
Minami terus terisak sambil menahan rasa sakit ia pun menatap sekita tempat ia sekarang berada
"hiks kenapa kau lakukan ini padaku tuan hiks mana janjimu yang katanya akan membebaskan ku dari sini"
mendengar itu orang berjubah hitam itu tersenyum remeh dibalik pintu
"apa kau itu gila yaa kapan aku mengatakan itu haah dasar gadis gila!! dengar ini baik baik pria yang kau temui saat itu sudah mati dan kau tahu siapa yang melenyapkan nya" pria itu menghentikan ucapannya sejenak
Sedangkan minami dia sangat terkejut mendengar orang yang dulu menolong nya mati, namun dihatinya
'Tidak, tidak mungkin orang itu mati dengan mudahnya, dia pasti berbohong' innernya
Sedangkan orang itu yang mengetahui apa yang difikirkan oleh Minami menggeleng pelan
"kau tidak percaya" tanyanya tiba tiba
minami yang mendengar pun menatap pintu itu dan menunggu ucapan pria itu
"Silahkan saja, tapi yang jelas pria itu sudah binasa karena laki laki itu adalah makhluk bumi dan kau tahu makhluk bumi itu siapa, manusia"
Mendengar itu Minami menggeleng tidak percaya
"tidak!! tidak mungkin kau pasti berbohong!!" teriaknya
Pria itu menyeringai "terserah, kau mau percaya atau tidak yang jelas dia sudah binasa dan kau tahu manusia tidak bisa bertahan di alam ini iya kan"
Minami terdiam, hatinya pun mulai bertanya tanya apa benar jika lelaki itu sudah binasa
"kau pasti bohong!! kau hanya ingin aku menyerah bukan"
Pria itu terdiam sejenak "menyerah, menyerah apa heeh wanita tidak tahu diri bukan kah ini yang kau mau"
Minami yang mendengar pun terkejut "apa hiks tau apa kau dengan apa yang ku inginkan hiks"
Orang berjubah itu menjawab dengan datar
__ADS_1
"bukankah kau inginkan ini, aku masih ingat kalau kau lah yang berambisi menginginkan ratu negeri kegelapan"
Mendengar itu Minami jadi teringat dengan apa yang ia katakan pada pria yang pernah ia temui dipenjara bawah tanah istana
Flashback
seorang pria berjubah hitam datang dan menghampiri wanita lusuh yang tidak lain adalah minami
"kau datang" ucapnya lemah
sedangkan pria itu hanya menatap datar
"hn menurut mu"
Minami berusaha untuk bangkit, namun karena tubuhnya penuh dengan luka ia pun tidak terlalu kuat untuk berdiri
"kau lihat ini semua perilaku Kanoko si sialan itu"
Mendengar itu tanpa sadar pria mencengkram buku tangannya dengan sangat kuat.
Orang itu memutar bola matanya malas mendengar minami berucap
'ini adalah tempat mu yang seharusnya, tapi demi yang mulia nalila aku harus cepat membawa nya pergi dari sini, jika tidak gadis gila ini akan membahayakan yang mulia" ucapnya dalam hati
Sedangkan minami yang melihat keterdiaman pria itu pun
"apa yang anda fikirkan tuan" ucapnya tiba tiba
"tidak ada” dengan agak terkejut
Minami pun terdiam namun tidak lama
"bagaimana dengan rencana mu yang ingin membawa ku keluar dari sini"
Mendengar itu pria itu menatap tajam Minami
__ADS_1
"apa kau meragukan aku, heeh"
Minami langsung menggeleng takut
"dengar ini, jika kau meragukan aku lebih baik kita batalkan saja kerja sama ini"
Mendengar itu Minami menggeleng dan berusaha menghampiri pria itu
"tidak!! aku mohon jangan lakukan ini aku percaya pada mu hiks tolong bantu aku aku ingin Kanoko dan seluruh orang yang dia sayangi hancur sehancur hancurnya"
Mendengar ucapan itu pria itu menyeringai dan menatap gadis itu
"kalau begitu dengar ini baik baik, kau tunggu aku "
Minami bingung kenapa dia harus menunggu lagi
"memangnya anda akan pergi kemana dan berapa lama saya menunggu anda"
Sedangkan yang ditanya hanya diam dan berlalu begitu saja.
flashback off
Mengingat itu Minami tetap dengan pendiriannya
"aku harus mempercayai dia kalau dia tidak akan menipu"
Sedangkan orang itu menggelengkan kepalanya
"heeh dia tidak sadar kalau yang dia tunggu itu hanya sebuah kebohongan semata"
pria itu pun berjalan menjauhi bangunan itu sambil menyeringai
"bagaimana ini kalau Mishugi tau jika putri kesayangannya seperti ini, heh aku tidak sabar melihat reaksinya"
**Bersambung
__ADS_1
like dan komen yaa**