
Pertemuan telah selesai semua dewan istana membubarkan diri tersisa Mishugi dan beberapa orang
"tuan, sepertinya yang mulia kaisar sudah mulai curiga"
"yaa, kau lihat tadi ekspresinya seperti ada orang yang ia curigai"
Mendengar itu menteri yang satunya pun ikut menimpali
"tuan Mishugi kita harus lebih waspada lagi"
"oh iya tapi pelayan itu benar benar mati kan" tanya orang itu
"bisakah kau pelan kan suara mu itu heh, apa kau lupa di sini dinding memiliki telinga, bisa saja ada yang mendengar percakapan kita ini"
Mishugi terdiam ia pun memikirkan ucapan para sahabatnya
'hm, apa yang dikatakan oleh tuan janki memang benar, orang itu saat ini sudah aku buang ke tempat dimana orang itu tidak tahu'
Janki menatap nya "apa yang kau fikirkan"
Mishugi tersentak kaget lalu menggeleng
"tidak ada"
'Aku harus cepat cepat menyingkirkan nya', jika sampai yang mulia mengetahui keberadaan orang ini semua rencana ku bisa gagal' innernya
Mishugi langsung pergi begitu saja dan membuat ke tiga sahabatnya itu menatap heran.
"mau kemana dia" ucap janki
Sedangkan Minami saat ini keadaannya sangat mengenaskan karena ulah pria berjubah hitam
flashback
...Peringatan ada adegan kekerasan...
saat malam seorang berjubah hitam berada disebuah ruangan dimana seorang gadis ada didalamnya
tap
tap
tap
"si siapa kau" ucapnya ketakutan
__ADS_1
sedangkan yang ditanya terus saja menghampiri Minami sambil membawa sebuah benda tumpul.
"ma mau a apa kau, ja ja ngan ja jangan datang kesini"
"hahahaha lihat lah orang yang suka menginjak harga diri orang heh ternyata takut dengan ku"
mendengar ucapan dari orang itu Minami berusaha untuk menjauhinya namun karena ruangannya sempit jadi dia tidak bisa berbuat apa apa.
"apa yang kau katakan, aku aku tidak pernah melakukan itu" sanggahnya
"tidak pernah melakukan, heh jangan kau kira aku tidak tahu Minami Tachimi, kau dan kedua orang tua mu merencanakan penggulingan Kaisar kan"
Mendengar itu Minami menggeleng "tidak!! itu tidak benar!!" teriaknya
Sedangkan orang itu langsung mencengkeram leher gadis itu dengan kasar.
"kau kira dengan berteriak akan ada orang yang menolong mu heh"
greep
"aakkkhh"
bruukk
"tidak akan ada"
"TOLONGG SIAPA PUN TOLONG AKU!!!"
namun tidak ada satu orang yang mendengar teriakannya
"TOLONG TOLONG!! SIAPA PUN YANG DILUAR TOLONG AKU!! teriknya lagi.
namun para penjaga yang ada diluar tidak menggubrisnya
orang itu "bagaimana apakah ada orang yang mendengar mu" tanya nya remeh
Minami menatap tajam orang itu "siapa kau sebenarnya dan kenapa kau melakukan ini kepadaku hiks"
orang itu menatap tajam "kau memang tidak mengenal ku tapi aku tahu kau"
Minami terkejut mendengar ucapan dari pria itu "siapa kau s sebenarnya haah!!, kau kau jangan macam macam" mencoba mengancam
"heh, kau ingin mengancam ku" tiba tiba orang itu memukulnya dengan benda itu
duaakk
__ADS_1
"aakkkhh , sakiiiitttt" pekiknya
"sakit, kau bilang heh ini baru sakit"
orang itu kembali memukul Minami dengan benda tumpul itu tepat ditubuhnya
duaaakk
"aaakkkh sakit tolong hiks jangan pukul aku tuan"
orang itu tidak menjawab namun ia berjongkok didepan gadis itu
"rasa sakit mu itu tidak sebanding dengan ku"
Minami kini terkapar dengan kondisi yang sangat mengenaskan
"bagaimana, menyenangkan bukan" ucap orang itu
"untuk saat ini cukup sampai disini, lihat apa yang bisa ayahmu lakukan jika tahu putri nya yang di banggakan ternyata keadaannya sungguh mengemas kan"
Minami yang mendengar itu pun berusaha untuk bangun namun badannya sakit semua dan tidak bisa digerakkan.
"jangan, jangan katakan pada ayahku aku mohon" ucapnya susah payah
orang itu menjawab acuh "memang aku peduli, aku akan membuat ayahmu yang sombong itu menderita, lewat putri kesayangannya ini"
Minami menggeleng "tidak tidak jangan" namun percuma orang itu sudah keluar dari ruangan itu.
saat itu para penjaga ternyata dibuat pingsan oleh orang itu, jadi sekencang apa pun Minami berteriak orang orang itu tidak akan mendengar.
orang itu pun pergi sambil tersenyum puas
'heh, ini belum seberapa, aku ingin kau lebih menderita seperti apa yang ku rasakan saat aku dipaksa menikah dengan mu waktu itu
orang itu pun menghilang
flashback end
Dan lihat lah saat ini gadis itu sangat mengenaskan, tidak seperti dahulu berhias sangat cantik dengan pakaian mewah melekat ditubuhnya.
"ayah ibu maafkan aku, hiks aku sudah gagal rencana kita yang sudah susun hancur sudah hancur"
Sedangkan Kuroiki menyeringai "ini belum seberapa, aku ingin kau menderita semenderita mungkin"
**bersambung
__ADS_1
jangan lupa like dan komentarnya
jangan lupa baca karya ku Mawar di tangan Alvin dan Keyla**