Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
Masa lalu Nalila 2


__ADS_3

Sedangkan ditempat lain Adhura dan Zeming sedang berada ditempat yang sangat jauh dimana pemandangan sungguh indah


Mereka terus berjalan. tidak ada yang berani memulai pembicaraan.


Zeming yang dulunya menyukai keheningan kini tampak tidak senang dengan keheningan itu sendiri.


Ia pun berinisiatif untuk memulai pembicaraan


"Bagaimana menurut mu dengan pemandangan ditempat ini nona?"


Adhura yang ditanya pun tersenyum saat pemuda itu menunggu jawabannya


"Sangat indah tuan" ucapnya


zeming pun ikut tersenyum mendengar jika gadis itu menyukai tempatnya


"Oh iya tuan , kita belum berkenalan, bolehkah saya tahu nama anda" tanya gadis itu.


Sedangkan. zeming pun mengangguk sambil mengulurkan tangannya


"Zeming Shoili, kamu?" tanya balik


Gadis itu pun menyambut uluran tangan pemuda tampan itu


"Adhura Chen Li" ucapnya sambil tersenyum.


"Nama yang indah" pujinya


Saat itu hari sudah mulai gelap dan mereka berjalan sudah jauh dari perbatasan, saat itu juga Adhura sadar kalau dirinya sudah jauh dari kawasan bidadari.


'Bagaimana ini , hari sudah mulai gelap pasti kakak, kebingungan mencari ku' ucapnya dalam hati


Melihat raut wajah kegelisahan adhura zeming pun. berinisiatif bertanya


"Apa kau sedang memikirkan sesuatu?"


Mendengar pertanyaan dari Zeming, Adhura pun tersentak kaget.


"A a apa?" tanyanya bingung


"Dari tadi kau selalu melihat keatas , memang nya ada apa" tanya pemuda itu.


"Maaf aku harus pulang , hari sudah gelap , aku takut ibunda ku mencari ku" ucap Adhura.


Saat itu juga zeming pun menatap langit dan ia baru menyadari kalau langit hampir gelap.


"Hn, kau benar, maaf aku sudah membawa mu terlalu jauh" ucap nya tidak enak

__ADS_1


"Tidak apa tuan, ya sudah aku pergi dahulu semoga kita bertemu lagi"


Mendengar jika gadis itu berkata demikian membuat Zeming tanpa sadar mengangguk


"Aku juga berharap demikian nona Adhura"


Tidak lama muncul seorang gadis sambil berkata "Seperti nya ada yang sedang bahagia" dengan nada tidak suka yang begitu kentara


Zeming pun menatap datar gadis yang berstatus sebagai adik angkatnya itu.


"Hn , lalu apa yang membuat gadis seperti mu dengan beraninya menguping pembicaraan orang lain, apakah itu baik?"


Degh!


Ameera pun tersentak kaget saat kakaknya mengetahui kalau dirinya menguping pembicaraan nya dengan gadis bernama Adhura.


"Kak, apa sih yang kakak lihat dari gadis itu, dia itu dari bangsa bidadari beda dengan kita yang dari bangsa iblis" ucapnya tidak suka


"Dan setahu ku bangsa iblis tidak akan bisa bersatu dengan bangsa bidadari. Apa kakak lupa jika yang mulia raja bermusuhan dengan bangsa bidadari?i" tanya Ameera lagi.


Zeming pun terdiam saat mengingat sang ayah yang begitu membenci klan bidadari


"Aku tidak peduli soal itu, dan kau jangan berbuat macam-macam dengan. apa yang kau lihat barusan, kalau sampai pertemuan ku dengan Adhura diketahui ayah" Dengan tatapan tajamnya


"Kau yang akan menerima akibatnya Ameera ,camkan itu baik!!" ucap zeming tajam.


"Aku tidak menyangka kakak menyukai musuh kita," Ameera menjeda ucapnya


"Kak, sedikit saja pandanglah aku, apa aku tidak cukup cantik untukmu dibandingkan gadis tengil itu" ucapnya sambil menggenggam tangan sang kakak


Zeming pun menatap datar Ameera dan tidak lama tersenyum remeh


"Seharusnya kau sadar diri ,kau itu hanyalah anak angkat ayahku. Kau itu! Tidak pantas menjadi pendamping ku" ucapnya sambil melepaskan genggaman tangan gadis itu secara paksa.


Setelah mengucapkan kata itu zeming pun pergi dan Ameera menangis sambil mencengkram tangan nya.


"Akan ku pastikan kau akan menjadi milikku Zeming!" ucapnya yakin.


Sedangkan ditempat lain Adhura saat ini baru sampai dikawasan bidadari saat itu para dayang yang sejak tadi mencari nya pun melihat kedatangan nya


"Teman teman! itu yang mulia putri" ucap salah satu dayang


Mereka pun langsung menghampiri sang putri untuk menanyakan keadaan


"Tuan putri , tuan putri anda dari mana saja ,kau tahu, tuan putri Kesala mencari mu kemana mana" ucap salah satu dayang


Sedangkan yang ditanya hanya cengengesan dan tidak lama datanglah Kesala dan. langsung menjewer telinga sang adik karena gemas

__ADS_1


"Aduh duh sakit kak" pekik Adhura saat tiba tiba tangan sang kakak menjewer telinganya


"Kamu ini habis dari mana saja haah, kau tahu aku mencari mu kemana mana dan sekarang raut wajahmu ini tidak nampak rasa bersalah sekali"


Adhura yang melihat sang kakak khawatir akan dirinya pun langsung menunduk


"Maaf kan aku kak, aku tidak akan mengulanginya lagi" ucap adhura sambil menunduk.


Kesala yang melihat adiknya menunduk ketakutan pun langsung memeluk tubuh sang adik


"Lain kali kalau mau kemana-mana harus izin sama kakak dan harus ditemani para dayang, apa kau mengerti adhura" ucap sang kakak


"Baik kak ,aku janji" ucapnya sambil tersenyum.


"Tapi kak, apa ibunda tahu aku pulang telat?" tanyanya


Kesala pun menggeleng sebagai jawabannya


"Ibunda belum mengetahui nya, tapi aku takut kalau beliau" ucapan. sang kakak pun terputus saat sebuah suara terdengar dari arah belakang mereka.


"Kamu habis darimana Adhura?!"


Mendengar suara itu mereka pun terkejut bukan main dan menoleh kan kepalanya dengan perlahan


"I i bu" ucap Adhura tergagap saat tahu siapa yang memanggil nya.



Agora


Ya perempuan itu adalah ratu bidadari ibu dari adhura dan kesala , ia pun langsung menghampiri kedua putrinya


"Kamu tahu, seluruh dayang mencari keberadaan mu, tapi lihat wajahmu tidak menunjukkan rasa bersalah sedikit pun" ucap sang ibu kesal.


Adhura pun langsung menggenggam tangan sang ibu


"Maafkan Dhura ibunda, Dhura tidak akan mengulangi nya lagi"


Agora pun langsung memeluk Adhura dan Kesala bersamaan dengan penuh kasih sayang


"Ingat ini putriku, kau tidak boleh jauh dari ku, apa lagi kau pergi sampai ke perbatasan dunia iblis, kau kan tahu kalau kita bermusuhan. Jadi ibu mohon jangan sampai kau kesana, ibu takut raja iblis akan membuat perhitungan dengan kita"


Mendengar kata raja iblis Adhura pun mengingat pemuda yang tadi bersamanya


'Apa jangan jangan ibu tahu aku bersama Zeming, bagaimana ini' hatinya begitu was--was


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2