Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
chapter 33


__ADS_3

Saat ini kerajaan dilanda kebahagiaan, karena sebentar lagi kaisar mereka akan kembali dari dunia manusia


"Kalian dengar kabar tidak" salah satu pelayan mulai berbicara


"Dengar apa chi" tanya yang satunya


"kaisar kita akan kembali dari dunia manusia dan kau tahu beliau akan datang dengan permaisuri yang sesungguhnya" ucap wanita itu.


Mendengar jika sang raja akan membawa pulang permaisuri sesungguhnya


"Benarkah, aku tidak sabar bagaimana rupanya"


Mendengar ucapan dari salah satu prajurit


"eh bisakah kau jangan menilai orang dari penampilan saja tapi prilakunya" ia berbicara sambil mengerjakan pekerjaan


"Dan kau tahu sepertinya yang mulia sangat menyayangi beliau"


"benarkah chita, aku baru tahu ternyata beliau ternyata memiliki kekasih dan yang lebih membuat ku terkejut adalah beliau menyiapkan sebuah kamar yang sangat indah untuk calon permaisurinya itu" ucapnya lagi.


semua yang mendengar itu pun terkejut sekaligus takjub, kerena yang mereka kenal kaisar mereka itu dingin dan juga tidak pernah dekat dengan wanita mana pun


"Aku sangat bersyukur, kalau kaisar kita sudah menemukan tambatan hatinya" semuanya mengangguk


"Tapi yang tidak aku sangka adalah beliau sendiri menyiapkan kamar" ucap gantetsu tidak percaya


"Yaa nggak menyiapkan sendiri juga tetsu, aku dan teman teman diminta oleh yang mulia untuk menyiapkan sebuah kamar"


flashback


Saat itu Kanoko sedang berjalan mengitari taman dan menemukan dua orang gadis yaitu Chita dan Mikha, mereka sibuk merawat taman


"kau bisa bantu aku" , mendengar itu Chita terkejut ia tidak menyangka jika seorang raja akan menghampirinya


"saya, yang mulia" tanyanya memastikan


"hn, kamu dan juga temanmu itu" ucap Kanoko datar


Chita "Apa yang bisa kami berdua bantu untuk yang mulia" tanyanya penuh hormat


"bisakah kalian menata kamar pribadi ku" .


Mendengar itu, chita dan temannya terkejut, ia tidak menyangka jika Kanoko memerintahkan mereka untuk menata kamar pribadi sang raja, kerena mereka tahu pelayan seperti mereka dilarang untuk memasuki kamar raja dan permaisuri jangankan kamar permaisuri apalagi kamar raja dan ini mereka berdua disuruh masuk ke kamar pribadi sang kaisar, mimpi apa mereka.


"Tentu yang mulia" ucap keduanya dan mereka pun kini berada dikamar pribadi Kanoko


Saat mereka memasuki kamar itu sangat lah suram


"Apa kalian lihat bagaimana kamar ini, sangat suram dan juga tidak ada kehidupan, aku yakin gadis ku tidak akan menyukainya, maka dari itu aku meminta kalian untuk merenovasi ulang kamar ini" ucap Kanoko


Mendengar itu Chita menatap sekitar membenarkan ucapan Kanoko


'Memang menyeramkan sih, tapi, apa permaisuri yang dinikahi oleh kaisar pernah memasuki ruangan ini' tanyanya dalam hati.


Kanoko yang mendengar itu langsung tahu


"Kau pasti ingin menanyakan apa gadis Tachimi itu pernah memasuki ruangan ini" tanyanya sambil menatap kearah gadis itu


"Jawabannya tidak! " sambil menatap kesebuah lukisan yang menampilkan seorang gadis yang sangat cantik



"kalian harus merapikan tempat ini, dan ingat jangan sampai ada kesalahan" setelah mengatakan itu kaisar pun pergi.


Sepeninggalan Kanoko, Chita menatap lukisan itu dan mengatakan


"kau lihat Liana, lukisan itu indah sekali, aku yakin gadis itulah calon permaisuri yang mulia Kaisar kita " Lia pun ikut menatap lukisan itu

__ADS_1


"Cantik sekali, gadis itu, astaga! kau sadar Chita gadis itu seperti bidadari" pujinya.


"Dia memang bidadari, apa kau lupa jika gadis itu adalah nona Adhura yang ternyata kaisar kita itu adalah reinkarnasi dari raja kegelapan kedua yang mulia Zeming dan menurut rumor yang mulia Zeming belum sempat menjadi raja karena menurut cerita orang orang kalau yang mulia Zeming terjun ke jurang api bersama dengan nona Adhura"


Mendengar cerita itu Liana pun mencoba mendekat namun tiba tiba terdengar suara


"Nona, bisakah kau menolongku"


Suara itu bergema ditelinga Liana , sedangkan Chita yang sejak tadi memanggil Lia tidak digubris sama sekali .


"Lia, lia" panggilnya, namun tidak ada jawaban


"Ada apa dengannya"


Balik lagi ke Liana ,yang saat ini entah berada dimana


"kau, ka kau gadis yang ada dilukisan itu kan" tanyanya agak terbata


sedangkan yang ditanya tersenyum dan mengangguk, lalu Liana kembali bertanya


"Lalu kenapa kau mendatangiku, apakah aku mengganggumu"


Gadis itu tersenyum lalu berkata


"Kau tidak perlu takut nona, aku bukan hantu, aku adalah Adhura, teman yang mulia Zeming"


Mendengar apa yang diucapkan oleh gadis dihadapannya Liana pun terkejut


"ma ma af no na, se se tahu saya k ka lau pangeran s sudah me ninggal" ucapnya ketakutan


Mendengar itu Adhura pun berubah raut wajahnya


"Kau benar pangeran sudah meninggal bersama denganku, tapi kau lupa jika beliau bereinkarnasi menjadi raja yang ke 4 sebagai Kanoko"


Liana pun mengangguk


Liana mengangguk "apa yang harus aku katakan pada kaisar nona"


Adhura membisikkan sesuatu ditelinga Liana yang isinya


"Aku sudah datang dan sudah menunggunya"


Mendengar itu Liana pun terkejut namun dia tidak bisa mengatakan apa apa, setelah membisikkan itu Adhura pun agak menjauh


"Kau katakan itu saat kalian benar bertemu dan hanya kau dan kaisar mu saja jangan ada orang lain"


Setelah itu Liana pun kembali ke dunia yang sekarang dan ia pun membuka matanya


Chita yang melihat itu pun langsung bertanya


"Lia kau itu kenapa dari tadi aku memanggilmu tapi kau malah diam saja, apa yang terjadi" tanya gadis itu khawatir.


Sebelum dia menjawab ia pun teringat akan ucapan gadis yang ada dilukisan itu.


"Ingat, jangan ada yang tahu pertemuan kita ini, yang terpenting kau sampaikan saja ucapanku pada rajamu "


teringat akan pesan Adhura, Liana menggeleng pelan


"Tidak ada yang terjadi Chi, kau tidak perlu khawatir" ucapnya sambil membersihkan ruangan itu.


Chita masih curiga dan ia tidak percaya akan ucapan sahabatnya itu


"Tapi kenapa kau tidak menyahut saat aku panggil"


Liana pun menoleh "aku hanya kurang enak badan saja Chi, kau tidak perlu khawatir, ayo kita cepat bereskan ini, nanti yang mulia akan mengecek pekerjaan kita"


"yaa kau benar" namun ia masih ragu jika sahabatnya ini menyembunyikan sesuatu.

__ADS_1


Mendengar itu Chita pun dengan gesit merapikan tempat tidur itu.


Sedangkan ditempat lain Minami marah besar karena


"Heh, aku merasa iri, kau tahu tidak Chita dan Liana diberi kepercayaan oleh yang mulia untuk membersihkan kamar pribadinya" ucap salah satu penjaga.


"Hah? benarkah bukankah mereka berdua itu hanya pelayan rendahan" yang satunya tidak mempercayai ucapan sang kawan.


"Yaa semula aku tidak percaya tapi saat aku melihat sendiri saat aku berpatroli yaa semua itu benar"


si penjaga itu pun takjub akan ucapan temannya


"bukankah tidak ada yang boleh masuk kedalam sana jangankan kita bahkan permaisuri yang kini berada dipenjara ini tidak pernah melangkahkan kaki ketempat itu"


"yaa kau benar, heh kasihan sekali"


Mendengar itu Minami terkejut sekaligus tidak percaya.


"apa yang mulia memperbolehkan seorang pelayan masuk ke kamar pribadinya, ini ini tidak mungkin!! Dasar wanita murahan ini tidak adil!!" sambil berteriak Minami tidak terima


sedangkan penjaga yang melihat itu pun hanya menggeleng kan kepala


"kasihan sekali dia, apa dia sudah gila" ucapnya pelan, namun


"Heh kau!!, apa yang kau katakan aku tidak gila dasar rendahan!!" Minami menunjuk nunjuk penjaga itu.


kembali ke chita dan Liana, mereka akhirnya sudah menyelesaikan renovasi kamar sang kaisar


"Akhirnya selesai juga yaa Chi" sambil melihat hasil yang mereka kerjakan



"hm kau benar, semoga yang mulia Kaisar dan permaisuri menyukai ini"


dan diangguki oleh Liana.


flashback end


"wah aku tidak menyenangkan kau diperbolehkan masuk kedalam ruangan pribadi beliau aku juga pingin" ucap yang satu.


"Eh tahanan mantan permaisuri Minami tidak ada dipenjara" ucap salah satu penjaga


Mendengar itu pun para prajurit pun terkejut dan bergegas mencari dan tidak jauh seseorang pun langsung menghilang pergi saat mendengar kabar itu.


Sosok itu pun muncul dihadapan Minami yang kini duduk manis sambil meminum tehnya.


"Kau akhirnya datang" sambil menaruh gelas itu dengan angkuh dia bertanya


"Kabar apa yang terjadi di istana"


Orang itu dengan patuh menjawab


"sebuah kehebohan "


mendengar itu Minami menyeringai


"heh, aku yakin berita itu akan menyebar sampai ke telinga Kanoko dan saat itu dia bingung mencariku" ucapnya sombong.


"Kembali lah bertugas tetap awasi apa saja yang mereka lakukan untuk menyambut ratu pelakor itu" perintah nya.


Sedangkan orang itu hanya mengangguk sebagai jawabannya


"hus hus sana pergi"


Melihat cara pengusiran yang seperti hewan diam diam orang itu menatap tajam sebelum pergi


'Gadis ini, tidak tahu terima kasih lihat apa yang akan ku lakukan pada nya'

__ADS_1


bersambung


__ADS_2