
Setelah kejadian itu semua orang pun membubarkan diri dan kini tinggal Kuroiki Lenting dan Boa.
"apa sudah kau pastikan dia tidak menginginkan apa yang terjadi hari ini"
Boa "saya akan pastikan" setelah mengatakan itu kedua orang Kuroiki dan lenting langsung bersembunyi dibalik pintu
Sedangkan boa, ditangannya sudah ada se ember air
"kita lihat apa dia bisa mengingatnya atau tidak"
byuurrr
Minami terkejut bukan main saat seluruh badannya disiram
"aaakkkhh"
"hei pemalas bangun!!" teriak boa
mendengar itu Minami menatap tajam
"siapa yang berani melakukan ini" teriak Minami
"aku!!, kenapa"
Mendengar itu gadis bermarga Tachimi itu menatap tajam
"kau!! berani sekali menyiram ku, apa kau lupa siapa aku!!"
Boa tersenyum remeh "siapa kau heh, kau itu yang pikun haah" tunjuknya tepat didepan wajah mantan permaisuri
"kau bukan siapa siapa, kau itu sudah dibuang oleh yang mulai kaisar"
Mendengar kata dibuang Minami tidak terima
"kau!! itu tidak benar yang mulia kaisar tidak akan bisa membuang ku dan kau " sambil menatap sekitar
"dimana aku kenapa aku ada disini" saat itu seseorang datang
"ada apa ini kenapa ribut ribut"
Boa menuduk "nyonya perempuan itu lah yang membuat keributan"
Minami tidak terima disalahkan
"tidak itu tidak benar dan siapa kalian"
Mendengar pertanyaan bingung dari perempuan itu diam diam boa tersenyum puas
'heh, berhasil dia lupa apa yang terjadi, setidaknya untuk kali ini aman' innernya
Sedangkan diluar Kuroiki dan Lenting menghela nafas lega
"untuk kali ini aman, tapi aku harus beri tahu keadaan gadis itu pada yang mulia"
Lenting "benar suamiku, kau harus beritahu yang mulia jangan sampai si tua bangka itu tahu jika putrinya ada dikediaman kita sampai yang mulia sendiri memberi perintah untuk menghukumi gadis ini"
Kuroiki mengangguk
Kembali ke tempat Minami berada
"siapa kalian dan mau apa kalian"
boa "mau apa kami katamu, apa kau lupa apa yang kau lakukan dahulu pada kami heh" sambil mendekat
"apa yang kau katakan" tidak mengerti
"sepertinya dia ini lupa atau bagaimana"
boa pun langsung menjambak rambut panjang Minami
"aakkkhh, lepas ini sakit" teriaknya
"sakit kau bilang, apa kau lupa hinaan mu itu lebih menyakitkan, jangan mentang-mentang kau putri bangsawan bisa menginjak harga diri kami"
Sedangkan orang itu hanya menatap datar bagaimana boa menyiksa Minami
Boa terus saja menampar wajah Minami dan terus menjambaki rambut perempuan itu
sedangkan Minami terus berteriak kesakitan
"ampun ampun" pintanya namun boa tidak menggubris permohonan perempuan itu
__ADS_1
Namun orang yang menyaksikan sejak tadi. menghentikan boa
"sudah boa, kita biarkan perempuan tidak waras ini di sini merenungi kesalahannya"
Setelah mengatakan itu boa pun mendorong Minami "ini adalah balasan karena kau menghinaku dan juga para pelayan yang lain"
"tolong, tolong jangan tinggalkan aku, tolong lepaskan aku" teriak Minami namun sayang kedua wanita itu hanya tersenyum remeh.
Minami berusaha berdiri dan menghampiri kedua orang itu namun pintu itu sudah tertutup
"hiks buka pintunya hiks jangan kurung aku" pintanya sambil menangis
Namun ia teringat akan seorang pria yang menolongnya keluar dari penjara
flashback
"aku akan membantu mu, maka dari itu kau harus bertahan"
flashback end
Minami mengingat ucapan pria itu
"yaa aku harus bertahan, setidaknya demi penyelamatku, karena dia sudah berjanji untuk mengembalikan apa yang menjadi milikku" sambil menghapus air matanya.
💞💞💞💞💞💞
Sedangkan di istana Kanoko sedang berbaring dipangkuan sang istri sedangkan Nalila membelai surai hitam milik suaminya
"sangat nyaman berbaring dipangkuanmu mu sayang"
Nalila tersenyum "anda pasti sangat lelah"
Kanoko menyamankan berbaringnya "kau benar permaisuri ku, aku memang sangat lelah, tapi saat aku melihat senyuman mu rasa lelahku hilang seketika"
Mendengar itu Nalila tersenyum
"yang mulia, anda ternyata bisa merayu juga"
Kanoko pun bangun dari berbaringnya
"aku tidak merayu, itu kebenaran, saat aku lelah
saat itu kau tersenyum dan menyambut ku, kau tahu itu sudah sebuah energi bagi ku"
Mendengar itu Kanoko memeluk tubuh mungil istrinya "terimakasih sayang, kau memang istri ku yang paling berharga"
Mereka kini menghabiskan waktu di pagi hari dikamar sebelum siang nya Kanoko akan berkutat dengan petisi kerajaan.
"yang mulia, bolehkah aku meminta sesuatu"
mendengar itu Kanoko tersenyum
"apa pun itu, akan aku kabulkan untuk mu sayang"
Nalila melepas pelukan sang suami
"yang mulia, em boleh kah aku keluar istana"
Mendengar itu Kanoko menatap tajam gadis manis itu
"apa yang kau katakan sayang, kenapa kau ingin keluar istana apakah kau tidak betah"
"bukan , bukan seperti itu yang mulia, anda jangan salah paham"
Kanoko "Sayang apa yang membuat mu ingin. keluar dari istana , apakah ada yang membuatmu tidak nyaman"
Nalila menggeleng "tidak ada suamiku, aku hanya merindukan nenek saja"
Mendengar itu Kanoko menghela nafas lega
"apakah jika kau ada waktu , bisakah kita pergi ke dunia manusia"
Mendengar itu Kanoko menatap sang istri
"hn, baik lah permaisuri ku nanti jika kita memiliki waktu aku akan membawa mu ke dunia manusia"
Nalila sangat bahagia "benarkah yang. mulia"
Kanoko mengangguk
Nalila memeluk Kanoko dengan penuh bahagia
__ADS_1
💞💞💞💞
Sedangkan diluar para penjaga sedang bersantai "baru kali ini kita tidak terlalu menjalankan tugas"
"iya, aku juga sangat bersyukur karena permaisuri kita yang satu ini sangat baik, tidak seperti gadis dari klan Tachimi itu sudah sombong sok berkuasa pula"
Saat itu Kuroiki dan istrinya Lenting lewat dihadapan mereka
"kalian itu dari pada omongin orang lebih baik bertugas bukan"
Mendengar itu para penjaga pun berdiri dan memberi hormat kepada mereka
"maaf tuan nyonya kami hanya ingin berkeluh kesah saja"
Namun tidak lama seseorang menghampiri keduanya
"tuan kuro anda dicari yang mulia"
mendengar itu Kuroiki pun langsung pergi
"istri ku, kau ingin bertemu dengan yang mulia permaisuri bukan" tanyanya
Lenting mengangguk, tatapan kuroiki menatap para pelayan
"kalian antarkan istri ku ke kediaman permaisuri Tsuyu"
Para pelayan pun mengangguk dan mengantar Lenting kekediaman persik.
dan saat itu ada seorang dayang memberi tahu Nalila
"yang mulia" panggilnya
dan kebetulan Nalila sedang membantu dayang sedang membersihkan peralatan makan
"yang mulia anda tidak perlu membantu kami, lebih baik anda istirahat saja ini adalah tugas kami"
Nalila menggeleng "tidak, aku mau membantu kalian, lagi pula hanya membersihkan ini sangat mudah"
Saat itu Lenting masuk kedalam istana persik dan ia melihat Nalila menyapu ia pun bergegas menghampiri gadis itu
"yang mulia apa yang anda lakukan"
Nalila terkejut "eh Lenting kan"
Linting mengangguk "iya ini saya, dan apa anda lakukan"sambil mengambil sapu itu dan menaruhnya di pinggir
"Chita kenapa kau biarkan yang mulia mengerjakan ini"
Chita pun menggeleng "saya sudah melarang tapi.." ucapannya terputus saat
"sudahlah jangan salahkan chita aku yang ingin mengerjakan ini, jadi jangan salahkan dia yaa"
Lenting mengangguk "saya tidak menyalahkannya yang mulia saya hanya tidak ingin orang yang diperintahkan untuk menjaga anda lalai seperti ini"
Chita menunduk "sudah jangan memarahinya aku lah yang ingin membantu mereka Chita sudah melarang ku"
"Saya saya tidak akan lalai lagi nyonya" ucap chita .
"sudah yaa ayo kita semua istirahat"
Mereka beristirahat di istana persik yang indah itu
Sedangkan ditempat lain Kanoko kini bersama dengan Kuroiki.
"ada informasi apa kau datang kemari"
"yang mulia maaf aku tadi hampir saja ketahuan"
Kanoko terkejut "apa yang kau katakan, apa yang ketahuan"
Kuroiki "saat itu para putri bangsawan sedang berkumpul salah satu dari mereka ada yang membicarakan tentang nona Minami dan saat itu nona Minami ada ditempat itu"
Kanoko "lalu apa dia mendengar apa yang mereka katakan"
"saya tidak tahu yang mulia tapi ada seorang wanita dengan cepat membuat sebuah sihir' untuk melumpuhkan ingatannya"
Mendengar itu Kanoko menghela nafas lega
"tapi saya takut kalau masalah ini sampai didengar oleh musuh kita"
Mendengar itu Kanoko terdiam
__ADS_1
bersambung