Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
Chapter 5


__ADS_3

Dalam perjalan pulang tiba tiba mata batin Kanoko terbuka, saat itu ia melihat kedua orang tuanya sedang mempersiapkan acara pencarian jodoh Kanoko langsung berkata


"Paman kita harus lekas kembali"


Yun Jai bingung dengan apa yang diucapkan Kanoko


"Memang nya ada apa yang mulia, mengapa anda sangat tergesa-gesa?"


"Ayahanda dan ibunda akan mengadakan perjamuan, mereka mengundang seluruh putri bangsawan dan aku yakin ayahanda berniat mencari kan ku jodoh"


Sang paman pun mengangguk dan keduanya dengan cepat menghilang, namun saat ditengah perjalanan menuju istana


"Lalu apa yang akan anda lakukan jika hal itu terjadi?"


Mendengar pertanyaan itu Kanoko diam, tidak lama mereka sampai di istana



Saat mereka muncul di depan gerbang istana para penjaga langsung membungkuk hormat


"Yang mulia putra mahkota akhirnya anda kembali"


Kanoko mengangguk "Maaf membuat kalian khawatir"


Pengawal itu menggeleng "Tidak yang mulia, anda tidak perlu minta maaf kami yakin anda memiliki alasan"


Sedangkan didalam sang ibu suri sedang mengadakan perjamuan dengan para putri bangsawan .


Dan tidak lama ada seorang dayang menghampiri perempuan paruh baya itu.


"Maaf yang mulia, saya mengganggu anda"


Sang ibu suri pun langsung menatap dayang tersebut "Ada apa dayang?"


Sang dayang hanya memberikan kode

__ADS_1


"Aku tinggal dulu" sang tamu mengangguk sebagai jawaban nya


Saat ini permaisuri sudah berada ditempat sunyi


"Yu Ki, ada apa kau seharusnya tahu jika sekarang aku sedang menjamu tamu" ucap sang permaisuri agak marah


"Maafkan hamba yang mulia, saya telah mengganggu anda tapi ada sesuatu yang harus anda ketahui"


Mendengar ucapan sang dayang yang terkesan bertele membuat sang permaisuri Ayaka sedikit kesal


"Memang nya ada apa, cepat katakan!"


Dengan rasa takut Yu Ki akhirnya mengatakan pada permaisuri Ayaka


"Yang mulia putra mahkota sudah kembali, dan beliau ada didepan"


Degh


Mendengar perkataan Yu Ki Ayaka terkejut


"Benar yang mulia"


Tanpa pikir panjang lagi ayaka langsung berlari menuju sang putra


Yu Ki yang melihat sang permaisuri berlari, segera mengejar sampai berkata "Yang mulia, hari hati nanti anda jatuh" ucapnya setengah berteriak


Dan itu terlihat para dayang yang lain


"Yang mulia hati hati"


Saat itu Kanoko dan Yun Jai yang melihat seorang wanita berlari pun terkejut


"Yang mulia permaisuri"


Kanoko pun dengan cepat menghampiri sang ibu

__ADS_1


"Ibunda kenapa kau berlari, kau tahu Ibunda bisa terjatuh nanti"


"Nak kau tahu Ibunda sangat khawatir, saat kau tiba tiba pergi" ucap wanita itu sambil memeluk Kanoko


"Maafkan aku ibunda, aku salah" ucapnya sambil menunduk


Tidak lama raja Yosaka datang "Nak dari mana kau selama ini, kau tahu ayah sangat khawatir"


Mendengar itu Kanoko menatap datar "Begitu kah ayahanda, bukankah kau tanpa persetujuan ku mengundang para putri bangsawan, dan terlebih lagi seperti nya kau berniat menjodohkan aku dengan klan Tachimi"


Mendengar ucapan sang putra kedua orang itu terkejut "Nak aku benar benar tidak tahu kalau ayahmu ingin menjodohkan mu dengan putri Tachimi. Ibunda hanya tahu kalau ayahmu ingin mengundang seluruh putri bangsawan, mana tahu ada yang kau sukai dari mereka"


Sang ayah berusaha memberikan pengertian


"Nak ayah rasa putri Tachimi adalah putri yang sangat baik, apa lagi dia adalah putri perdana menteri, pasti sangat cocok dengan mu"


"Benar nak coba lah temui dia, lagi pula apakah ada gadis yang cocok dengan mu? Belum tentu ada kan,. Ibunda rasa hanya gadis itu yang pantas bersanding dengan mu" puji Ayaka


Kanoko yang mendengar sang ibu memuji gadis itu pun hanya diam tidak berekspresi apapun.


"Baik lah jika kalian terus memaksa, aku akan menuruti permintaan kalian, tetapi jangan salahkan jika di antara kalian ada yang menyesal. Atau mungkin bukan hanya kalian tapi orang itu, perdana menteri yang kau agungkan itu yang akan menerima imbas dari perjodohan paksa ini"


Yosaka terkejut akan ucapan putra nya itu


"Apa kau mengancam ku putra mahkota, aku tahu ini sangat mendadak tapi aku memiliki alasan tentang hal ini. Nak kau sebentar lagi akan meneruskan tahta ini dan kau pasti membutuhkan seorang pendamping untuk menemani dalam bertahta"


Kanoko yang mendengar itu memutar bola matanya malas "Bertahta, ayahanda aku memiliki wanita pujaan ku sendiri dan kau dengan mudah nya malakukan ini, mengapa aku harus takut, lagi pula aku tidak berminat akan tahta itu ayahanda"


Yosaka menatap tajam "Kanoko! Kau tidak bisa menyangkal akan hal ini, mau tidak mau kau harus melakukan ini, kau harus menerima perjodohan ini"


"Terserah!"


Setelah mengatakan itu Kanoko pergi begitu saja


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2