
Mendengar ucapan dari Lenting Kuroiki tersenyum "meskipun kita tidak memberi tahu yang mulia tetap akan mengetahuinya kan"
Mendengar itu lenting terkejut "apa maksud mu jadi meskipun kita tidak beritahu yang mulia mengetahui hubungan kita"
Diangguki oleh Kuroiki
"apa kau lupa saat gadis ular itu ingin menghasut yang mulia sang kakak, yang mulia langsung bertindak menghentikan omong kosong gadis itu"
Lenting "jadi kita harus bagaimana, apa tidak apa kita memiliki hubungan"
Saat Kuroiki hendak menjawab, seorang pemuda tampan "apa yang kalian takut kan"
Keduanya langsung menoleh dan terkejut
"yang mulia putra mahkota"
"hn" ucapnya datar
"kuro kita berteman sudah lama jika memang kau mencintai gadis ini, cintai dia dengan tulus jangan pernah khianati cinta sucinya selalu bersama nya" nasehat nya
Kuroiki mengangguk "iya yang mulia saya akan menjaga kepercayaan nya"
Lenting "saya pun. juga menjaga kepercayaan kuro dengan sebaik baiknya"
Kanoko mengangguk sambil menatap langit hitam.
"sudah lahir ke dunia"
flashback end
Saat ini Lenting sedang berjalan menuju luar istana dan disana terlihat seorang perempuan sedang turun dari sebuah tandu
"bukankah itu nyonya Harana ibu dari minami, kenapa dia bisa ada di sini" ucapnya pelan
__ADS_1
Saat itu harana berjalan dengan angkuhnya lewat dihadapannya
"nyonya" sapa Lenting
mendengar itu harana menatap sinis sambil berkata
"heh, kau ternyata tahu siapa aku"
Mendengar itu lenting menggeleng sambil membatin
"orang ini sombong sekali, dia tidak tahu jika putrinya sekarang bukan lagi seorang permaisuri"
Melihat keterdiaman Lenting harana kembali bersuara "apa yang kau fikirkan, apa jangan jangan kau ingin melakukan sesuatu pada putriku"
Mendengar itu lenting pun menatap perempuan paruh baya
"dengar ini nyonya, untuk apa aku melakukan itu pada putrimu yang licik itu"
mendengar ucapan Lenting harana pun meradang
greep
Tangannya pun dihentikan oleh seseorang
"siapa yang berani..." ucapannya terputus saat melihat siapa yang menghentikannya
"k kau berani sekali menghentikan ku"
Yaa yang menghentikan perempuan itu adalah Kuroiki
"kenapa, hm kenapa kalau aku yang menghentikan mu apakah kau akan mengadukan ini pada yang mulia"
mendengar ucapan dari laki laki itu Harana menatap tajam
__ADS_1
"kalau iya kenapa, akan ku adukan perilaku mu ini pada yang mulia"
namun saat ia hendak melangkah
"adukan saja tapi ingat kau akan tau apa yang akan kulakukan pada putri mu yang licik itu"
Harana "apa yang kau katakan, kau berani mengancamku"
Kuroiki "kenapa tidak nyonya bahkan aku tahu kelemahan mu dan kelemahan suami mu"
Setelah mengatakan itu Kuroiki pun pergi dengan sang istri
"ayo istri ku kita tinggal kan wanita tidak tau diri itu lenting mengangguk dan pergi bersama sang suami
Harana terkejut akan ucapan Kuroiki pun berfikir keras
'tidak!! tidak mungkin pria itu mengetahui rahasia besarku kalau Minami bukan putri kandung ku dan aku bukanlah kaum imortal,'
Sambil menggelengkan kepala ia berusaha untuk tetap tenang namun fikiranya tetap pada gadis yang ia temui beberapa waktu lalu
"tidak tidak mungkin dia adalah putri kandung ku, putri kandung ku adalah minami bukan gadis itu" ucapnya pelan
tanpa dia tau jika seseorang mendengar ucapannya itu
"heh, bagaimana jika ibu suri dan baginda tahu ini pasti seru" ucapnya sambil menyeringai
Sedangkan saat ini seorang wanita dengan pakaian lusuh sedang terkapar disebuah ruangan
"hiks ke na pa hiks ke na pa kau lakukan ini pada ku tuan hiks" ucapnya sambil menahan perihnya sakit di sekujur tubuhnya
Orang berjubah hitam menyeringai mendengar isak tangis gadis itu
"kenapa kau bilang heh dengar ini baik baik gadis bodoh ini belum seberapa, jika kau macam macam dengan ku, aku bisa saja membuat mu lebih lebih menderita dari ini"
__ADS_1
setelah mengatakan itu lelaki itu pun pergi dan mengunci ruangan itu agar Minami tidak bisa pergi dari ruangan tersebut.
bersambung