sisanya".


Menyelesaikan telepati Geiz dan Juan saling memgangguk. Entah apa yang akan dilakukan Juan kepada Neil, walau sedikit khawatir tapi dia percaya kalau Juan tidak akan melakukan hal hal yang berada diluar batas.


__ADS_2