
Saat ini orang berjubah dan kuroiki masih berada disebelah tempat Minami dikurung.
"jadi tuan Fukasa tidak meninggal"
"iya dan soal pelayan itu, aku juga sangar terkejut ia memiliki kekuatan menukar diri, saat dia dikepung jelas jelas dia mati ternyata" ucapannya terhenti
Kuroiki "ternyata apa yang mulia" tanyanya penasaran
"dia menggunakan kekuatan membelah diri, yang artinya walaupun mereka telah berhasil tapi mereka tidak tahu jika yang mereka bunuh itu hanya bayangannya saja"
Kuroiki terkejut mendengar itu "apakah dia sekuat itu yang mulia"
Kanoko "yaa, mungkin kekuatannya menandingi ayahanda"
Kuroiki kembali bertanya "lalu dimana tuan perdana menteri dan juga istrinya sekarang"
"kau awasi perempuan gila itu dan jangan sampai Mishugi tahu tentang hal ini karena aku ingin mencari keberadaan paman Fukasa"
"baik yang mulia"
Setelah mengatakan itu Kanoko menghilang
tidak lama kemudian Kuroiki pun menatap pintu itu sambil menyeringai
Sedangkan didalam Minami pun ketakutan ia sangat khawatir kalau sang ayah melihat keadaannya yang mengenaskan seperti ini
"bagaimana ini, bagaimana kalau orang itu mengatakan pada ayah, pasti ayah akan kecewa padaku" ucapnya namun tidak lama ia menggeleng
"tidak tidak, ayah sangat menyayangiku pasti dia akan menolong ku" sedetik kemudian fikirannya pun berubah
"tapi tapi, bagaimana dia akan menolong ku, aku disini terkurung"
Namun tidak lama kemudian terdengar sebuah suara
kreett
Minami terkejut dan ia kembali ketakutan
"suara itu"
tap
tap
tap
"jangan!!! jangan datang kesini!!"
__ADS_1
Mendengar suara ketakutan Minami Kuroiki yang kini menyamar pun ingin rasanya tertawa namun ia berusaha menahannya
"heh, lihat lah gadis arogan ini ternyata penakut sekali"
Minami "kau siapa haah!! kenapa kau melakukan ini, aku tidak mengenalmu dan aku juga tidak pernah mengganggumu"
"memang, kau tidak pernah menggangguku, tapi, kau sudah mengganggu milikku"
Minami terkejut dan juga bingung
"apa maksud mu, siapa yang kau maksud milik mu itu"
orang itu pun menghampiri Minami sambil menyeringai
"kau tidak perlu tahu, yang jelas kau adalah dalang dari semua ini"
Mendengar itu Minami tidak terima
"apa. apa yang kau katakan, aku tidak mengenalmu"
Tiba tiba Kuroiki menarik rambut minami
sraakk
"aaakkkhhh, sakit jangan tarik rambut ku tuan" pekiknya, namun Kuroiki tidak perduli
gadis itu terus di siksa tanpa ampun
"hiks ibu ayah tolong aku"
Kuroiki "heh kau memanggil mereka, lihat apa mereka mendengar? , tidak kan" mendengar itu Minami semakin ketakutan
Pria itu melanjutkan ucapannya "dengar ini Minami kau tahu tidak ada seorang pun yang akan mendengarnya"
Minami hanya bisa menahan sakit di kepalanya
"kau salah aku yakin orang itu akan menolong ku dan dia akan menghancurkan kalian" teriaknya
namun sebuah tangan menyambar pipi mulusnya
plaakkk
"kau ingin menghancurkan siapa aku dan yang mulia" sambil menarik lagi rambut gadis itu
"oh aku lupa dengar dengar ada seseorang yang menolong mu bebas dari penjara bawah tanah istana kan"
Minami sontak terkejut 'dari mana dia tahu itu, jelas jelas waktu itu tidak ada seorang pun yang melihat kami pergi dari sana'
__ADS_1
"kenapa, kau terkejut kenapa orang seperti tahu kalau kau diselamatkan oleh orang yang menggunakan jubah hitam"
Minami terdiam ia pun takut dan berfikiran jika dewa penyelamat nya tewas.
"dimana dia, kau kau telah melakukan sesuatu padanya"
Mendengar itu Kuroiki pun menyeringai
'dia mengira kalau aku waktu itu menyelamatkan mu heh gadis bodoh!! aku melakukan ini demi yang mulia kaisar dan permaisuri jika tidak aku lebih suka kau berada dipenjara bawah tanah'
Minami pun kembali bertanya "dimana dia"
"kau ingin tahu sekali dimana dia, heh dengar yaa dia tidak akan datang kemari, kau mau tahu kenapa"
Minami tidak mempercayai namun ia tetap mau mendengarkan
"karena dia" ia pun mendekat dan membisikan
"dia telah mati"
Saat mendengar itu Minami pun terdiam
"tidak hiks itu tidak mungkin kau. kau pasti berbohong"
Kuroiki "berbohong katamu heh kalau kau tidak percaya tunggu saja dia kalau kau mau"
Setelah mengatakan itu Kuroiki pun pergi dan saat itu seorang perempuan membawa nampan yang berisi makanan.
"tunggu"
perempuan itu pun berhenti dan menunduk kearahnya "apakah makanan itu untuk wanita itu "
wanita itu mengangguk "benar tuan"
Kuroiki kembali bertanya "apa kau setiap hari yang memberinya makan"
perempuan itu kembali menjawab "tidak juga tuan, kata nyonya Lenting dia hanya dikasih nakan dua kali sehari"
mendengar itu Kuroiki mengangguk
"hm, ingat ini apa pun yang dia katakan dan ia perintahkan kau selalu melaporkannya padaku apa kau mengerti"
perempuan itu mengangguk dan ia pun menuju ruangan dimana Minami dikurung
sedangkan Kuroiki "heh kita lihat sampai dimana kau bertahan gadis sombong"
bersambung
__ADS_1