Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
Penjelasan pada Kartana


__ADS_3

Sesampainya di kediaman fujiki Harana


"Masuk lah dulu, aku akan membuatkan mu minum" ujar Harana


Mishugi menggeleng dan menolaknya secara halus


"tidak usah repot repot aku langsung pulang saja dan cepat lah kau tidur" ucapnya lagi


Harana yang merasa diperhatikan tersenyum senang'


"baiklah habis ini aku akan istirahat kau juga yaa"


Mishugi mengangguk dan setelah itu tidak lama ia pun.pergi.


Harana masih saja berada didepan. pintu dengan senyum yang terus bertahan diwajahnya ia malam ini sangat bahagia dan mungkin bisa melupakan yosaka .


Sang pelayan yang melihat itu hanya menggeleng pelan melihat nona mudanya sedang kasmaran dia hanya hanya bisa berdoa


'Semoga anda bahagia nona, dengan pria itu' ucapnya dalam hati


Saat hendak menuju kamar tiba tiba sebuah suara mengagetkan Harana


"Dari mana saja haah selarut ini baru pulang"


Mendengar itu Harana sangat terkejut dan mencoba menengoknya kearah itu dengan takut takut


"A ayah" panggilnya terbata

__ADS_1


Ryuta bersedekap dada dan menatap sang anak datar


"Dari mana saja kau putriku"


Harana yang ditanya menunduk takut, kemudian sang ibu muncul dari dalam kamar


"Suamiku, jangan menanyai nya seperti itu, biarkan dia duduk dahulu "


Ryuta menatap sang istri "kau tahu ini sidah larut mana ada anak gadis pulang ke rumah selarut ini"


Harana merasa dirinya salah ia pun menghampiri sang ayah


"Ayah maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk pulang larut malam, tapi aku sudah berjanji akan bertemu dengan calon suamiku jadi aku harus menemuinya"


Ryuta menghela nafas saat mendengar penjelasan sang anak


Harana menunduk dan menyesali perbuatannya


"Maafkan aku ayah, aku janji tidak akan mengulanginya lagi" ucapnya yakin


Ryuta mengangguk "yaa sudah kalau begitu kau istirahat lah kekamar mu dan ingat jangan pernah ulangi lagi, aku tahu kau mendatangi calon suami mu tapi kau harus ingat kau masih belum menikah jadi kau masih dalam pengawasan ayah" nasehat nya


Harana mengangguk " baik ayah aku tidak akan mengulanginya lagi, tapi ayah jika Mishugi ingin menemuiku lagi bolehkah aku"


Sebelum Harana menjawab Ryuta langsung mengarahkan "tentu saja tapi bukankah sebentar lagi kau akan tinggal dirumah suami mu itu"


Dengan tatapan jahil sang ibu "atau jangan jangan kalian tidak sabar yaa"

__ADS_1


Harana menunduk merona malu sedangkan sang ayah tersenyum kekhawatiran nya sirna


Sedangkan dilain tempat Mishugi bayangan pun kembali muncul didepan Mishugi yang asli


"bagaimana" tanyanya "apakah gadis itu curiga dengan perbedaan kita"


Bayangan itu menggeleng, saat itu Karta muncul dan ia pun terkejut


"ke kenapa kau ada dua"


Mishugi tersenyum dan menghampiri sang istri


"Kau tenang dan duduk di sini" sambil membawa sang istri untuk duduk disebelahnya


"Dia ini adalah bayangan ku, apa kau lupa tadi dia menemui gadis fujiki itu, karena aku tidak mau meninggalkan mu aku tidak mau merusak momen malam.pertama kita"


Dan itu membuat Karta tersenyum malu mengingat itu


"kau ini bisa saja" ucapnya malu


Bayangan itu mengangguk dan tidak lama ia pun menghilang


Karta menatap suaminya "sayang apakah setelah kau menikah dengan harana itu apakah kau akan meninggalkan aku"


Mendengar itu Mishugi menatap sang istri


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2