
Mereka berdua masih duduk diruang tamu
"maafkan atas ucapan ku tadi nek, saya tidak bermaksud membentak mu hanya saja gadis itu adalah orang yang selama ini aku cari" ucap Kanoko
Mendengar itu sang nenek pun semakin dibuat tidak mengerti namun Kanoko yang melihat itu pun paham
"Kau tenang saja nek, aku akan menjaga cucumu"
Waktu sudah menunjukkan sore hari hajime saat ini sedang ditugaskan oleh nenek Choi mencari kayu bakar sedangkan Kanoko saat ini hanya diam sambil melihat sang paman begitu cekatan melakukan pekerjaan manusia.
"Aku tidak menyangka jika paman sangat lihai melakukan pekerjaan manusia, dan bukankah ini zaman modern tapi kenapa nenek masih memakai yang alami" ucapnya heran
Mendengar pertanyaan itu Hajime pun tersenyum
Melihat itu Kanoko pun menatap sang paman
"Kenapa anda masih tersenyum apakah ada yang lucu"
Hajime "Hamba senang akhirnya ada yang bisa membuat anda tersenyum kembali
Kanoko tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Hajime namun ekspresi pemuda itu tetap tidak berubah.
"Apa maksud mu hajime, apa kau ingin meledek ku" tanyanya tajam
__ADS_1
"Tidak, tidak saya tidak akan berani melakukan itu yang mulia saya hanya sangat bahagia akhirnya anda bisa bertemu dengan nona Adhura dan tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya" jelas hajime.
"Yaa kau benar paman, tapi aku khawatir jika Nalila tidak ingat masa lalunya"
Mendengar itu hajime pun menepuk pundak sang kaisar
"Anda harus bersabar, jika kalian bisa bertemu didunia ini saya yakin Kamisama mentakdirkan anda berjodoh dengan nona Nalila"
Pada saat perjalanan hendak pulang tidak lama muncullah sesosok jubah hitam dan langsung memberi hormat pada Kanoko
Sreeekkk
"Hormat hamba pada yang mulia" ucap orang itu
"Ada hal apa kau mendatangiku Kuroiki" tanya Kanoko datar.
Mendengar penuturan itu membuat Kanoko pun menyeringai senang ia sudah tahu bahwa rencananya akan berhasil dengan bantuan bawahannya ini.
"Bagus, cuci otak gadis itu agar menunjukkan sifat aslinya dan ingat jangan sampai kau ketahuan berada dipihakku" ucap sang kaisar.
"Baik yang mulia raja, hamba mengerti" ucap orang itu dan tidak lama ia pun menghilang dari hadapan Kanoko dan Hajime.
Hajime yang melihat itu pun hanya bisa diam kerena ia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan keduanya yang ia tahu dahulu sekali mereka berdua pernah beradu konflik dan akhirnya mereka pernah berkelahi dengan hebatnya dan saat itu yang ia tahu keduanya bermusuhan kerena merebutkan sesuatu.
__ADS_1
"Yang mulia, bukankah dia adalah musuh anda" ucap Hajime.
Mendengar itu Kanoko pun menatap hajime sambil tersenyum
"Benarkah" tanyanya
Hajime pun mengangguk sebagai jawaban
"Hn, jadi kau mempercayai itu"
Mendengar pertanyaan ambigu dari Kanoko hajime pun mengerinyit tidak mengerti.
"Tapi sudah jelas saat itu anda hampir bertarung melawannya karena merebutkan seseorang kan"
mendengar itu Kanoko pun tertawa
"Hahaha hahaha, paman kau sudah termakan gosip mereka yaa" tanya Kanoko meledak
Mendengar itu hajime pun bingung, sekaligus takjub jika Kanoko bisa tertawa keras seperti ini karena ia hampir tidak pernah melihat tuannya tertawa lepas seperti ini.
"jadi ini semua hanya gosip, tapi kenapa anda harus menyebar gosip ini" tanyanya tidak mengerti.
"Kau tahu perdana menteri Hiyashi memiliki niat lain dengan menjodohkan putrinya padaku"
__ADS_1
Mendengar itu hajime pun terkejut ia tidak tahu jika ternyata kaisarnya ini ternyata sudah bisa menebak siapa saja yang akan berkhianat kepadanya bahkan ia bisa tahu niat sang perdana menteri sedetail itu .
Bersambung