
Note : Penggunaan tanda baca strip (-) hanya untuk membedakan bahasa.
......................
Keesokan harinya di aula markas Dark Eyes, sekumpulan pasukan berjubah hitam dengan logo menyerupai mata berbaris rapi menunggu perintah.
Tak lama, Jet Ma yang didampingi oleh Kun dan Demia memasuki aula dengan jubah yang sama.
"Salam kepada pemimpin". Seru pasukan secara serentak.
"Kalian semua dengarkan .."
Jet Ma memberi perintah kepada pasukannya untuk menuju ke lapisan kedua hutan terlarang dimana tempat makam kuno berada.
Jet Ma juga meminta pasukan untuk membawa berbagai alat sihir untuk berjaga jaga. Jet Ma menjanjikan hadiah yang besar kepada pasukan yang paling kompeten.
Pasukan yang mendengarnya nampak antusias karena sekali tuannya menjanjikan sesuatu, biasanya apa yang dijanjikan adalah barang yang berharga. Dengan serempak mereka menjawab
"Terima kasih tuan".
Dengan dipandu oleh Kun, mereka semua pergi menuju ke makam kuno leluhur. Tentu saja Jet Ma telah membagi informasinya kepada Kun.
Sampai diluar, Master Ren dan Master Geiz yang melihat pergerakan pimpinan dan pasukan Dark Eyes, masuk kedalam rombongan dengan melakukan penyamaran.
Demia awalnya merasakan mana yang tidak asing baginya, tapi karena seketika mana itu hilang, dia tidak berani memastikannya.
Setengah hari berjalan, Jet Ma merasakan hal yang aneh karena tidak ada satupun beast yang terlihat.
"Bukankah ini terlalu tenang ?"
Kun juga merasakan keanehan, tapi karena tidak menimbulkan masalah pada kelompoknya, dia tidak mempermasalahkan.
Kun terus memandu kelompoknya bergerak maju. Sampai dilokasi, mereka tidak menemukan satupun goa disana, seluruh orang kemudian menatap ke arah Jet.
__ADS_1
Berbeda dengan yang lain, Jet yang telah mendapatkan arahan dari keluarganya mulai mengedarkan mananya.
"Krek krek..."
Array pelindung goa mulai pecah. Dari batu besar kini berubah menjadi mulut goa yang gelap.
Seluruh pasukan sudah siap dengan seluruh senjata mereka untuk menghadapi serangan yang mungkin tiba tiba. Tapi sesaat menunggu tidak terjadi apa apa, Jet kemudian memerintahkan pasukannya untuk masuk.
Jet sekali lagi merasa aneh karena tidak merasakan satupun kehadiran penjaga, karena menurut informasi dari keluarganya akan ada setidaknya seekor beast penjaga.
Kun yang melihat tanda kekhawatiran pada tuannya, memerintahkan pasukan untuk mempercepat langkahnya memasuki goa. Jet pun bergegas memasuki makam dengan kecepatan penuh disusul oleh Kun dan Demia.
Sampai tiba di kebun herbal, ekspresi Jet nampak suram, dia semakin mempercepat gerakannya.
"Siapa yang sebelumnya telah kemari".
Pikiran Jet sudah dipenuhi dengan berbagai pertanyaan bahwa telah ada orang yang lebih dulu menemukan warisan leluhurnya.
Demia yang baru tiba di kebun herbal, tidak bisa mengedipkan matanya. Banyak herbal ribuan tahun yang sangat bermanfaat bagi tubuh dan sihirnya.
Tiba dimakan, Jet Ma mengerang marah yang membuat seisi goa bergetar. Kun yang melihat tuannya tidak terkendali nampak pucat raut wajahnya. Tidak berani menghentikan tuannya, Kun hanya menunggu amarahnya reda.
Master Ren dan Master Geiz yang sudah tiba dilokasi bersama dengan pasukan Dark Eyes hanya saling bertukar pandang. Mereka telah didahului oleh orang lain.
"Sisir seluruh hutan terlarang dan temukan pemilik pakaian aneh itu !".
Jet memerintahkan pasukannya untuk mencari Neil sambil menunjuk pakaian renang yang ditinggalkan oleh Neil.
Pasukan yang mendengar perintah tuannya langsung bergegas keluar dan berpencar. Demia yang masih memanen herbal menjadi penasaran melihat pasukan yang bergegas keluar.
"Ehh, apa yang terjadi, kenapa kalian malah kembali ?/"
"Seseorang tampaknya telah mendahului kita dan tuan". Seorang prajurit yang dihadang Demia memberikan jawaban.
__ADS_1
Demia langsung terkejut ketika mendengarnya, dia mengira goncangan tadi karena pekerjaan tuannya yang sedang menghancurkan suatu pelindung, tapi dia salah.
Demia bergegas menuju ke lokasi makam dan meninggalkan sisa panennya.
" Paman Kun, apa yang terjadi ?"
Kun yang mendengar pertanyaan Demia, dia hanya menunjuk ke arah pakaian renang yang tergeletak.
Demia yang sudah mendapat informasi dari pasukan hanya mengangguk. Semua kembali membisu, rasa hangat ruangan berubah terasa dingin.
4 jam kemudian.
"Lapor tuan, kami telah menemukannya". Jet, Kun dan Demia yang mendengar laporan dari anak buahnya langsung bangkit dari duduknya.
Wajah Jet yang sudah pucat pasi kembali berbinar walau tertutup topeng.
"Apa.. Siapa.. Dimana ?" Jet langsung menyerang anak buahnya secara bertubi tubi dengan pertanyaan.
"Ehm, seorang pemuda dengan mengenakan jubah seperti kita berada di utara hutan, tuan. Seorang dari kami masih mengikutinya".
"Kerja bagus... Antar aku kesana, dan ini hadiah untuk kalian". Jet melemparkan setumpuk herbal hasil panen Demia yang diambil alih.
"Terima kasih tuan".
Neil yang sedang berjalan santai diutara hutan tiba tiba dicegat oleh Jet dan anak buahnya. Neil mengubah arahnya ke utara karena arah sebelumnya yang dia ambil membuatnya bertemu dengan monster aneh. Neil jelas tau diri dengan menghindar dan mengambil arah lainnya.
"Serahkan-benda-yang-kau-curi". Jet mengancam Neil dengan waspada. Jet mengingat perkataan Kun untuk berhati hati dengannya.
"kalau dia bisa masuk ke dalam makam, dia pasti bukan orang sembarangan".
Sementara Neil yang mendengar ancaman dari Jet nampak bingung, dia tidak mengerti sama sekali dengan bahasanya.
"Eh, aku...aku tersesat, aku dari kota. Aku tidak memiliki maksud buruk. Aku hanya ingin kembali. Bisakah kalian menolongku".
__ADS_1
Berbeda dengan Jet, Neil malah nampak senang bertemu dengan mereka. Neil akhirnya menemukan manusia seperti dirinya. Neil masih berpikir positif bahwa dia terdampar di suatu pulau setelah terbawa arus laut. Menggunakan bahasa tubuh, Neil mencoba berkomunikasi dengan Jet.