
Setelah mengatakan itu orang itu menaruh kertas itu disaku jubahnya dan pergi menghilang sedangkan saat ini putra mahkota aka Kanoko sedang berjalan jalan
"yang mulia saya dengar akan diadakan pemilihan putri mahkota untuk anda"
Mendengar itu kanoko diam tidak peduli
"mana ku tahu, dan walaupun itu terjadi aku tidak peduli"
saat itu para dayang berjejer dan memberi salam padanya "hormat pada yang mulia" ucap mereka serempak
mendengar sapaan itu Kanoko hanya berlalu begitu saja
saat itu seorang dayang bertanya pada sesama dayang "kenapa sifat yang mulia sangat dingin apa tidak ada satu wanita pun yang bisa meraih hati beliau"
dayang yang ditanya pun menjawab "sejak diputuskan beliau adalah raja selanjutnya sifat yang mulia putra mahkota berubah, aku juga tidak tahu kenapa"
Tidak lama Minami muncul dengan salah satu dayang "aku tidak menyangka kalau istana agung semegah ini"
sang dayang mengiyakan "benar nona, dan saya dengar bukan kita saja yang diundang tapi putri bangsawan lain juga banyak yang akan datang"
Minami terkejut "benarkah, jadi ini bukan pertemuan biasa"
'jadi aku bisa bertemu dengan putra mahkota, lelaki impian ku itu akan datang'
Saat itu digerbang ternyata banyak putri bangsawan yang datang dan di atas raja kedua dan juga kaisar yosaka juga melihat
"aku tidak menyangka mereka sangat antusias untuk menjadi calon cucu tersayang ku ini" ucap raja kedua
"hn, bukankah ini yang anda mau ayah" ucapnya datar
Raja kedua menatap sang anak "apa kau sangat yakin dengan apa yang dikatakan permaisuri mu, aku tidak pernah meragukannya putraku tapi putra mahkota harus cepat naik tahta, dan aku hanya ingin mempersiapkannya saja"
Tidak lama muncullah Kanoko dan bersama ayaka dan kazani
"putraku, kenapa kau bisa bersama dengan istri tuan fusaka" tanya raja kedua
"ayahanda aku datang untuk mendandani putra mahkota dan saat menuju kediaman putra mahkota aku bertemu dengan Kazani jadi sekalian saja kami datang ke sini"
Kazani pun memberikan salam pada raja kedua dan kaisar yosaka "salam yang mulia kaisar dan yang mulia raja kedua"
Namun raja kedua menghentikannya
"eeh, jangan lakukan itu, kau tidak perlu melakukan ini" saat itu kazani pun menunduk
"ayo kita ke aula"
Mereka pun menuju aula dan disana banyak sekali putri bangsawan yang cantik, tidak lama Kanoko muncul dan itu membuat para putri bangsawan terpana akan ke tampana pemuda itu
"aku tidak menyangka yang mulia putra mahkota setampan ini"
semua putri mengakui itu jika Kanoko sangat tampan dan wanita mana yang tidak terpesona akan dia.
saat itu Kanoko duduk diantara kakek dan sang ayah, saat itu yosaka berdiri "selamat datang di istana kegelapan aku mengundang para putri untuk mengenalkan calon raja selanjutnya"
"Dan aku mengundang para putri untuk memberitahu kalau tiga bulan lagi adalah pemilihan putri mahkota jadi untuk para putri untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin"
Saat itu para putri pun mengangguk dan minami diam diam mencuri pandang kearah Kanoko
'yang mulia sangat tampan, tidak salah kalau banyak sekali wanita ingin mendapatkan posisi putri mahkota, heh tapi kalian tidak akan pernah bisa bersaing dengan ku' innernya sombong.
tiba tiba sang ibu bertanya dengan suara yang amat pelan "sayang apakah ada yang kamu sukai dari gadis gadis itu"
Mendengar pertanyaan itu Kanoko menggeleng . melihat itu Ayaka menghela nafas pasrah dan tidak lama acara itu selesai
para putri kembali ke kediaman masing-masing lain halnya dengan Matsumoto setelah dia mencari dokumen itu ia pun menyerahkannya pada sang ayah
"ini dokumen yang ayah cari" sambil menyerahkan "lain kali ayah jangan ceroboh"
Mendengar sang anak seperti sedang menceramahi nya Mishugi menatap tajam
"kau berani menceramahi ku!! dengar ini putra ku aku melakukan ini semua demi kelangsungan hidup kita"
Matsumoto "apa maksudmu ayah"
Mishugi melanjutkan ucapannya "kau tahu aku melakukan ini agar adikmu lah yang terpilih menjadi putri mahkota"
Mendengar itu sang istri harana "nak kali ini musuh kita adalah perdana menteri fukasa dia bisa saja menjadi penghalang rencana kita"
Mendengar itu Matsumoto bertanya "memangnya apa yang bisa dilakukan oleh paman Fukasa dia saja belum memiliki seorang anak, mana mungkin dia bisa melakukan yang kalian fikirkan"
Mishugi "apa kau lupa sekarang istri si fukasa itu sedang hamil"
"lalu apa hubungannya anak itu belum tentu juga perempuan kan" sela sang putra
"heh, kau tahu permaisuri ayaka meramalkan kehamilan kazani dan kau tahu apa yang Ayaka katakan" ucapan sang ibu terjeda sejenak
"dia mengatakan kalau anak yang dikandung kazani adalah perempuan dan dia juga menegaskan akan menjodohkan anak itu dengan putra mahkota"
Mendengar itu Matsumoto terkejut
"bagaimana mungkin ini bisa terjadi bukankah anak itu belum lahir dan permaisuri hanya meramalkan saja"
Namun tidak lama, "tidak bisa kita biarkan ayah"
Saat itu Minami yang mendengar pembicaraan mereka terkejut
__ADS_1
"apa yang kalian bilang, putra mahkota aksn dijodohkan dengan anak yang belum lahir tidak !! tidak bisa dipercaya"
ia pun menghampiri sang ayah "ayah bukankah kau menjanjikan hanya aku yang pantas bersanding dengan putra mahkota, lalu kenapa aku dengar aku harus bersaing dengan anak yang belum lahir, tidak tidak aku tidak bisa menerima ini, hanya aku lah yang pantas menjadi putri mahkota ayah hanya aku!!" ucapnya sambil berteriak
melihat putrinya terkejut dan tidak menerima harus bersaing dengan janin sang ibu pun mencoba menenangkan nya
"tenang lah nak, ibu dan ayah mu tidak akan membiarkan mu harus bersaing dengan mereka, hanya kau lah yang pantas untuk yang mulia Kanoko"
Saat itulah Mishugi menatap dokumen itu dan sebuah rencana terbentuk
fusaka kau sudah berani bermain main dengan ku, lihat saja akan ku buat kau menyesal
Sedangkan ditempat kediaman Fukasa sang istri sedang menatap pakaian kecil hasil buatannya
"suamiku lihat ini indah sekali bukan"
"iya istri ku sangat indah" ucapnya
tanpa mereka sadari seseorang menyelinap dan menaruh sesuatu "kita lihat saja sebentar lagi kalian semua akan terusir dari negeri ini" ucapnya .
Dan benar saja ternyata di istana sedang dihebohkan dengan "apa kau dengar jika ada seorang rakyat melihat jika perdana menteri telah melakukan sebuah transaksi"
Mendengar itu yosaka tidak mempercayai nya
tidak mungkin fukasa melakukan itu, aku yakin ada yang ingin menjebaknya '
Yosaka "apa kalian memiliki bukti, jangan asal menuduh saja jika tidak memiliki bukti"
Saat itu fusaka yang merasa tidak melakukan pun berusaha memberikan isyarat namun meski pun sebenarnya yosaka paham .
Mishugi pun berucap "buktinya sudah ada yang mulia" sambil menyerahkan sebuah kertas tanda tangan
"tidak yang mulia saya tidak pernah melakukan transaksi ini" ucap fukasa
Raja kedua "tapi itu adalah tanda tangan mu tuan perdana menteri"
fukasa pun mencoba menyakinkan sang raja
"yang mulia saya tidak pernah melakukan ini waktu itu saya juga tidak kemana mana"
saat itu ada seseorang menyeletuk "apakah anda lupa saya yang anda bayar untuk melakukan ini" fukasa tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh orang itu.
raja kedua yang sudah terhasut pun memerintahkan prajurit untuk menangkap Fukasa sedangkan sang istri
"tidak yang yang mulia jangan tangkap suamiku dia tidak bersalah"
namun sang raja kedua tidak menggubris ucapan kazani melihat itu Ayaka pun menghampiri perempuan itu
"bersabar lah kazani, aku juga percaya kalau Fukasa tidak bersalah aku yakin ada yang sudah menjebaknya"
ayaka mengangguk "aku percaya kalian tidak akan melakukan ini"
Saat ini Fukasa masuk kedalam penjara dan saat itu seseorang melihat dan segera melapor
"yang mulia" panggilnya tergesa-gesa
"ada apa subaki"
tuan fukasa dan istrinya ditangkap"
mendengar itu Kanoko terkejut "kenapa bisa"
"saya tidak tahu yang mulia tapi saya curiga kalau mereka dijebak"
mendengar itu Kanoko sudah dapat menebak siapa yang melakukan ini
"subaki, kau harus lakukan sesuatu untuk ku"
"saya akan melakukan untuk anda"
Setelah mengatakan itu subaki pun keluar menuju penjara bawah tanah
Sedangkan Fukasa dan sang istri "apa yang harus kita lakukan suamiku, siapa yang akan menolong kita"
Saat itu "anda harus bersiap siap"
Keduanya terkejut dengan apa yang dikatakan
"siapa anda"
Orang itu menjawab "anda tidak perlu tahu yang terpenting malam ini saya akan membawa pergi anda"
Setelah mengatakan itu orang itu pun pergi.
"suamiku apa yang kita lakukan ini benar"
fukasa "entahlah istri ku yang terpenting kita bisa menyelamatkan anak kita"
Malam pun tiba orang itu sudah berdiri di depan tempat semua tahanan berada
flashback
"yang mulia perdana menteri fukasa dan istrinya telah ditahan, akibat fitnah yang dilakukan tuan Mishugi"
Mendengar itu pandangan Kanoko menajam
__ADS_1
"kurang ajar!! kita terlambat satu langkah"
orang itu membenarkan ucapan Kanoko
"benar yang mulia, maaf karena saya terlambat mencari bukti"
"sudah tidak apa, yang terpenting aku ingin kau bawa mereka pergi dari sini"
Mendengar itu orang itu pun bingung
"bagaimana caranya yang mulia akan sangat sulit membebaskan mereka karena pasti penjagaan disana sangat ketat"
Kanoko mengerti akan hal itu namun ia harus menyelamatkan kedua orang yang tidak bersalah itu .
"lakukan saat malam hari, bawa mereka pergi, biar masalah yang lain aku yang akan menanganinya"
Orang itu langsung mengangguk dan pergi
flashback off
Setelah menunggu cukup lama orang itu pun melancarkan aksinya, sebelum masuk orang itu membuat para penjaga pingsan terlebih dahulu .
Setelah penjaga pingsan semua orang itu pun langsung menuju tempat dimana fukasa dikurung
"tuan nyonya"
sepasang suami istri itu langsung berdiri
"siapa anda dan kenapa anda melakukan ini"
orang itu pun menjawab "nanti saya beri tahu yang terpenting anda dan juga istri anda selamat"
Mendengar itu mereka berdua bergegas pergi dari penjara itu dan menghilang.
Saat itu seorang pelayan sedang ingin mengantar kan makanan untuk yang mulia putra mahkota.
Namun belum juga sampai ia mendengar seseorang tertawa
"akhirnya kita bisa menjebloskan Fukasa ke penjara ayah"
Mishugi "kau benar putraku, tapi kita tidak boleh senang dahulu"
Matsumoto "apa maksudmu ayah"
Mishugi "kita harus bisa melenyapkan nya ayah tidak mau kalau dia masih ada disini bisa saja kan dia mengatakannya pada kaisar dan juga putra mahkota"
Matsumoto mengangguk "kau benar ayah"
saat itu tidak sengaja sang pelayan menyenggol sesuatu
sraakk
kedua orang itu pun langsung menatap
"ayah pasti ada orang yang mendengar pembicaraan kita"
Saat itu mereka bergegas mencari asal muasal namun tidak ada orang
"orang itu kabur"
Mishugi "pasti belum jauh kau cepat cari dia"
Matsumoto "baik ayah"
sedangkan orang itu pun bergegas pergi
"aku harus beritahu yang mulia"
Saat itu Matsumoto menyuruh anak buahnya
"cepat kejar orang itu"
saat itu salah satu dari prajurit bertanya
"memangnya siapa dia tuan"
"sudah jangan banyak tanya dia itu mungkin mata mata si Fukasa"
mendengar itu para prajurit pun bergegas mengejarnya dan saat itu sang pelayan pun. terkepung karena ternyata orang orang itu adalah komplotan
"mau apa kalian" ucapnya gugup
para prajurit sudah mengepungnya dan saat itu muncul Matsumoto
"oh ternyata kau pelayan yang saat itu sombong pada adikku"
"mau apa kau"
Matsumoto "mau apa kau bilang" sambil menodongkan sebuah pedang
"mengambil nyawa mu" setelah itu pedang itu diayunkan dan menebas kepala pelayan dan ia pun tersungkur.
sedangkan para prajurit itu terkejut melihat tuannya membunuh pelayan itu dengan keji.
"siapa pun yang menghalangi ku akan bernasib sama seperti ini"
__ADS_1
flashback asal muasal hilangnya fukasa dan terbunuhnya pelayan terhenti sampai di sini dulu