
Setelah mengunjungi istana sang anak kini hati harana menjadi tenang
"syukurlah Minami ternyata baik baik saja"
Saat itu ia melihat sebuah cahaya di istana dimana kaisar kanoko berada
"cahaya apa itu kenapa ada cahaya seterang itu di istana agung" ucapnya pelan
sedangkan Kanoko yang saat ini masih ada di istana salju pun merasakan jika sesuatu terjadi.
"permaisuri ku kita harus kembali" ucap Kanoko tiba tiba
Nalila langsung menatap sang kaisar
"ada apa yang mulia, apakah akan terjadi sesuatu"
Kanoko menatap dan langsung menggenggam tangan Nalila dan ia pun menghilang namun sebelum itu
"ingat ini shira akan ada bahaya yang akan mengintai kita, apa lagi jika sampai Mishugi tahu kau bukan Minami yang asli"
Shira pun sangat takut dan ia pun
"yang mulia kaisar, yang mulia permaisuri lalu saya harus bagaimana"
Nalila menatap penuh khawatir ia pun menatap kearah suaminya "yang mulia kita harus bagaimana"
Kanoko menatap Nalila dan berkata "tenang lah permaisuri ku, kau tidak perlu sekhawatir itu"
"yang mulia bukan saya, tapi saya takut jika shira akan dalam bahaya akibat kebohongan ini"
melihat itu shira pun terkejut ia tidak menyangka kalau Nalila permaisuri no satu di negeri ini mengkhawatirkan gadis rendahan sepertinya
"yang mulia anda mengkhawatirkan saya"
Nalila pun menatap "aku khawatir jika orang yang tidak bersalah terkena imbasnya"
Kanoko yang mendengar itu pun "maka dari itu kau" ucapan Kanoko terhenti sambil menatap shira "kau harus berhati hati, jangan sampai kau terhasut oleh ajakan wanita itu"
mendengar itu shira menunduk
"saya akan berusaha untuk tidak berkhianat pada anda berdua"
Nalila "aku tahu ini sangat sulit, dan mungkin jika aku jadi dirimu mungkin aku tidak bisa"
Shira "apa yang anda katakan yang mulia, itu tidak benar anda malah lebih kuat dan tangguh"
Nalila menggeleng "kau terlalu memuji, yang mulia memilih mu berarti kau sanggup menggantikan permaisuri Minami"
"permaisuri, aku memilih nya karena untuk menipu Mishugi dan..." ucapannya terputus saat ada seseorang datang
"yang mulia gawat nyonya Harana ada disini"
Saat itu Kanoko dan Nalila langsung menghilang , dan tidak lama kemudian benar harana pun kembali datang kekediaman Minami palsu.
"sayang kau tidak apa apa" tanyanya khawatir
Dengan tatapan bingung gadis itu pun malah bertanya balik "ibu ada apa kenapa kau terlihat sangat khawatir"
Sedangkan tidak jauh dari tempat shira berada Kanoko dan Nalila kini memiliki kesempatan menguping lebih jelas
__ADS_1
"yang mulia, mengapa kita bersembunyi, bukankah kau penguasa negeri ini"
"hussst, kita harus diam disini sampai kita tahu apa yang akan. dilakukan wanita itu pada pelayan ibunda"
mereka pun mendengarkan pembicaraan keduanya
Harana "sayang kau tahu ibu, melihat sesuatu di istana agung"
mendengar itu Kanoko dan Nalila saling pandang
"memangnya apa yang ibu lihat di istana agung"
Harana pun menjawab "ibu melihat sebuah cahaya yang sangat terang"
"memangnya cahaya apa"
harana "ibu tidak tahu maka dari itu kau harus cari tahu"
Saat itu Kanoko pun mengeluarkan sebuah sihir "yang mulia ada apa" tanya Nalila pelan
"aku lupa menyimpan cermin ajaib dan aku yakin saat ini cahaya dari cermin itu sudah dilihat oleh penghuni istana dan perempuan itu sudah melihatnya"
"ayo ibu tunjukkan, kau pasti sangat takjub dan penasaran cahaya apa" menunju kearah luar namun sampai diluar ternyata
"loh, kok tidak ada"
sedangkan shira yamg kini berubah menjadi Minami pun menahan tawa sambil melirik arah samping dimana Kanoko dan Nalila sudah memberikan kode.
"bu sebenarnya ada apa, sinar apa yang ibu lihat" tanya sang anak
harana menatap kearah dimana sinar terang itu tadi berada
*sayang ibu sungguh melihatnya" ucapnya yakin
sang ibu tetap kekeuh jika dia memang melihat saat itu Kanoko muncul
"ada apa ini, kenapa ribut ribut" ucapnya datar
Saat itu Minami pun memberi hormat
"yang mulia maaf sudah membuat keributan" ucapnya
"yaa, ibu mu itu membuat keributan dan kau tahu itu sangat menggangu ku dan tolong anda bisa pergi dari sini" usir sang raja
mendengar itu Harana terkejut "yang mulia anda tidak bisa mengusir saya dan lagi pula ini kediaman putri hamba"
mendengar itu Kanoko tersenyum miring
"kediaman putrimu, kau bilang oh jadi kau akan pergi jika putri mu ini keluar dari istana ini"
mendengar Minami terkejut dan langsung berlutut "yang mulia tolong jangan usir saya, saya akan melakukan apa yang anda perintahkan"
Saat itu Kuroiki datang dan juga berpapasan dengan Nalila
"yang mulia permaisuri" ucapnya sambil memberi hormat
"tuan kuro, sedang mencari yang mulia"
mendengar itu Kanoko pun menatap asal muasal suara itu "sayang" panggilnya
__ADS_1
mendengar itu Nalila pun menghampiri Kanoko dan memberi hormat
"hormat pada yang mulia dan juga yang mulia permaisuri"
melihat itu Harana pun menatap sombong
"heh, bagus kalau kau tahu batasan mu"
Saat mendengar itu membuat hati Kanoko meradang "seharusnya kau lah yang harusnya tahu batasan mu, kau itu bukan bagian dar kerajaan ini"
Harana tidak menyangka akan diperlakukan seperti ini oleh menantunya
Minami pun mulai melancarkan aksinya
"yang mulia mohon anda jangan marah akan ucapan ibu hamba"
Mendengar itu Kanoko menatap tajam kearah harana, sedangkan Nalila tersenyum
"yang mulia saya memang gadis biasa dan saya juga tahu batasan saya jadi nyonya tidak perlu khawatir"
Kanoko tidak menerima itu dan ia pun
"kau memiliki hak atas ku dan untuk dia" menunjuk ke arah Minami dan juga ibunya
"dia itu hanya memiliki gelar namun selamanya aku tidak akan pernah ada dihatiku"
Setelah mengatakan itu Kanoko dan Nalila pun pergi namun sebelum itu
"kau bilang melihat sebuah cahaya dari kediaman ku"
Harana terdiam, namun shira atau Minami palsu itu langsung menyeletuk
"maaf yang mulia mungkin ibu hamba salah lihat"
Harana pun langsung menyangkal nya
"tidak yang mulia aku tadi melihatnya"
Mendengar itu Kanoko menyeringai
"sepertinya ibu mu itu lelah, permaisuri sepertinya ibumu itu sangat lelah yaa, jadi permaisuri bawa saja ibumu itu ke tabib"
harana pun menggeleng, dan dengan gampangnya Minami palsu berkata
"yang mulia sungguh perhatian baiklah akan saya bawa ibu ke tabib nanti"
Mendengar itu Kanoko tersenyum "bagus lah permaisuri kyun, kau juga harus istirahat yaa"
pura pura memberi perhatian dan itu membuat harana terkejut saat Kanoko memberikan perhatian walaupun kecil
Setelah mengatakan itu Kanoko dan Nalila pun pergi, setelah kepergian sang kaisar Harana menatap tidak percaya kepada sang anak
"yang mulia, kau diperhatikan kaisar"
Minami tersenyum mendengar ucapan sang ibu
"selamat yang mulia, akhirnya kau mendapatkan perhatian dari kaisar, ibu yakin cepat atau lambat perhatian kaisar tertuju pada mu"
Minami diam diam menyeringai
__ADS_1
'kau tidak tahu jika dihadapan mu ini bukan lah anakmu, bagaimana yaa kalau perempuan ini tahu kalau aku bukan anaknya' inner shira.
bersambung