
Lenting yang akhirnya paham akan ucapan suaminya terdiam, sampai pada akhirnya ibu dari permaisurinya Minami pulang dan tinggal lah Kuroiki, Kanoko dan hajime.
"huuuhh sambil membuang nafas lega kuroiki seperti orang yang habis melepaskan beban berat.
"Kau" sambil menatap sang istri "hampir membuatku mati ditempat Lenting"
Lenting semakin bingung dengan ucapan suaminya
"Apa maksudmu Kuroiki, dan apa ini yang mulia bukankah yang mul..." ucapan langsung diputus
"Hentikan perdebatan ini" selanya tegas
Semuanya menunduk dan tidak lama Minami palsu itu muncul dan memberi hormat pada Kanoko
"Yang mulia" ucap perempuan itu
"Hn, untuk kali ini tugas mu sudah selesai"ucapnya tanpa menatap perempuan itu.
Saat itu Nalila juga keluar "yang mulia, mengapa kau harus berbohong, kasihan mereka kalau sebenarnya" ucapannya terhenti
Saat Kanoko menatapnya agak tajam, dan saat itu Nalila menunduk
"Kau tahu sayang aku melakukan ini untuk mu"
Tidak lama kemudian perempuan yang menyamar sebagai Minami itu berubah
"Maafkan hamba yang mulia permaisuri, saya harus melakukan itu, tapi saya" ucapannya terputus saat
"Kau tidak salah nona" namun dengan cepat gadis itu langsung menyela
"jangan panggil saya nona yang mulia, nama hamba Shira, saya adalah dayang istana yang pernah mengurus ibu suri" ucapnya memperkenalkan diri.
Nalila tersenyum "Shira, nama yang indah"
Lenting mendekat ke arah Nalila
"yang mulia, saya Lenting, saya juga seorang dayang di istana"
"benarkah, wah ternyata disini saya datangnya baik" lalu ia menghadap ke arah Kanoko
"Yang mulia bolehkah mereka menjadi sahabat saya"
Mendengar itu membuat shira dan para dayang saling pandang
__ADS_1
"Apa yang mulia katakan kami semua jadi teman anda"
Di angguki oleh Nalila
"tapi yang mulia kami rasa" dengan tidak enak Shira melanjutkan ucapannya "kami tidak pantas"
"Apa yang kau katakan, kau tahu aku di sini sendirian, yang mulia kaisar pasti sibuk"
Mendengar itu Kanoko "apa yang kau katakan permaisuri ku, kau itu tidak sendirian, baiklah nanti aku akan suruh Hajime dan bukisha untuk mengerjakan se..." ucapannya terputus
"Tidak yang mulia, bukan itu maksud saya, saya hanya ingin menganggap mereka sebagai teman saya bukan hanya sekedar dayang atau pelayan itu saja, dan saya tidak ingin menyulitkan anda" .
Mendengar itu semuanya kagum dengan sikap nalila.
"Aku yakin kerajaan ini akan makmur" ucap salah satu dayang
"iya kau benar sekali Chita, karena permaisuri kita yang sekarang baik hati bagaikan seperti bidadari"
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Sedangkan dikediaman Sogama Minami yang asli kini mondar mandir menunggu seseorang
"kenapa lama sekali, apa kenapa ayah tidak datang apa orang suruhan ku tidak memberitahukannya kalau aku ada ditempat ini"
Sraaakkk
"Aaakkk" teriaknya
"Siapa, yang memerintah mu haah" sambil menarik kerah orang itu dengan kasar
"Itu bukan urusanmu!!, lepaskan aku" ucapnya berusaha lepas dari cengkeraman orang itu.
"Tidak akan sebelum kau memberi tahu ku siapa yang mengirimu untuk memata matai istana"
Namun sepertinya orang itu masih tidak mau membuka mulutnya
"oh kau tidak mau memberitahu kita lihat" ucapnya terputus saat melihat Kanoko
"Yang mulia" ucap orang itu sambil menunduk
"hn, jadi dia yang menjadi mata mata disini"
Mendengar itu orang yang ada dalam cengkeraman itu langsung menunduk
__ADS_1
"Yang ji, aku ingin kau bereskan orang ini sekarang juga"
Mendengar itu pria paruh baya itu pun langsung menyeret orang itu, namun
"Tidak!" sambil melepaskan diri namun
Sriing
Sebuah pedang langsung mengarah tepat ke lehernya
"kau mau kabur, tapi bagaimana kalau kaburnya ke neraka" Kanoko berujar dingin namun tatapan sangat tajam
"Y yang mulia, to to long, jangan bu bu nuh saya" ucapnya tergagap
"Heh, apa aku harus menuruti mu" tanpa menurunkan pedang itu Kanoko tersenyum remeh
Orang itu pucat pasih sambil gemetar ia berkata "baik lah saya akan me me nga takan yang se benarnya"
"Cepat katakan, kau tahu yang mulia orang tidak sabar dan kau pasti tahu yang mulia tidak punya waktu untuk mendengar pembelaan ini"
Kanoko menatap tajam "cepat bicara siapa yang menyuruhmu"
Pada akhirnya dia pun mau berbicara
"Sebenarnya saya disuruh oleh nona Minami, untuk menggagalkan pernikahan anda dengan yang mulia permaisuri Nalila, tapi saya melihat bagaimana aura yang mulia nalila penuh dengan kelembutan membuat saya tidak tega merusak kebahagiaan nya "
Tiba tiba orang itu berlutut
bruukk
"Yang mulia kaisar, saya mohon jangan bunuh saya, saya masih memiliki keluarga dan memiliki anak, saya mohon beri saya kesempatan untuk hidup"
Mendengar itu Kuroiki" jangan percaya dia yang mulia, aku yakin dia hanya ingin menyelamatkan dirinya saja, dan setelah itu akan melaporkannya pada perdana menteri atau putrinya yang kini berada dikediaman Sogama"
pria itu menatap Kuroiki "jadi anda juga berpura pura membawa pergi nona Tachimi tuan sogama"
Mendengar itu Kuroiki terkejut namun ia menjawab "iya, memangnya kenapa" tanyanya balik.
"Tuan , yang mulia saya juga melakukan ini juga karena terpaksa" dengan nada ketakutan
Mendengar itu kedua orang itu Kuroiki dan kanoko mengerinyit heran
"Apa maksud"
__ADS_1