
Setelah acara pemberkatan ini lah saatnya penobatan, dimana para dayang saat ini sedang mendandani Nalila
"Yang mulia anda sangat pantas memakai mahkota ini" ucap Liana
Mendengar itu dayang yang ada dibelakang mengangguk setuju
"benar yang mulia anda sangat cantik dengan mahkota itu dan juga pakaian itu sangat cocok ditubuh anda"
Sedangkan Nalila tersenyum sambil menggeleng
"Kalian terlalu memuji, memang permaisuri sebelumnya tidak cantik"
"bukan tidak cantik yang mulia"
Chita langsung menyela
"cantik sih cantik tapi hatinya"
Nalila "kenapa dengan hatinya"
Chita "heh, dia itu sangat ambisius, aku jadi ingat kalau dia pernah bilang"
flashback
"eh kalian itu dayang kan" ucap Minami sombong
Chita dan Maria mengangguk
"Tolong rapikan rambutku" perintahnya
Sedangkan Chita dan sahabatnya terdiam
'Astaga, belum juga jadi ratu, udah main perintah aja, lihat bagaimana kalau dia jadi ratu disini'
Melihat keterdiaman kedua gadis itu Minami menatap tajam
"Heei pelayan apa kau tidak mendengarkan apa yang ku perintahkan pada kalian haah, cepat!! banyu aku rapikan ini"
Mendengar itu Chita dan sahabatnya itu langsung menghampiri Minami dan merapikan pakaian dan juga rambutnya
Tidak lama dandanan Minami pun selesai dan saat itu sang ibu datang
"Tuhan, sayang kau sangat cantik sekali" puji sang ibu
"Tentu saja bu, aku akan membuat semua orang terpana, dan yang pastinya yang mulia akan terpesona kepadaku" ucapnya sombong
flashback off
Nalila terus mendengarkan keluh kesah para dayang
"tapi yang mulia saya juga sangat bersyukur"
__ADS_1
Nalila "bersyukur, karena apa"
"Kami melihat yang mulia saat itu tidak meliriknya" ucap Chita.
Saat itu riasan Nalila telah selesai
"Yaap selesai"
Saat itu Nalila berbalik saat itu seorang dayang yang kita sebut Liana sangat terpana
"Tuh kan anda memang benar benar cantik"
...
...
"Ayo sudah saatnya kita keluar"
Setelah mengatakan 4 dayang senior langsung mendampingi
"Yang mulia" ucap mereka serempak sambil menunduk
Dan diangguki oleh Nalila
Dan mereka pun mulai berjalan pelan
Saat itu kaisar sudah menunggu dengan pakaian kebesarannya
Semua orang menunduk memberi hormat
tidak lama Nalila sampai disamping Kanoko
Kanoko meliriknya dan berkata "cantik sekali" ucapnya pelan.
Mendengar pujian itu pipi Nalila memerah samar
"Yang mulia, bisakah anda jangan menggoda ku disaat seperti ini"
Mendengar itu Kanoko tersenyum dan saat itu juga sang penasehat memberikan sesuatu yang menandakan jika Nalila adalah seorang permaisuri.
"Dengan ini nona nalila adalah permaisuri negeri kegelapan ratu negeri ini" ucap sang penasehat.
Mendengar itu semua orang yang ada disana langsung bersorak bahagia
Setelah penobatan Kanoko menggandeng tangan Nalila untuk turun dan langsung disambut oleh para dayang
"Selamat yang mulia permaisuri" ucap chita
Nalila tersenyum "kalian ini, sebenarnya aku sangat takut"
Saat itu Kanoko yang berada dibelakang berkata "apa yang kau katakan permaisuri ku, apa yang kau takutkan"
__ADS_1
Mendengar itu para dayang menunduk terkejut sedangkan Lila menoleh kemudian menunduk
"Yang mulia, sejak kapan anda disini"
Kanoko "itu tidak penting, kau harus jawab pertanyaan ku apa yang kau takutkan"
Mendengar itu Nalila menunduk
"apa saya bisa melakukan ini"
Kanoko tahu arah pembicaraan istrinya
"Sayang, kau pasti bisa melakukannya, dan aku tidak mempertanyakan kau mampu atau tidak, tapi aku memilih mu sebagai permaisuri ku karena kau lah yang diinginkan oleh kerajaan ini, seorang permaisuri yang tidak haus akan kekuasaan dan kedudukan"
Mendengar itu Nalila menatapnya
"yang mulia sebenarnya saya tidak ingin menjadi seorang permaisuri, tapi saya hanya ingin melayani anda dengan setulus hati, saya ingin mengabdikan hidup saya menjadi seorang istri yang baik itu saja"
Mendengar itu Kanoko tersenyum,
"jadi kau tidak ingin menemaniku yang sekarang adalah raja"
Nalila tergagap dan menggeleng
"bukan begitu yang mulia, saya bukan tidak ingin menemani anda, hanya saja saya takut jika saya malah menjadi beban untuk anda"
Kanoko tidak setuju dengan ucapan istrinya itu
"Itu tidak benar, kau bukan beban untuk ku, malah kau adalah berkah"
Saat ini Nalila dan Kanoko berada dikediaman bunga persik dimana kediamannya begitu indah dan sangat tenang.
"Sayang mulai sekarang apapun yang akan terjadi jangan pernah menyembunyikan apapun itu, kau harus bilang pada ku"
Nalila mengangguk dan tidak lama
"Sebentar lagi ada pertunjukan seru, dan kita lihat apa yang akan dilakukan oleh orang arogan itu"
Nalila yang kini berada dipelukkan Kanoko mendongakkan kepalanya
"pertunjukan, pertunjukan apa yang mulia dan kenapa saya merasa akan terjadi sesuatu"
Kanoko menatap dan berkata "kau tenang saja, aku ada disampingmu dan mereka tidak akan macam macam kepada mu" ucap sang suami
Nalila sebenarnya sangat khawatir tapi
"Aku tahu kau sangat khawatir tapi tenang saja tidak akan terjadi apa apa"
Tidak lama kemudian seseorang datang dengan wajah sangat ketakutan
"Yang mulia, perdana menteri datang" ucap salah satu pelayan
Mendengar itu, Kanoko menyeringai
__ADS_1
bersambung