
Saat ini Kanoko berada di istana agung bersama dengan Nalila
"yang mulia aku tidak menyangka ternyata cahaya cermin ini bisa menerangi seluruh bangunan istana"
Kanoko pun menyimpan cermin itu menggunakan kekuatannya
"cermin ini, memang tidak bisa digunakan oleh sembarang orang, tapi cermin ini akan berguna jika ingin tahu masa lalu orang lain"
Nalila "cermin sehebat itu jangan sampai jatuh ke tangan orang lain"
Kanoko menatap "tapi aku sudah berjanji memberikan ini pada mu"
Nalila menggeleng "saya sangat berterima kasih anda mau memberikan cermin sehebat ini pada ku, tapi yang mulia saya rasa hanya anda yang bisa menjaganya"
Kanoko tersenyum ia sangat mengerti jika istrinya masih belum sanggup menjaga cermin itu
"baiklah"
Sedangkan saat ini Matsumoto sedang mengawasi para jendral dan juga
"selamat untuk mu tuan panglima, kau akhirnya menjadi pemimpin kami"
mendengar itu Matsumoto tersenyum miring
"heh, tentu dan ini semua karena kerja kerasku"
Saat itu Kanoko pun datang dengan beberapa pengawal pun datang dan itu membuat mereka langsung memberikan hormat
"hormat pada yang mulia" ucap mereka serempak
"bagaimana, apakah kau menikmati posisi mu ini"
mendengar itu Matsumoto pun menunduk hormat "yang mulia saya sangat berterima kasih karena anda sudah mempercayakan saya untuk menjabat sebagai panglima kerajaan"
Mendengar ucapan dari Matsumoto Kanoko menatap dengan pandangan sulit diartikan
"hn, tapi ada satu hal yang harus kau ingat" jedanya sejenak
"kau jangan pernah sesekali berkhianat pada ku, ataupun pada kerajaan"
__ADS_1
Kanoko memperhatikan ekspresi pria itu
'ada raut kekhawatiran, apa dugaan ku selama ini benar jika dia ada hubungannya dengan hilangnya subaki' inner Kanoko bertanya
mendengar itu Matsumoto terkejut namun ia berusaha untuk tenang
"saya tentu saja tidak akan berani melakukannya yang mulia"
namun tidak dihatinya 'apakah yang mulia kaisar mulai curiga, tidak tidak mungkin karena aku yakin sudah melakukannya dengan rapi,tidak mungkin'
Lamunannya terputus saat Kanoko tiba tiba bersuara
"apa yang kau fikirkan tuan jenderal" saat itu lah Matsumoto terkejut dan langsung menggeleng
"kau tidak perlu segugup itu aku hanya bercanda"
Mendengar itu Matsumoto menghela nafas lega setidaknya untuk saat ini
"lakukan tugasmu dengan baik, jangan sampai membuat ayahmu kecewa"
mendengar itu Matsumoto mengangguk
namun yang Matsumoto tidak tahu jika Kanoko sedang mengawasinya
"aku yakin kau lah pelakunya"
Kuroiki yang mendengar itu pun menatap kearah sang kaisar
"apakah anda memikirkan apa yang saya katakan waktu itu yang mulia"
mendengar itu Kanoko pun menghentikan langkahnya "hn aku ingat apa yang kau katakan padaku saat itu"
flashback
setelah mendengar cerita dari Kanoko Kuroiki pun menatap sang kaisar ia pun sejak tadi juga memikirkan jika kejadian ini pasti sudah direncanakan
"yang mulia, apakah anda tidak merasa jika kejadian ini bukan kebetulan"
mendengar itu Kanoko pun memikirkannya,
__ADS_1
"maksudmu jika ini sudah direncanakan"
Kuroiki "benar yang mulia, karena yang kita tahu paman subaki adalah pelayan anda yang sangat setia, dan dia menghilang tanpa sebab, kemudian setelah tiga hari ada kabar jika dia meninggal namun jasadnya tidak diketemukan, apakah ini tidak aneh"
mendengar itu Kanoko tidak lama berkata
"paman subaki pasti masih hidup"
Kuroiki terkejut "yang mulia, bagaimana anda bisa menyimpulkan itu saat itu jelas jelas yang dibawa oleh ..." ucapannya terputus saat ia teringat saat itu yang membawa pakaian subaki adalah Matsumoto .
"apa jangan jangan yang membunuh paman adalah"
ucapannya terputus saat Kanoko menyelanya
"itu tidak mungkin"
Kuroiki pun menatap sang kaisar "yang mulia, apakah anda lupa betapa ambisinya Matsumoto ingin mendapatkan jabatan sebagai panglima kerajaan"
mendengar itu Kanoko terdiam dan ia membenarkan apa yang diucapkan sahabatnya itu
"jangan jangan hilangnya paman Fukasa"
flashback end
mengingat itu Kanoko pun memerintahkan salah satu bawahannya
"pengawal, aku menugaskan mu untuk mencari tahu seseorang"
mendengar itu pengawal pun bingung
"kau tidak perlu bingung, aku sudah menyiapkan gambar orang yang kau akan cari"
sambil mengeluarkan lukisan.
orang itu menerima lukisan itu dan menatap denger seksama dan tidak lama
"baiklah saya akan mencari orang ini"
Setelah mengatakan itu orang yang diperintah pun pergi.
__ADS_1
bersambung