
Saat ini Akihito sedang mempersiapkan pertemuan para dewan menteri saat itu seseorang menghampirinya
"ternyata kau disini"
Mendengar itu Akihito menunduk "tuan"
"apa kau sudah siap dengan rencana kita"
Akihito mengangguk "saya tahu tapi tuan kita harus mencari tahu kemana perdana menteri Yamamoto"
Mishugi "kau benar dia yang tahu kalau aku menghilangkan nyawa putra mahkota"
Tanpa Mishugi tahu diam diam Akihito mencatat setiap ucapannya.
Mishugi menatap curiga ke arah Akihito
"apa yang kau tulis"
Akihito " oh ini aku sedang mencatat buku buku yang hendak ku baca saja"
Sedangkan Mishugi yang masih menatap curiga
"kau tidak percaya" sambil memperlihatkan bukunya
Mishugi pun melihat kearah buku itu
Mishugi "seharusnya kau melakukan hal yang berguna"
'Apa katanya melakukan hal yang berguna, heh jika ini tidak menyangkut yang mulia aku tidak mau melakukan ini'
Tidak lama pertemuan pun dilaksanakan Kanoko memasuki ruang. pertemuan bersama sang kakak , semuanya yang ada disana menunduk hormat.
Saat itu seorang pria paruh baya berdiri
"yang mulia beri izin untuk memulai pertemuan ini"
Kanoko mengangguk
__ADS_1
"pertemuan kali ini membahas upah pekerja, banyak yang mengeluh katanya upah mereka kurang"
Mendengar itu Kanoko diam tidak terlalu bereaksi
"dan katanya juga ada dari pihak kita yang mrnggelapkan dana rakyat" ucap orang itu
"Apakah anda menduga jika ada orang istana yang menggelapkan dana itu"
Mendengar itu Mishugi dan kedua orang yang ada disampingnya pun terdiam dan mencoba untuk tidak memperlihatkan kekhawatiran namun jangan salah Kanoko tahu jika sang pelaku penggelapan ada didepan matanya .
Pria paruh baya menggeleng pelan "hamba tidak tahu yang mulia saya tidak berani menduga duga"
namun tiba tiba Mishugi menyeletuk "yaa kau jangan mencoba untuk menuduh sebelum ada bukti"
Kanoko menatap datar kearah mertuanya itu
"atau jangan-jangan anda mengetahui sesuatu tuan perdana menteri"
"mana mungkin yang mulia bukankah saya seorang perdana menteri aparatur bukan menteri pengurus"
Kanoko tersenyum miring, dan melanjutkan ucapannya "tapi bisa saja kan kalau kau membantuku untuk mencari dalangnya"
"sekaligus dalang siapa yang membunuh pelayan setia ku" lanjutnya
Mishugi sangat terkejut saat Kanoko mengungkit kejadian beberapa ratus silam, wajahnya sangat pucat dan itu membuat Kanoko tersenyum puas.
heh, kita lihat apa kau bisa menutupinya dari ku Mishugi' inner Kanoko
Sedangkan ditempat lain seorang pria berjubah hitam sedang berdiri disebuah bangunan, orang itu berjalan menuju sebuah ruangan dimana Minami berada.
**tap
tap
tap**
Saat itu Minami hanya bisa duduk diam diruangan sempit itu
__ADS_1
"sampai kapan aku berada disini, aku ingin sekali menghancurkan Kanoko dengan gadis itu"
sedangkan orang itu yang mendengar apa yang diucapkan oleh Minami mencengkram tangannya kuat kuat seakan emosinya ia tumpahkan disana
Tidak lama kemudian terdengar suara benda keras
Duaakk
Minami yang mendengar itu terkejut
"suara apa itu"
tiba tiba suara itu kembali terdengar
duaakk
Dan membuat gadis itu semakin ketakutan
"hahahaha hahaha"
Minami terlonjak kaget "su suara tawa si siapa"
"hahahaha gadis serakah seperti mu heh takut"
mendengar itu tubuh Minami semakin bergetar
"a apa yang kau katakan" ucap Minami takut.
"jangan pura pura polos kau dasar gadis serakah"
mendengar ucapan dari orang itu Minami semakin ketakutan namun ia tidak bisa berkutik karena ia terkurung diruangan itu sedangkan orang itu berada dibalik pintu
"apa yang kau katakan aku aku bukan gadis serakah, a aku adalah calon permaisuri sesungguhnya bukan gadis itu"
mendengar ucapan Minami menyeringai "heh kau permaisuri sesungguhnya, kau itu wanita serakah yang hanya menginginkan tahta bukan , oh aku lupa ayahmu itu adalah dalang dari kematian pelayan kaisar saat beliau menjadi putra mahkota dahulu"
Mendengar ucapan dari orang itu Minami terkejut "apa yang kau katakan ayahku tidak ada hubungannya dengan kematian pelayan itu"
__ADS_1
Bersambung