Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
Kembali nya Sang Pangeran mahkota


__ADS_3

Saat ini Kanoko pun berada di sebuah taman. ia saat ini sedang menunggu seseorang yang tidak lain adalah nalila atau dimasa lalu adalah Adhura.


Dan ditempat lain seorang gadis sedang bersiap siap dengan pakaian sederhananya ingin bertemu dengan seseorang yang tidak lain adalah Kanoko .


"Apa tidak apa aoa jika aku berpakaian seperti ini" gumamnya


tidak lama sang kakek pun terpana saat melihat sang cucu berpakaian sangat indah



Nalila yang dipandangi oleh sang kakek pun nampak bingung .


"Kek, apakah penampilan ku ada yang aneh?" tanya nya


Sang kakek pun tersentak lalu menggeleng sebagai jawabannya.


"Tidak cucuku, kau kelihatan sangat cantik"


"Benarkah kek, tapi aku merasa pakaian ku ini sangat sederhana" ucap gadis itu sambil menunduk


Sang kakek menghampiri Nalila "Kau itu cucu ku yang paling cantik, bagaimana bisa ada yang bilang kau tidak cantik. Sini kakek hajar dia" ucapnya bercanda


Nalila tersenyum "Itu tidak perlu kek. Oh iya kek hari ini adalah hari terakhir tuan muda Kanoko tinggal di kontrakan kita"


Mendengar itu sang kakek, melihat ada raut wajah sedih saat sang cucu mengatakan itu


"Apakah kau sedih" Nalila langsung menatap sang kakek "Apa kau sedih saat tahu jika pemuda itu akan pergi?"


"A- aku... aku tidak tahu kek, tapi saat dia mengatakan bahwa hari ini dia akan pergi, entah kenapa hati ku seakan tidak rela"


Sang kakek tersenyum "Lebih baik kau sampai kan isi hati mu pada pemuda itu"


"Kakek, aku dan dia itu baru kenal. Bagaimana bisa aku mengutarakan isi hatiku pada orang yang baru kenal"


Saat itu Kanoko yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat Nalila berada tersenyum


Mungkin kau tidak ingat siapa kau sebenarnya namun hati mu tidak biasa berbohong. Adhura, jika hatimu masih terikat dengan ku



...Penampilan Kanoko...


Saat itu Yun Jai yang melihat Kanoko tersenyum, mengerinyit heran


"Yang mulia, mengapa anda tersenyum, bukankah hari ini adalah hari terakhir anda bertemu dengan nona Nalila"


"Apakah kau berpikiran begitu paman, apa kau tidak merasa jika aku akan semakin dekat dengan Adhura?"


Mendengar itu Yun Jai di buat bingung

__ADS_1


Dan saat ini Nalila berada di sebuah padang dan tidak lama Kanoko pun datang


"Akhirnya kau datang" ucapnya sambil tersenyum menatap kearah gadis manis yang selalu membuat hati seorang Kanoko terpikat


"Bukankah janji harus ditepati tuan"


Pemuda itu mengangguk lalu tidak lama berkata


"Mungkin ini adalah pertemuan kita yang terakhir nona Nalila"


Degh!


Mendengar perkataan dari Kanoko entah kenapa membuat hati gadis itu sakit


"Jadi benar anda akan segera pergi dari sini"


Kanoko pun menatap gadis yang sudah menawan hatinya sejak lama itu penuh kelembutan.


"Hm, aku harus pergi"


Mendengar itu Nalila menatap, namun kemudian dia menunduk sedih


"Kenapa, apa kau sedih, apa kau tidak akan membiarkan aku pergi?"


Dengan takut takut Nalila berkata "Apa hak saya dengan menghalangi anda pergi? Saya bukan siapa siapa anda"


Kanoko mengangguk "Benar, kau memang bukan siapa siapa ku, tapi " jedanya


Mendengar itu membuat Nalila terkejut bukan main


."A- apa yang anda katakan tuan?"


Sambil menghampiri Nalila dengan perlahan dan itu membuat Nalila sedikit panik dan berjalan mundur


"A apa yang i ingin anda lakukan tuan!"


"Nalila, kau tidak menginginkan aku pergi. Benarkan?"


Nalila terus berjalan mundur sedangkan Kanoko terus maju


"T tuan s saya mohon j jangan lakukan i ini"


"Kenapa, tidak ada yang melihat kita" ucapnya dan saat itu langkah keduanya terhenti kawan Nalila sudah berada di bawah pohon dan tidak bisa lagi mundur.


"Katakan, jika kau tidak ingin aku pergi"


Mendengar itu tanpa terasa air mata Nalila menetes


"Iya hiks a aku tidak ingin anda pergi hiks tapi apa hak ku"

__ADS_1


Mendengar pertanyaan itu membuat Kanoko tersenyum "Kau tidak menyadari siapa kau sesungguhnya. Tapi tak apa aku senang kau sudah mau mengutarakan isi hati mu"


Nalila yang mendengar itu pun bingung "Apa yang kau katakan? A aku tidak mengerti?"


Dengan lembut Kanoko pun berkata


"Kau. tidak perlu bingung, yang terpenting adalah kau percaya kan dengan apa yang aku katakan?"


Nalila mengangguk perlahan "Raga ku mungkin akan meninggalkan mu. Tapi tidak dengan hati ku"


Nalila yang mendengar ucapan itu pun tidak kuasa menahan tangis.


"Kau akan menyadari apa yang ku ucapkan ini pada saat nya nanti"


Nalila pun menghapus air matanya dan dia harus merelakan orang yang di cintai pergi


"Sudah jangan menangis, aku janji kita akan bertemu lagi"


"Benarkah tuan, benarkah kita akan bertemu lagi" memastikan apa yang di dengar


Kanoko mengangguk dan tidak lama seorang pria menghampiri "Tuan sudah saatnya berangkat"


Kanoko mengangguk lalu menatap Nalila


"Jaga dirimu baik baik"


Nalila mengangguk lalu berkata


"Anda juga harus hati hati" Setelah mengatakan itu Kanoko dan Yun Jai pun pergi


Sedangkan di istana sang kaisar saat ini sedang menunggu kabar dari sang mata mata


"Bagaimana , apakah kau tahu dimana putra mahkota berada?" Dengan tidak sabar sang raja Yosaka meminta informasi pada sang mata mata


"Menurut informasi yang saya terima jika Yun Jai membawa yang mulia putra mahkota ke dunia manusia. Yang mulia"


Mendengar kata dunia manusia membuat Yosaka marah


"Berani sekali Yun Jai membawa putra ku ke dunia yang penuh dengan orang jahat itu"


"Saat itu ada seorang yang berusaha meredam amarah sang raja "Yang mulia, tolong tenang lah, mungkin Yun Jai ingin menunjukkan sesuatu"


Dengan tatapan tajam Yosaka "Apa maksudmu Fuan Ji?"


"Yang mulia, mungkin saja tuan jenderal Yun Jai bermaksud untuk melatih yang mulia putra mahkota"


Mendengar ucapan dari Fuan Ji Yosaka pun meredam emosinya


"Baik lah kita tunggu mereka berdua kembali Dan kalian 1 minggu lagi undang keluarga bangsawan Tamichi dan juga keluarga bangsawan yang lain. Aku ingin mengadakan perjamuan. sekaligus mencarikan seorang putri mahkota yang kelak mendampingi putra ku untuk menjadi permaisuri di istana kegelapan ini" ucapnya tegas.

__ADS_1


"Baiklah yang mulia saya akan memberi tahukan kabar bahagia ini ke seluruh negeri" ucap Fuan Ji


Bersambung


__ADS_2