Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
Chapter 30


__ADS_3

Kuroiki terus terbang menuju ke sebuah tempat bersama Minami


"Kita akan kemana, dari tadi kita terus terbang"


mendengar omelan gadis itu membuat Kuroiki kesal


"Bisakah anda diam nona, anda itu cerewet sekali" ucapnya


🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Sedangkan didunia manusia Nalila sedang bersiap menuju kerajaan, gadis itu tampil sangat cantik dengan gaun yang sangat indah.


"Yaa Tuhan, ini benar benar kau cucuku" tanya Choi terpana akan penampilan sang cucu


"Iya nek ini aku Lila" ucapnya lembut sang nenek pun tidak bisa berkata kata


"Kau cantik sekali, aku tidak menyangka bahwa cucuku sangat cantik " pujinya


Nalila tersenyum malu dan tidak lama Yukichan pun datang


"Yaa Tuhan yang mulia anda cantik sekali" pekik gadis itu dan otomatis Kanoko yang berada didepan kamar pun langsung menatap kearah depan dan benar saja


Matanya kini tidak berkedip saat melihat penampilan Nalila dan sebaliknya Nalila pun jiga terpana saat melihat penampilan sang Kaisar


'Tampan/ cantik sekali dia' ucap mereka berdua dalam hati


Saat ini Kanoko berpenampilan sangat tampan dengan pakaian khas kerajaan


sampai diruang tamu mereka masih bertatapan



Sampai sebuah suara lah yang memutus kontak mata mereka


"Yang mulia, bagaimana penampilan yang mulia nona Nalila" .


Mendengar itu barulah Kanoko mengedipkan mata karena tersentak kaget


"Cantik, sangat cantik" ucapnya pelan


Mendengar pujian itu nalila pun masih terdiam dengan terus menatap kearah sang raja.


"nona, bagaimana penampilan yang mulia raja" tanya Hajime


Dengan masih menatap Kanoko ia pun menjawab


"Tampan, sangat tampan"


Mendengar pujian tersebut ketiga orang (Yukichan, hajime dan choi) saling pandang dan tidak lama


"Hahahaha hahaha" suara tawa oun pecah


"Astaga ya yaa yang mulia , aku tahu kalian memang sudah lama tidak bertemu tapi nggak gini juga kan" ucap Hajime yang masih tertawa


Dan mendengar tawa itu mereka berdua pun memutuskan kontak mata Nalila yang menunduk malu sedangkan Kanoko menatap tajam hajime yang dengan berani tertawa dihadapannya.


Tidak lama seorang pria muda datang dengan membawa sebuah kereta kerajaan dan beberapa orang prajurit.


"Maaf saya terlambat Yang mulia" ucapnya sambil berlutut dan ia juga langsung berlutut dihadapan Nalila


"Yang mulia permaisuri"


Mendengar panggilan itu Nalila terkejut


"Tuan, jangan memanggilku seperti itu"


Mendengar itu membuat Kanoko terkejut, namun tidak lama


"Saya belum menjadi istri yang mulia Kanoko, dan rasanya saya tidak pantas dipanggil yang mulia" sambil menatap Kanoko.


Melihat itu pemuda itu pun tersenyum dan memberanikan diri menatap Kanoko

__ADS_1


"Inilah kenapa yang mulia kaisar sangat mencintai anda nona , sikap anda yang rendah hati dan tidak pernah memandang remeh orang biasa seperti kami"


Mendengar itu Kanoko tersenyum


"Kau benar Kuroiki, itulah kenapa tidak ada wanita manapun yang bisa menggantikan dirinya" Kanoko memuji sifat gadis itu setulus hati.


"Yang mulia, bagi saya apa pun status mereka, mereka layak untuk dihormati bukan contoh nya saat ini pengawal anda, tanpa beliau pasti akan sangat kesulitan bukan"


Mendengar itu Kanoko pun tertunduk


"Yang mulia, anda tidak perlu sesopan itu pada saya" sambil menatap Kanoko dia pun melanjutkan ucapannya


"Lagi pula yang mulia memperlakukan saya sangat baik, yaa walaupun sifat beliau begitu dingin, namun beliau ini sangat baik"


Saat itu Nalila pun ditarik oleh Yukichan untuk ikut bersamanya.


"nona ayo ikut aku sebentar ada yang ingin saya tanyakan pada anda"


Mendengar itu Nalila pun


"Kalau begitu saya undur diri dahulu tuan" ucapnya sambil menunduk dan Kuroiki pun membalas dengan menunduk juga.


Sepeninggalan nalila, Kanoko pun menatap Kuroiki


"Bagaimana apa gadis gila itu sudah pergi" tanyanya langsung


"Yaa yang mulia, saya membawanya ketempat yang sangat jauh dari istana"


Mendengar itu Kanoko pun bernafas lega


"Tapi yang mulia, kita tidak bisa selamanya menyembunyikan ini dari nona Nalila, lama kelamaan mereka berdua pasti bertemu dan pasti Minami akan menyakiti nona, kerena yang saya tahu jika Minami ingin menjadi ratu anda dan ia ingin menguasai seluruh kerajaan" jelas Kanoko.


"Dan anda tahu saat saya mengajaknya kerja sama untuk menghancurkan anda"


Flashback


"Kau harus membantu ku tuan, kau tahu aku sangat membenci Kanoko lihat dia apa yang dia lakukan padaku, dia malah menyiksaku, ku kira saat aku menjadi permaisuri dia akan memperlakukan ku sebagai seorang permaisuri pada umumnya tapi apaa!! baru saja sampai yang mulia marah marah dan. menuduh ku yang bukan" ucap gadis itu setengah berteriak.


'Kau berhak mendapatkannya , heh apa kau lupa kau itu pion ayahmu untuk menggulingkan kaisar bukan heh, kau pantas mendapatkan nya' inner Kanoko


"Yang terpenting , kau sudah bebas dan lebih baik istirahatkan tubuh mu" ucap Kuroiki datar .


Tidak lama seorang pelayan datang dan menghampiri mereka


"kau kemari"


Mendengar itu pelayan pun menunduk


"Bawa dia ke ke tempat yang sudah aku siapkan"


Mendengar itu pelayan wanita itu pun terkejut


"Apa yang tuan katakan, tempat itukan .." ucapan gadis itu terputus saat tuan mudanya memberi kode padanya untuk pergi.


"Baik lah tuan, mari nona saya tunjukkan tempat istirahat anda" sambil menunjukkan arah .


"Hei kau akan membawa ku kemana" tanyanya di tengah perjalanan


"nona bukankah saya sudah katakan kalau saya diminta untuk membawa anda ketempat istirahat" ucapnya kesal.


Mendengar suara tinggi itu membuat Minami terkejut, baru kali ini ia dibentak oleh seseorang terutama seorang pelayan


"Kau!! berani sekali bicara dengan nada tinggi seperti itu dihadapan ku, kau tahu aku ini adalah seorang putri bangsawan" sambil menunjuk kan jari telunjuknya kearah pelayan itu.


Sedangkan gadis itu hanya tersenyum remeh


"Kau memang putri bangsawan, dan aku tahu kau adalah istri kaisar tapi sayang rupanya yang mulia tidak mencintai mu hahahaha" ucapnya mengejek


Pada saat itu mereka sudah sampai disebuah ruangan dimana ruangan itu sangat indah


"Silahkan masuk dan selamat istirahat no na"

__ADS_1


Mendengar pelayan yang mengejeknya Minami membuang muka


"awas kau kalau aku sudah menguasai kerajaan akan ku buat pelayan seperti mu menderita" ucapnya tajam.


Saat itu tanpa sadar jika Kuroiki mendengar semua percakapan itu dan ternyata dibelakang ada seorang perempuan cantik


"Kuro, kau datang" sambil memeluk dari belakang


Dan otomatis membuat pria itu tersentak


"Istri ku, akhirnya aku bisa bertemu dengan mu" ucapnya senang


"bukankah kau yang selalu sibuk dengan tugasmu pada yang mulia suamiku"


Kuroiki pun membalas pelukan sang istri


"Bukankah kau sudah tahu, aku ini adalah seorang jenderal dan aku harus berada sisi yang mulia"


Mendengar itu gadis cantik itu mengerti jika suaminya adalah orang yang sangat penting


"Suamiku, kalau boleh tahu, perempuan itu bukankah .." ucapnya terputus


"Yaa dia adalah Minami gadis sombong dari bangsawan Tachimi" selanya cepat


"Tapi kenapa dia ada disini, dan kenapa pelayan menyuruhnya kebelakang bukankah tempat itu" gadis itu berhenti berbicara saat


"Istri ku, apa kau masih ingat jika dulu gadis itu pernah menghina kita dan yang mulia kaisar"


Mendengar pertanyaan itu ia pun mengangguk


"Heh, sekaranglah waktunya kita balas dendam untuk penghinaan yang waktu itu ia lontarkan pada kita" ucapnya tajam.


flashback end


"Dan anda tahu saat itu istri saya juga setuju untuk melakukan ini, yang mulia saya mohon untuk biarkan saya yang memberikan pelajaran pada gadis itu, apa lagi perdana menteri belum tahu jika putrinya saat ini mendapatkan pembalasan"


Kuroiki mengangguk


"Kau benar, aku penasaran jika si tua bangka itu tahu, bagaimana reaksinya yaa hahaha"


"Aku pun juga sangat penasaran yang mulia"


kembali lagi kedunia manusia saat ini kanoko dan Nalila sedang bersiap siap meninggalkan kediaman nenek Choi


"Nek jaga diri mu baik baik, jangan buat tubuh nenek terlalu capek yaa" ucap Nalila


"Iya cucuku, kau juga, jaga dirimu baik-baik dan ingat terus rendah hati jangan lupakan nenek"


Mendengar nasehat sang nenek Nalila mengangguk


"Mana mungkin aku melupakan nenek, Lila pasti akan merindukan nenek"


Saat itu Choi pun menatap Kanoko


"Yang mulia saya titip cucu saya, jaga dia" pintanya


Kanoko pun mengangguk sambil menjawab


"Nek aku pasti akan menjaganya, kalau perlu aku akan mengorbankan nyawa ku jika itu diperlukan"


"Yang mulia" ucap Lila terharu


"Yang mulia semua sudah siap, mari kita berangkat" ucap Kuroiki


Nalila pun berpelukan dengan choi untuk yang terakhir kalinya


"nona Yukichan, tolong jaga nenek saya, dan jaga juga diri anda"


Yuki "anda tenang saja yang mulia nenek akan saya jaga dan anda berbahagia lah dengan yang mulia kaisar" ucapnya


Dan mereka pun pergi dengan Nalila menaiki kereta kuda sedangkan Kanoko menaiki kuda hitam disampingnya dan mereka oun terbang menuju istana kegelapan

__ADS_1


bersambung


__ADS_2