
Harana dan Mishugi kini saling pandang , namun pandangan mereka seperti bermusuhan karena kenapa
Flashback
Disaat mereka bertemu diam diam membawa sebuah kejutan yang mana kejutan ini lah yang membuat gadis fujiki itu sangat ketakutan
"apa kau sudah lama menunggu ku Harana"
gadis itu mengangguk, namun tiba tiba sebuah pedang mengarah kepadanya dan
sriing
Sontak saja membuat Harana terkejut bukan main
"M mishugi a apa yang kau lakukan" terkejut
Mishugi yang ditanya pun menyeringai
"menurutmu"
Harana sangat ketakutan dia pun mundur secara perlahan agar bisa lepas dari cengkraman Mishugi
"kenapa bukankah tadi kau sangat antusias ingin bertemu dengan ku, lalu apa ini kau malah menjauh "
Mendengar itu Harana menggeleng kaku, namun hal yang sangat mengejutkan pun terjadi pedang yang yang tadi menghilang
"Kau jangan takut, aku tadi hanya mengetes mu saja apa kau akan siaga jika ada orang"
Mendengar itu Harana tidak mengerti, ia pun menatap calon suaminya itu
"Apa maksudmu Mishugi, memangnya kau tidak akan menjagaku"
__ADS_1
Mishugi menggeleng "bukan begitu aku akan selalu menjagamu tapi bukan berarti aku akan selalu ada disisi mu, ini hanya untuk jaga jaga jika aku pergi"
Harana tersenyum "kau ini bisa saja, oh iya sebulan lagi adalah pernikahan kita"
Mishugi teringat akan pernikahan dadakannya Kartana tanpa sadar ia pun tersenyum, melihat itu membuat Harana menatap dengan terpana
Mishugi pun segera sadar dari lamunannya karena ia sadar jika ditatap oleh Harana
"kenapa kau menatapku" tanyanya heran
Harana yang ketahuan terpana saat itu pun menunduk
"apa kau sedang melihat ketampanan ku hm"
Mendengar itu pipi gadis itu merona
"kau ternyata bisa narsis juga" ucapnya sambil tertawa
Harana merasa pria dihadapannya ini sangat perhatian ia bersyukur bisa mendapatkan pria seperti Mishugi
Tanpa tahu jika dibalik kebaikannya tersimpan sebuah berencana yang membuat gadis itu menyesal
"ayo kita pulang" ucapnya lagi
Harana mengangguk dan mereka pun pulang bersama dan tanpa sepengetahuan gadis itu Mishugi yang ternyata hanya bayangan itu menyeringai
'Sebentar lagi aku akan membuat mu merasakan neraka yang sebenernya Harana '
Mereka berjalan dalam diam tidak ada pembicaraan dan itu membuat Harana bosan
Mishugi sadar akan hal itu namun dia tidak ambil pusing karena bagi dia ini semua hanya kepalsuan gadis yang ia cintai adalah Kartana dan tidak akan bisa ada satu gadis pun yang bisa menggantikannya .
__ADS_1
"Kenapa sejak tadi kulihat kau diam saja, apakah ada yang kau fikirkan"
Mishugi menatap tanpa ekspresi bahkan tanpa emosi
"tidak ada, kau tidak perlu khawatir yang penting kau baik baik saja dan kau harus sehat aku tidak mau dalam pernikahan kita ada kendala"
Harana mengangguk "kau tenang saja sayang aku akan menjaga kesehatan ku dalam sebulan ini"
Mishugi mengangguk"iya aku tahu aku juga akan melakukan hal yang sama"
Tidak terasa mereka sampai dikediaman Fujiki dan salah satu dari pelayan itu pun menyambut kedatangan mereka
"selamat datang nona dan tuan tachimi" ucapnya menunduk hormat
"kau kenapa bisa ada di sini" sambil celingukan
Pelayan itu bingung "apa maksud anda nona, bukankah anda meminta saya untuk berjaga di sini agar tuan dan nyonya tidak tahu anda pulang larut"
Mendengar itu Mishugi menatap Harana
"Apakah ibumu tidak tahu kau mau menemui ku"
"Tahu, tapi dia tidak tahu kalau aku pulang larut malam jadi aku meminta pelayan untuk berjaga kalau kalau mereka bangun pelayan ini bisa memberitahu ku" jelasnya
"Maafkan aku,sudah membuat mu pulang larut malam" ucapnya tidak enak
Harana menggeleng
"kau tidak salah, aku tahu kau pasti sangat sibuk"
Mishugi diam diam menyeringai
__ADS_1
'Ini belum seberapa Harana, aku akan menciptakan sebuah kesalah pahaman diantara kalian tunggu saja'