Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
Chapter 17


__ADS_3

Saat mendengar suara Nalila Kanoko pun membuka matanya


"Kau sudah kembali" ucapnya pelan


Nalila pun menjawab sambil mengangguk


"Maafkan aku tuan hiks, maafkan aku tidak seharusnya aku meninggalkan anda terlalu lama" ucap nya


Kanoko pun berusaha bangkit dari berbaringnya dengan bantuan Nalila


"Lebih. baik kita tinggalkan mereka berdua" ucap hajime.


Mendengar itu nenek Choi pun ikut keluar dan saat ini tinggallah Nalila dan Kanoko yang masih menatap gadis itu.


"Tuan, sekali lagi maafkan aku, seharusnya aku meminta izin terlebih dahulu pada anda" ucapnya pelan


"Mendengar nada penyesalan dari gadis itu Kanoko pun tersenyum ia tidak menyangka walaupun gadis dihadapannya ini tidak mengingat masa lalunya tapi saat melihat kekhawatira terhadap nya hatinya pun menghangat.


"Apa kau takut kehilanganku Lila"


Mendengar suara rendah dari pria itu Nalila pun mencoba memberanikan diri menatap nya dan tidak lama mengangguk


"Saya sangat mengkhawatirkan anda tuan"


Tiba tiba Kanoko mengulurkan tangannya dan Nalila pun menerima uluran tangan dari pria itu


"Mendekat lah" ucapnya


Mendengar permintaan itu gadis yang menggenggam tangan pria itu pun mendekat dan duduk disamping sang kaisar


"Lila, seharusnya kalau kau hendak pergi bilang padaku, kau tahu kalau tidak nenek yang menghentikan aku tadi aku benar benar akan mencari mu dan sampai jika ada apa dengan mu aku tidak akan memperdulikan lagi soal luka ini kau tahu, kau sangat berarti untuk Lila"


Mendengar ucapan pria itu entah kenapa hatinya terasa sakit, seakan pria dihadapannya ini adalah seseorang yang pernah ada dihatinya


'Siapa sebenarnya pria ini kenapa saat ia mengatakan itu hatiku sakit sekali' innernya bertanya dan tanpa gadis itu tahu jika Kanoko mendengar apa yang gadis itu ucapkan didalam hati.

__ADS_1


'Karena hatimu terhubung dengan ku Lila ku, tidak Adhura ku sayang,' innernya


Melihat keterdiaman Lila Kanoko pun tiba tiba mencium punggung tangan gadis itu dan benar saja membuat tubuh nya tersentak kaget


"Apa yang kau fikirkan hm" tanya Kanoko


Lila pun menatap Kanoko sambil tersenyum


"Sebenarnya saya bertanya tanya , siapa sebenarnya anda, mengapa anda memperlakukan saya semanis ini, saya takut saat saya mulai menyukai anda namun ternyata perlakuan anda ini hanya sesaat" ucapan Nalila pun terhenti dikala sebuah kecupan mendarat dibibir manis gadis itu.



Betapa terkejutnya Nalila saat Kanoko menciumnya


"Apa kau masih meragukannya aku Lila" tanya Kanoko


Mendengar pertanyaan itu Nalila pun menunduk dengan wajah memerah


"kau mungkin berfikir jika aku sangat lancang tapi jika kau mau mendengarkan cerita ku aku yakin pemikiran mu mungkin akan berubah kepadaku Lila"


"Apa maksud anda tuan, cerita? apakah ada sesuatu yang anda sembunyikan dari saya" tanya gadis itu penasaran.


Mendengar itu Lila pun mengangguk pelan


"Saya sebenarnya sangat penasaran pada anda tuan tapi saya urungkan karena saat melihat anda saya teringat dengan seseorang yang sangat mirip dengan anda tapi saat itu dia menggunakan pakaian seorang prajurit biasa, tapi ingatan itu tidak begitu jelas" ucap gadis itu panjang lebar.


Mendengar itu Kanoko pun masih diam


"lalu kenapa kau tidak menanyakannya langsung padaku, apa kau takut kepadaku" tanya pria itu.


"Tidak juga, saya hanya ingin anda dengan sendirnya mengatakannya"


"Begitukah" ucapnya dan diangguki oleh gadis itu


"Tapi Lila, apa kau tidak takut jika aku mengatakan sebuah kebenaran yang mungkin akan membuat mu akan menjauhiku dan mungkin tidak akan mau lagi menatap ku" ucap Kanoko pelan.

__ADS_1


Mendengar hal itu Nalila pun semakin penasaran sebenarnya siapa pria dihadapannya ini.


"Tuan, apa pun itu saya berjanji tidak akan menjauhi anda dan akan terus berada disamping anda" ucapnya yakin.


Mendengar perkataan itu Kanoko mempererat genggamnya pada tangan gadis itu


"Bagaimana jika aku adalah orang jahat masih kau kau mau bersama ku" tanya Kanoko memastikan.


Mendengar itu Nalila pun menatapnya dengan pandangan terkejut


"Lila, kau pasti terkejut dengan apa yang kukatakan tadi kan, dan mungkin saat ini kau berfikir ulang dan menyesal...." ucapannya terputus saat


"Aku tidak peduli tuan mau anda adalah orang jahat atau apapun itu saya tidak peduli karena jika boleh jujur saya sudah menyukai anda saat aku dikejar kejar oleh preman itu, tapi saya selalu menepisnya karena itu tidak mungkin" ucapnya panjang lebar.


"Apa nya yang tidak mungkin Lila, apa kau juga merasa kan apa yang kurasakan selama ini" tanya Kanoko


"Entah lah tuan tapi sebelum saya bertemu dengan anda, saya selalu memimpikan sesuatu yang sama berulang ulang, kau tahu dalam mimpi itu saya melihat seorang pria dengan pakaian hitam terjun bersama seorang gadis yang berpakaian putih didalam sebuah jurang yang penuh dengan api tapi' sambil berusaha mengingat apa yang dia lihatlah.


"Saya tidak bisa melihat siapa laki laki dan perempuan itu, wajahnya buram saat aku berusaha untuk melihat mereka" jelas Nalila.


Mendengar itu tanpa sadar kanoko menitikan air matanya


'itu adalah kita berdua sayang, saat itu kita dikejar oleh ibumu sang ratu bidadari yang ingin memisahkan kita' ucap Kanoko dalam hati.


Melihat jika pria itu menangis membuat Nalila terkejut


"tuan ada apa mengapa anda menangis, apakah cerita ku mengingatkanmu pada seseorang" tanyanya penasaran.


Mendengar pertanyaan itu Kanoko pun menatap Nalila dan sambil mengelus pipi gadis itu.


"Tuan apakah, jangan jangan kau sudah memiliki seorang kekasih" tebaknya sambil menguatkan hatinya jika pria itu mengatakan iya dan membuat hatinya hancur saat mendengar nya nanti.


"Aku...."


**bersambung

__ADS_1


ayo like yang banyak yaa agar saya semangat


ingat seluruh gambar hanya pemanis semata**


__ADS_2