
"Kau jahat" ucapnya tiba tiba dan itu membuat Kanoko yang semula menunduk jadi menatap nalila
"Apa yang kau katakan Lila" tanya pemuda itu tidak faham
"Mengapa anda tidak pernah membagi nya pada saya kenapa anda menyimpan rasa sakit anda seorang diri hiks" ucapnya sambil menangis
Mendengar itu Kanoko pun langsung memeluk Nalila dengan erat
"Hiks kau bilang aku adalah kekasih anda tapi anda tidak pernah sekali saja mengatakannya"
Mendengar itu Kanoko menggeleng
"Sayang bukan begitu, aku hanya tidak kau kepikiran dan lagi pula saat itu kau tidak mengingat ku bukan" tanya Kanoko balik
Sedangkan dari kejauhan hajime tersenyum
"Anda melihatnya sendiri kan nenek bagaimana sifat yang mulia pada nona, beliau sangat manja dan begitu juga sebaliknya noma Nalila juga begitu"
Choi pun mengangguk
"Yaa anda benar, tetapi saya masih khawatir jika kaisarmu akan menyakiti cucuku"
Mendengar itu hajime pun langsung menatap sang nenek
"Anda tidak perlu khawatir nek saya bisa pastikan rajaku tidak akan menyakiti nona Lila, saya jamin" ucap Hajime mencoba menyakinkan sang nenek.
Kembali lagi ke Kanoko dan Nalila
"Lila, kau sudah mengetahui semuanya bukan jika suatu saat aku mengajak mu ikut bersama ku apa kau mau" tanya Kanoko penuh hati hati
Mendengar itu Nalila pun menatap Kanoko
"Saya ikut dengan anda" tanyanya memastikan
"Hn apa kau mau Lila" tanyanya lagi.
Mendengar itu Nalila pun menunduk
Sedangkan didunia kegelapan seorang pemuda menggunakan jubah hitam kini dengan rambut berkuncir tinggi entah apa yang sedang ia lamunkan sampai tidak menyadari jika ada seseorang menghampirinya.
"Sedang apa kau disini" tanya orang itu mendengar itu pemuda itu hanya diam namun fikirannya memikirkan pertemuannya dengan gadis lusuh yang ia temui dua hari yang lalu
__ADS_1
Flashback
Sraaakkk
"Makan itu kalau kau masih ingin hidup"
Mendengar itu gadis itu hanya memandang makanan itu dalam diam, namun tidak lama
"si siapa k kau" ucap gadis itu dengan terbata bata
"Kau tidak perlu tahu siapa aku yang terpenting adalah kau harus makan jika kau ingin hidup, apa kau tidak mau membalaskan rasa sakit hatimu pada kaisar" tanya pemuda itu.
Mendengar kata balas dendam gadis lusuh itu pun menatap pemuda itu terkejut , merasa gadis itu menatapnya
"Kenapa kau menatapku, apa ucapanku ini benar hn, bukankah kau ingin balas dendam pada Kanoko"
Mendengar itu gadis yang tidak lain adalah Minami pun mengangguk dan kemudian dia pun makan dengan lahapnya.
Melihat itu entah kenapa diam diam pemuda itu menyeringai saat melihat wanita itu makan makanan yang ia berikan
"Jika kau ingin membalaskan dendam mu pada Kanoko maka kau harus hidup" ucapnya
"Aku ingin membalaskan rasa sakit dihatiku pada Kanoko"
Mendengar ucapan dari Minami pemuda itu pun tersenyum
"tapi bagaimana caranya, kau lihat aku terkurung disini" ucapnya pelan
"Aku, aku akan membatu mu nona" ucap pemuda itu.
Mendengar itu Minami pun terkejut
"Ke kenapa kau mau membantu ku, tuan muda siapa kau sebenarnya dan ku rasa aku tidak pernah melihat mu di istana ini" tanya Minami heran.
Mendengar pertanyaan itu pemuda itu pun kembali tersenyum
"Kenapa, apa kau takut jika aku akan membohongi mu"
Minami pun menatap dengan penuh selidik
"Tentu saja, bisa saja kan kau akan membohongiku kau tahu aku adalah permaisuri negeri ini" ucapnya sombong
__ADS_1
Mendengar itu pemuda itu malah tertawa
"Kau permaisuri hahaha, nona apa kau lupa penobatan mu saja tidak pernah terjadi kau bisa bisanya mengaku dirimu adalah permaisuri"
Mendengar itu Minami pun terdiam
"Dengar nona kau mungkin sekarang bukan permaisuri tapi jika kau bisa menggulingkan tahta kerajaan ini bukan hanya gelar permaisuri yang kau dapat tapi bisa saja menjadi raja wanita pertama di negeri ini"
Mendengar itu Minami pun terkejut dia tidak menyangka pemikiran orang dihadapannya ini bisa sampai seperti ini.
"Apa bisa seperti itu, aku bisa menjadi raja" tanyanya
"Yaa tentu saja nona bukankah itu yang anda inginkan"
Minami pun teringat apa yang dikatakan ayah dan ibunya jika dia menjadi permaisuri maka separuh harta kerajaan, apa lagi dengan tawaran yang diucapkan pemuda dihadapan nya ini menjadi seorang raja pasti ia bisa mendapatkan apa yang ia mau
Melihat keterdiaman Minami pemuda itu pun kembali tersenyum
'Sepertinya dia sudah mulai terhasut, bagus sekarang aku akan melakukan rencana selanjutnya' inner pemuda itu
"Bagaimana tawaranku nona apakah cukup menarik" tanya pemuda itu berusaha memancing.
"Tuan yang ku inginkan adalah membuat kaisar menyesal itu saja"
Mendengar itu pemuda yang tidak lain adalah Kuroiki itu pun kembali berucap
"Apakah hanya itu, kau tidak ingin mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi"
Mendengar itu Minami pun kembali merasa dilema
'Apa yang dikatakan olehnya itu ada benarnya juga, tapi bagaimana caraku melakukan ini' innernya bingung.
"Bagaimana caraku untuk bisa mencapai itu semua" tanyanya pelan.
Namun tidak lama
"Bukankah sudah kubilang aku akan membantumu nona" ucap pemuda itu.
flashback akan dilanjut dichapter selanjutnya
ingat like nya yaa
__ADS_1