Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
chapter 79


__ADS_3

"Apaaaa!!! tidak itu tidak mungkin, tidak mungkin jika Minami adalah jelmaan iblis" ucap Harana tidak percaya


"Kalian bisa tidak percaya tapi dia adalah musuh terbesar yang mulia permaisuri tsuyu"


Mendengar itu Mishugi dan Harana terkejut, karena yang ia tahu tsuyu adalah seorang selir


"Apa yang anda katakan tsuyu adalah permaisuri" tanyanya memastikan


Perempuan tua itu mengangguk


"Heh itu tidak mungkin putriku minami lah permaisuri yang sesungguhnya bukan si pelakor itu"


Perempuan itu pun geram "dengar ini nyonya yang pelakor itu adalah si iblis itu , apa anda lupa jika yang kau bilang anak itu adalah keturunan iblis"


Mendengar itu harana kembali menggeleng dan tidak mempercayai perkataan perempuan tua itu, namun tiba tiba seorang gadis keluar dari dalam gubuk itu


"nek ada apa ini, kenapa ribut ribut ada apa" ucap gadis itu sambil menghampiri orang orang yang ada di luar


Perempuan tua pun menatap gadis itu "nak kenapa kau keluar sayang"


"habisnya disini ada keributan" lalu matanya menatap kearah sepasang suami istri itu


Sedangkan Mishugi terkejut saat melihat gadis itu


"dia, dia gadis kecil waktu itu kan"


Perempuan itu menatap sekilas "kenapa, dia memang gadis yang waktu itu"


Sedangkan gadis itu menatap datar "nek siapa mereka dan kenapa mereka menatap ku seperti itu"


Mishugi menghampiri gadis itu "nak ternyata kau sudah besar"


Sedangkan Harana menatap tidak suka "heh kenapa kau begitu perhatian padanya haah apa anak ini hasil dari perselingkuhan mu dengan perempuan waktu itu"


Tanpa basa basi Mishugi pun melayangkan tangannya ke pipi mulus Harana


"kau tahu yang kau hina itu adalah" ucapannya terhenti


"Maaf yaa nyonya dan tuan" ucap gadis itu dengan lantang dan membuat ketiga orang itu terkejut


"Anda berdua ini siapa kenapa datang kesini membuat keributan" ucapnya kesal

__ADS_1


Mishugi pun berusaha menjelaskan "nak aku ini adalah" ucapannya terputus saat


"tuan saya tidak ingin tahu anda siapa yang saya tahu anda sudah membuat keributan di rumah nenek saya"


Harana "heh aku pun tidak sudi berlama lama ditempat seperti ini"


"heh, tempat seperti kandang sapi seperti ini di sebut rumah heh" ucapnya menghina


Gadis itu maju kedepan dan dengan tegas ia berkata


'jika anda berkata demikian maka anda pergi lah dari sini dan jangan pernah lagi anda menginjakkan kaki di tempat kami"


Mendengar itu Mishugi dan perempuan tua itu terkejut


"Aiko, kau tidak boleh berbicara seperti itu nak" tegur perempuan tua itu


Gadis itu menatap perempuan itu "kenapa, dia sudah menghina kita dan sudah menghina nenek aku tidak menerima perlakuan mereka pada nenek" ucap gadis cantik itu


"Mira sudah, biar ini jadi urusan nenek masuk lah kedalam" ucap perempuan itu tegas


Mendengar itu Mira pun beranjak masuk namun sebelum itu


"Dengar ini nyonya sombong kau kira kau adalah orang paling kaya di negeri ini kau salah besar masih ada yang mulia Kanoko dia adalah kaisar negeri ini penguasa terhebat dan dia memiliki seorang permaisuri yang sangat lembut dan cantik tidak seperti putrimu yang congkak itu"


"apa yang dia katakan, dia sudah menghina putri kita suamiku" ucap harana tidak terima namun Mishugi terdiam


Mishugi "apa yang kau katakan nak, bukankah putri paman adalah permaisuri"


Mendengar itu Mira pun tersenyum mengejek "apa kau bilang putrimu yang licik itu permaisuri heh kau bangun lah dari mimpi mu itu gadis seperti Minami tidak cocok menjadi permaisuri"


Harana "apa yang kau katakan haah, berani sekali kau berkata seperti itu haah kau itu siapa"


Mendengar pertanyaan itu Mira pun berkata dengan berani "aku hanya lah rakyat jelata namun kami masih punya harga diri nyonya"


"Oh bukankah anda tidak ingin berlama lama di sini"


Mendengar pertanyaan itu Harana pun lekas berdiri


"dengan perasaan campur aduk dia pun berkata


"benar, aku tidak ingin berlama ditempat menjijikkan seperti ini"

__ADS_1


Mishugi menatap gadis itu dengan pandangan sulit diartikan, sang istri langsung menarik tangannya


"ayo suamiku kita pergi dari sini"


Mau tidak mau Mishugi pun mengikuti kemauan harana, "dasar orang orang bangsawan tidak tahu diri"


Perempuan tua itu memegang pundak gadis cantik itu


"Sudah, mereka kan sudah pergi kau seharusnya tidak boleh berkat seperti itu"


Mira "kenapa nek mereka duluan yang tidak sopan sama nenek, mentang mentang mereka adalah bangsawan bisa seenaknya menginjak harga diri kita"


Setelah mengatakan itu


"Mira kau tau mereka itu adalah orang tua kandung mu" ucapnya pelan


Tampa dia sadari sejak tadi ada seseorang yang mendengarkan.ucapanya


"Apa, ternyata minami bukan putri kandung perdana menteri dan ternyata gadis itulah putri kandung mereka" ucapnya tidak percaya yang ia dengar


Namun tidak lama orang itu menyeringai


"sepertinya ini awal dari kehancuran seorang Mishugi"


Setelah mendapatkan informasi yang serasa cukup ia pun pergi.


Flashback off


Semua pun menatap kearah Mishugi dengan pandangan bertanya


"tuan Mishugi apa yang anda fikirkan" tanya kasim


Mishugi tersentak kaget saat lamunannya di buyarkan oleh sang kasim. yang


"tidak ada " ucapnya ragu


Namun Mishugi tidak tahu jika Kanoko sudah mengetahui apa yang ingin disembunyikan oleh pria tua itu.


'Jangan kau kira aku tidak tahu kalau kau menyembunyikan ini dari ku Mishugi heh salah besar'


**Bersambung

__ADS_1


like jangan lupa yaa🤣🤣**


__ADS_2