Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
Chapter 36


__ADS_3

Yosaka diam diam mendengar pembicaraan para dayang yang ada di istana peristirahatan.


"Tapi, aku juga dengar kalau putri Tachimi itu kabur karena ada yang membantunya"


"Siapa, ku dengar di istana sangat ketat penjaganya"


Saat itu yosaka pun muncul dan semua pun langsung menunduk


"Apa benar jika putri dari perdana menteri itu ditahan dipenjara bawah tanah"


Mendengar pertanyaan itu pelayan yang tadi membicarakannya mengangguk


"Tapi yang mulia, saya juga mendengar kalau nona Minami ada yang membantunya kabur"


Yosaka kembali bertanya "kau tahu dari mana berita itu"


pelayan itu menjawab "saya dapat informasi dari orang istana yang kebetulan orang istana adalah teman saya"


Mendengar itu Yosaka terdiam lalu "kalau begitu lanjutkan pekerjaan kalian"


Para pelayan pun. kembali bekerja


🌺🌺🌺🌺🌺


Sedangkan di istana kegelapan hari ini adalah hari yang paling membahagiakan karena permaisuri yang mereka tunggu telah tiba


Kanoko pun menghampiri Nalila yang berbicara pada salah satu pelayan


"Jadi kau sudah lama bekerja disini"


"Iya yang mulia, saya memang sudah lama bekerja disini, tapi saya hanyalah pelayan rendahan" ucap gadis itu.


Saat itu ia melihat sang kaisar menghampiri mereka dan si pelayan itu langsung menunduk


"Yang mulia, anda disini" dan diangguki oleh Kanoko


"Apa yang kau lakukan disini sayang, dan apa yang dilakukannya" Nalila menggeleng


"Tidak yang mulia, dia tidak melakukan apa apa , tapi bolehkah saya menjadikan dia teman saya atau apa itu namanya"


"dayang" Kanoko langsung berucap


"Ah iya itu dayang, yang mulia anda mengijinkannya kan" tanya gadis itu penuh harap


Kanoko menatap yang ternyata adalah Liana itu penuh selidik


"Saya, saya akan melayani yang mulia permaisuri dengan sepenuh hati saya" ucapnya tulus


Melihat ketulusan gadis itu Nalila pun menyentuh tangan Kanoko


"Yang mulia, biarkan dia bersama dengan saya, dan saya juga bukan ingin dia saja tapi gadis yang bernama Chita itu juga ikut sama saya" ucapnya lagi .

__ADS_1


Kanoko berfikir sejenak dan kemudian


"Baiklah kalian berdua akan menjadi dayang pribadi permaisuri dan ingat ini, temani dia kemana pun dia hendak pergi"


."Baik yang mulia kami akan terus berada disisi permaisuri dan tidak akan meninggalkannya"


Mendengar itu Chita pun senang dan terus berterimakasih kepada Nalila


"Yang mulia, terima kasih anda sudah mau menerima kami berdua, padahal kami hanya lah pelayan rendahan dan anda baru mengenal kami"


Nalila tersenyum lalu menggeleng


"Kita disini semuanya sama, kau memang memanggil ku yang mulia tapi bagiku aku sama seperti kalian tidak berbeda"


"Tapi yang mulia, tetap saja anda adalah wanita kesayangan yang mulia kaisar dan anda tahu sifat anda dengan gadis arogan itu sangat berbeda"


Nalila mengerinyit bingung


"Gadis arogan, siapa" penasaran


"huss, Chita apa yang kau katakan" ucap Liana menghentikan mulut lemesnya


Chita langsung membekap mulutnya


"Maaf aku keceplosan" ucapnya pelan.


Sedangkan Nalila tersenyum "kenapa tidak dilanjutkan, dengar aku sudah tahu kalau kaisar memang memiliki seorang istri, jadi beri tahu aku bagaimana dia dan mungkin dia memiliki kelebihan"


Sebuah kediaman yang ia beri nama kediaman persik.


"Indah sekali tempatnya dan sangat luas" puji Lila



Saat ini Nalila berada dikediaman indah itu bersama sang raja yang berbaring dipangkuan gadis manis itu.


"bagaimana dengan tempat yang sudah ku pilihkan untukmu apa kau menyukainya sayang" tanyanya


"Saya sangat menyukainya yang mulia, saya tidak menyangka anda menyiapkan tempat untuk saya seindah ini"


Mendengar itu Kanoko tersenyum


"Syukurlah kau menyukainya, aku kira kau tidak menyukainya


Sambil membelai wajah mulus Kanoko nalila berkata "saya tidak mungkin tidak menyukai apa yang anda pilihkan untuk saya"


Kanoko menikmati sentuhan dari Lila sambil memejamkan mata.


"pasti anda sangat lelah" ucapnya pelan


"Rasa lelahku hilang saat aku melihat mu tersenyum bahagia sayang, aku ingin melihat mu terus tersenyum seperti setiap hari"

__ADS_1


mendengar itu Nalila tersenyum dan tanpa sadar menitikkan air mata


"maafkan saya yang mulia"


Mendengar itu Kanoko membuka matanya dan dengan perlahan bangun dari berbaringnya


"Kenapa kau selalu meminta maaf sayang, kau tidak salah, yaa aku semula memang bersifat dingin, tapi aku bersikap seperti itu untuk menjaga perasaan mu" jelasnya.


Sedangkan di istana peristirahatan Ayaka sedang membuat sebuah sulaman


"Suamiku, apa kau mendengar kabar jika putra kita mengangkat seorang gadis sebagai istrinya"


Mendengar itu Yosaka "hn" gumamnya


"apakah Minami, putri perdana menteri Mishugi tidak bisa memberikan anak"


Yosaka menatap Ayaka "kau tidak tahu cerita yang sebenarnya istriku"


Mendengar itu ayaka terkejut dan bertanya


"Apa yang kau katakan suamiku, apa yang aku tidak ketahui" bingung.


"apa kau masih berfikir kalau Mishugi dan istrinya itu baik haah!!"


Perempuan itu semakin bingung kenapa suaminya bisa semarah itu, apa yang membuatnya marah, itulah yang ada difikirkan nya


Sambil memegang kedua pundak Ayaka


"Kau tahu kita sudah membuat kesalahan yang besar terhadap putra kita sayang", Ayaka yang mendengar itu terkejut.


"kesalahan"


Yaa kita telah menikahkan dia dengan seorang wanita yang ternyata adalah seekor ular" ucap Yosaka


Dia pun melanjutkan ucapannya


"Gadis itu Minami, dia tidak sungguh sungguh mencintai putra kita, dia dan kedua orangtuanya berencana ingin menggulingkan putra kita, dengan menggunakan benih putra kita, tapi aku bersyukur karena ternyata putra kita memilih seorang wanita lain dan kau tahu yang membuat ku lebih terkejut" jedanya sejenak


"Apa" tanya Ayaka


"Putra kita, sudah mengetahui niat gadis itu dan dia sudah menjebloskan gadis licik itu kepenjara bawah tanah"


Mendengar itu Ayaka pun menunduk merasa bersalah namun sebagian hatinya dia bernafas lega kerena kerajaan masih aman.


"Tapi yang membuat ku bertanya tanya dan juga takut adalah ternyata si Minami itu berhasil kabur dan kata salah satu pelayan yang aku tugaskan untuk mengawasi ke kerajaan bilang ada seseorang yang membantunya keluar dari penjara itu"


mendengar itu Ayaka terkejut "kenapa bisa, siapa yang mengkhianati putra kita"


"entahlah istri ku, yang jelas sekarang putra kita di incar oleh perdana menteri Mishugi"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2