Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
Chapter 74


__ADS_3

Setelah mengatakan itu mereka pun pergi, namun yang membuat choi heran adalah kata kata dari sepasang suami istri itu


"nak yuki, apa kau tidak merasa janggal dengan kata kata mereka tadi"


yuki yang ditanya bingung "apa maksud nenek, apa yang janggal"


nenek choi "iya perkataan mereka tadi seakan tahu jika Nalila baik baik saja"


Mendengar itu yuki tersenyum "nek jangan terlalu khawatir mungkin mereka berkata seperti itu karena ingin menenangkan mu, kan beliau pernah bilang kalau dia juga memiliki seorang anak"


Sedangkan saat ini ayaka dan yosaka sudah berubah ke wujud semula, berpenampilan ala kerajaan kegelapan


Sedangkan di istana shira saat ini kembali merubah wujud nya menjadi seorang dayang kembali



"semoga saja yang mulia kaisar dan permaisuri masih mempercayai ku"


Saat itu nalila yang mendengar pun tersenyum


"kau tenang saja shira aku mempercayai mu"


Mendengar itu shira terkejut "yang mulia" ucapnya sambil menunduk hormat


"shira aku percaya pada mu jadi kau tenang saja"


Mendengar itu shira pun langsung berlutut


"yang mulia bolehkah saya mengatakan sesuatu"


Nalila mengangguk namun sebelum itu


"kau berdirilah, jangan berlutut seperti itu" sambil membantu gadis itu untuk berdiri.


Nalila membawa shira untuk duduk bersamanya


"kau tenang dulu, aku tahu kau pasti sangat kesulitan terus menyamar sebagai permaisuri Kyun"


Shira mengangguk "yang mulia sangat memahami ku"


Mereka pun duduk di kediaman salju sambil meminum teh

__ADS_1


"nah sekarang kau sudah tenang, bicara lah"


mendengar itu shira pun menarik nafas panjang "yang mulia anda pasti sudah mengetahui jika minami adalah alat balas dendam ibunya sendiri"


"iya aku tahu akan hal itu, tapi apakah nyonya Harana tidak berfikir jika apa yang ia lakukan ini sangat merugikan dirinya dan anaknya"


mendengar itu shira tersenyum sinis "berpikir, orang seperti harana itu akan melakukan apa saja, untuk mencapai ambisinya"


"apa lagi putranya itu"


Nalila penasaran "kenapa dengan putranya"


Saat itu chita yang mendengar pun langsung menyela "putranya itu juga sama liciknya, yang mulia"


"apa maksud mu, kenapa kau bisa berfikiran seperti itu"


chita pun menjawab "karena Matsumoto sebenarnya memiliki ambisi menginginkan jabatan yang tinggi"


nalila yang mendengar itu heran "kalau boleh tahu memangnya apa yang ia inginkan"


shira terdiam dan menggeleng "saya tidak tahu, tapi saya pernah denger kalau dia menginginkan posisi..." ucapannya terhenti saat


"yang mulia anda ada disini" ucap seorang perempuan paruh baya


"anda harus istirahat yang mulia, anda tidak boleh lelah"


mendengar itu Nalila tersenyum "anda terlalu khawatir"


Perempuan paruh baya itu menatap khawatir


"jangan khawatir aku baik baik saja" ucap gadis manis itu


Mendengar itu shira menatap curiga "memangnya yang mulia sedang sakit" tanyanya khawatir


Nalila langsung menggeleng "itu tidak benar shira aku sehat kok"


shira "yang mulia, wajah anda pucat, jadi benar jika anda.."


langsung disela oleh Nalila "shira kau tidak perlu khawatir semalam aku hanya kelelahan dan ibu dayang kau tidak perlu khawatir aku baik baik saja"


"yaa sudah shira aku pulang dulu yaa, jaga dirimu dan selalu berhati-hati"

__ADS_1


Shira mengangguk dan mengantar Nalila sampai keluar istana salju.


saat sudah jauh dari kediaman salju


"ibu dayang, kau hampir saja membocorkan rahasia"


mendengar itu dayang itu pun menunduk "maafkan saya yang mulia saya hanya khawatir"


Nalila tersenyum "aku tahu kekhawatiran ibu dayang, tapi mereka tidak boleh ada yang tahu"


dayang senior mengangguk "maaf kan saya yang mulia"


Nalila menggeleng saat itu Kanoko yang melihat langsung menghampiri


"ada apa ini" tanya nya khawatir


para dayang langsung menunduk "yang mulia"


Nalila yang melihat suaminya sangat khawatir pun tersenyum "anda tidak perlu khawatir saya baik baik saja"


"tapi kenapa kau dipapah oleh dayang apakah ada yang sakit"


"kalian pergilah, biar aku yang membantu permaisuri masuk kedalam"


"baik yang mulia" ucap para dayang


Nalila menggeleng "tidak ada yang mulia" setelah mengatakan itu Nalila pun dipapah oleh Kanoko .


Sesampainya di kediaman persik tiba tiba Kanoko mengangkat tubuh Nalila dan otomatis


Nalila pun "apa yang anda lakukan yang mulia" pekiknya


"sudah diam, kau itu tidak boleh capek kan"


mendengar itu Nalila tersenyum "anda sungguh perhatian"


"tentu saja sayang"


Tanpa mereka sadari ada seseorang melihat mereka dengan tatapan tidak suka


"lihat saja akan ku buat kalian menderita, terutama kau Tsuyu"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2