
...Masa lalu Harana...
Seorang wanita cantik sedang berjalan jalan tidak lama datanglah seorang pria tampan
"Kau harana Fujiki kan"
wanita itu tersenyum lalu mengangguk
"yang mulia putra mahkota" sapanya
Sang putra mahkota menatapnya datar
"kau kau temannya Ayaka kan"
Mendengar nama Ayaka Harana pun tidak suka namun ia berusaha tidak menampakanya
"iya yang mulia, saya temannya, tapi ada apa anda menanyakan Ayaka"
Yosaka "Hn tak apa" setelah mengatakan itu ia pun pergi
sepeninggalan Yosaka, gadis itu menatap tajam
"kenapa selalu dia yang dibicarakan, apa yang dia lihat dari gadis itu cantik kan juga aku kemana mana"
Sedangkan dikediaman Tanaka kini terlihat seorang gadis manis sedang menenun sebuah kain.
"sayang, apa ayah mu sudah memberi tahu mu"
gadis manis itu pun bingung dan menatap sang ibu "memberi tahu apa, rasanya ayah diam saja"
Tidak lama seorang pria paruh baya datang bersama "putra mahkota!!" pekik perempuan yang tidak lain adalah ibu dari Ayaka
Ayaka yang mendengar jika putra mahkota datang ia langsung pergi ke kamarnya namun ternyata pemuda itu sudah lebih dahulu
"Mau kemana Ayaka"
Mendengar itu mau tidak mau Ayaka pun menunduk dan menggeleng
"kenapa kau terus menghindari ku" sambil memegang tangan gadis itu.
"Sa sa ya , em .." ucapnya terhenti saat
"kau takut menemuiku" selanya
"Tidak, bukan begitu yang mulia" ucapnya
__ADS_1
Yosaka "lalu kenapa kau selalu menghindari ku saat aku ingin bertemu dengan mu"
Ayaka menjawab sambil menunduk
"saya merasa tidak pantas bertemu dengan anda yang mulia"
Yosaka "siapa yang mengatakan itu, hm" sambil mendekat kearah Ayaka dan otomatis membuat gadis itu mundur
"yang mulia, a a pa yang i ingin kau la ku kan" ucap Ayaka gugup
"menurutmu, apa yang akan aku lakukan" tanyanya balik
Ayaka semakin mundur dan tiba tiba saat di langkah terakhir
"aaakkkhh" pekiknya sebuah tangan merangkul pinggang dan memeluknya
sedangkan kedua tangan Ayaka memegang kedua pundak Yosaka
Mereka pun akhirnya saling pandang sampai beberapa saat "kenapa kau memandang ku hm" saat itu Ayaka mencoba untuk lepas dari pelukan Yosaka namun pelukan pemuda itu semakin kencang.
"Yang mulia apa tolong lepaskan aku" pintanya lembut namun
"Kalau aku tidak mau bagaimana" ucap pemuda itu.
Ayaka "yang mulia anda jangan bercanda, bagaimana kalau ada yang melihat kita seperti ini" ia sangat panik kalau sampai ada orang yang tahu jika putra mahkota ada di tempatnya ini.
Yosaka "hn, aku tidak peduli dengan penilaian tentang kita"
Mendengar itu Ayaka terkejut dan bertanya tanya ada apa dengan yang mulia yosaka.
"Kita, apa yang dimaksud tentang kita yang mulia" tanyanya polos.
Yosaka sangat menyukai menyukai sifat apa adanya gadis didepannya ini
"Aku yakin kau lah yang cocok menjadi putri mahkota ku"
Mendengar itu Ayaka terkejut , "yang mulia, apa yang anda katakan putri mahkota, aku" ucapnya memastikan.
di angguki oleh Yosaka
Saat itu yosaka membawa Ayaka untuk berjalan jalan dan sudah pasti dengan Yosaka menyamarkan penampilannya, agar tidak diketahui orang terutama prajurit .
"Yang mulia anda tidak pernah datang kemari" tanya gadis itu saat melihat tatapan Yosaka dipenuhi rasa heran dan kagum.
"Aku memang jarang keluar dari istana"
__ADS_1
Mendengar itu Ayaka terenyuh, ia tidak menyangka jika seorang putra mahkota yang hidup bergelimang harta ternyata hidup seperti dipenjara, tidak bisa menghirup apa yang namanya kebebasan .
"Apakah anda bahagia, yang mulia" tanya Ayaka tiba tiba
Mendengar itu Yosaka menatap, dan tatapannya sangat dalam
"yaa aku sangat bahagia, apa lagi saat bersama mu Ayaka"
Mendengar itu Ayaka yang semula menatapnya pun menunduk tidak berani menatap lagi.
Sedangkan tidak jauh dari mereka seorang gadis menatap penuh benci kearah mereka berdua terutama pada Ayaka.
"Sialan kau Ayaka, berani sekali kau menggoda putra mahkota" ucapnya tajam
"ini tidak bisa dibiarkan, aku harus merusak kebersamaan mereka" setelah mengatakan itu.
Ia pun. menyuruh seseorang untuk mengganggu Yosaka dan Ayaka.
Dan benar saja seseorang melemparkan batu kearah Ayaka dan saat itu yosaka melihat
"Ayaka" teriaknya saat itu yosaka langsung menariknya dalam pelukannya.
Saat itu Ayaka yang terkejut pun hanya diam dipelukkan putra mahkota.
""A ada apa yang mulia, mengapa kau memelukku"
Yosaka hanya diam namun hatinya sangat khawatir 'Pasti ada seseorang yang ingin mencelakai Ayaka ku, dan orang itu ada disekitar sini' innernya yakin.
Sedangkan gadis yang menyuruh orang untuk menyakiti Ayaka sangat kesal karena rencananya untuk menyakiti saingannya gagal
"dasar payah, padahal tinggal sedikit lagi pasti gadis itu terkena batu itu"
Setelah mengatakan itu ia pun pergi entah apa yang ia rencanakan
...penampilan Yosaka...
bersambung
**jangan lupa vote nya
dan baca karya terbaru ku Mawar ditangan Alvin ditunggu yaa**
__ADS_1