
Hajime pun masih belum membuka suaranya sedangkan Choi menunggu apa yang ingin diminta oleh sang nenek
Setelah cukup lama akhirnya Hajime pun bersuara
"Nek, seandainya tuan muda saya ingin memiliki cucu anda apakah nenek memberikannya"
Mendengar itu sang nenek pun terdiam ia pun bingung dengan pertanyaan Hajime, namun saat mendengar suara tawa sang cucu ia merasa jika sang cucu nyaman dengan pemuda bangsawan itu..
"Saya , saya tidak tahu tuan, sebenarnya saya ingin melihat cucuku bahagia tapi aku juga takut kehilangannya" ucap Choi bingung.
Mendengar itu Hajime pun paham mana ada orang tua yang mau dipisahkan dengan anaknya apa lagi dengan orang asing tang baru dikenal.
"Saya tahu, anda pasti masih bingung dan tidak semudah itu anda memberikannya pada tuan saya, tapi biarlah nona Nalila sendiri lah yang akanmemberikan jawabannya" ucap Hajime
Nenek Choi sangat penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Hajime, ia ingin kembali bertanya namun ia urungkan saat melihat Nalila keluar dari kamarnya.
"cucuku, bagaimana keadaan pemuda itu" tanya sang nenek
"Beliau kini sedang istirahat, usai makan tadi dan lukanya sudah mulai membaik.
Mendengar itu Hajime pun tersenyum lega.
"Syukur lah akhirnya beliau baik baik saja"
Nalila tersenyum
Keesokan harinya Nalila melakukan rutinitasnya seperti biasa, namun karena hari ini adalah hari minggu jadi dia pun pergi hendak pergi ke pasar namun sebelum itu
"Aakkhh" pekiknya
__ADS_1
Pada saat hendak pergi tiba tiba ada sebuah tangan menarik tangan dan membuat gadis itu hampir jatuh kalau tidak orang itu dengan tangkas memegang pinggang gadis itu.
Mata mereka pun saling bertemu, Nalila yang terkejut pun langsung menunduk
"Maaf, tuan maafkan saya" ucapnya
Mendengar itu Kanoko pun tersenyum , ia pun heran seharusnya ialah yang minta maaf, namun lihat malah gadis didepannya inilah yang meminta maaf dan lihat dia salah tingkah.
"Hei, sudah lah kenapa kau yang meminta maaf, harusnya aku kan aku yang menarik mu"
Nalila pun masih menunduk, dan tidak berani menatap kearahnya
"Bu bukan begitu, em itu karena" dengan gugup dan pipi yang merona
"Karena" tanya pemuda tampan itu
"Karena saya, saya telah membuat anda terluka" ucap gadis itu.
"Akhirnya anda bisa bersama sama dengan kekasih anda yang mulia" ucapnya pelan.
Sambil menatap ke arah Nalila ia mengangkat dagu gadis itu dengan perlahan
"kalau kau berbicara harus menatap lawan bicara mu, jangan menunduk seperti itu"
Mau tidak mau Nalila pun kini menatap mata Kanoko
"Apa kau takut padaku Nalila"
Mendengar itu Nalila pun menggeleng
__ADS_1
"Tidak, saya tidak takut pada anda tapi saya, kau kan masih terluka" ucapnya khawatir.
Melihat kekhawatiran gadis itu hati Kanoko pun menghangat
"Kau tidak perlu khawatir aku sudah mendingan, dan kau mau kemana" tanyanya
"Oh, ini saya harus keluar dulu"
mendengar gadis itu hendak pergi hatinya menjadi was was
"Pergi, kamu mau pergi kemana" tanya nya penuh selidik
"Aku mau kepasar tuan dan ini sudah siang jadi aku harus pergi dulu tuan" ucapnya dan ia pun langsung pergi.
Melihat itu Kanoko pun khawatir ia takut jika gadisnya dalam bahaya, dan saat itu Hajime pun menghampiri sang kaisar.
"Apakah anda mengkhawatirkan nya tuan" tangannya
"Hn" ucapnya datar
Saat itu sang nenek pun muncul dari dalam
"Anda tidak perlu khawatir dia cuma kepasar tuan muda bukan untuk pergi selamanya"
Mendengar itu Kanoko pun menatap tajam perempuan tua itu.
"Bisakah anda jaga ucapan anda nek" tanyanya tajam.
bersambung 🤣🤣
__ADS_1
bom like nya