
Di Istana Kegelapan
Saat ini keadaan istana seperti biasa namun juga hangat karena para pelayan mau pun para dayang saat ini bekerja tanpa ada rasa takut seperti sebelumnya
karena kenapa waktu sang kaisar masih sendiri tidak ada yang berani mendekat atau pun menyapanya
Tapi saat Nalila hadir di istana seluruh penghuni istana merasakan kenyamanan dan ketentraman
Dan saat ini Nalila berada di sebuah taman ditemani oleh para dayang
"eh kau dengar tidak kalau semalam yang mulia ibu suri dan yang mulia paduka Yosaka ada di istana"
"iya dan kau tahu yang mulia ibu suri sangat menyukai yang mulia permaisuri"
Sedangkan Nalila tersenyum
"aku sebenarnya takut dan bingung, kenapa yang mulia ibu suri dan ayahanda raja harus menyamar"
Chita "mungkin beliau ingin tahu siapa yang bisa membuat yang mulia Kanoko berubah"
"memangnya dulu yang mulia bersikap seperti apa"
Chita "em tapi yang mulia harus janji jangan bilang kalau kami yang memberi tahu" ucap Chita dan yang lain pun juga menatap penuh permohonan kepada Nalila
"baiklah aku tidak akan memberi tahukan ini pada kaisar"
Mendengar itu mereka pun bernafas lega chita pun mulai bercerita
"yang mulia orang yang dingin saat berusia 200 tahun"
nalila terkejut saat mendengar kata 200 tahun
"umur yang mulia saat muda 200 tahun, lalu sekarang umur yang mulia Kanoko berapa"
Chita pun menepuk jidatnya ia lupa kalau permaisuri Tsuyu ini adalah manusia biasa.
Chita "maaf yang mulia saya lupa menjelaskan kalau kami bukan manusia di sini bisa disebut negeri penuh sihir, namun memiliki tingkatan"
mendengar penjelasan Chita Nalila masih bingung
"jadi kalian bisa dibilang makhluk abadi"
__ADS_1
Chita dan Liana saling pandang
"em bisa dibilang begitu yang mulia, tapi kami bukan orang jahat yang bisa menghisap darah manusia" ucap Chita
Nalila "yaa aku tahu kalau kalian bukan yang seperti itu , tapi yang membuat ku terkejut kalau yang mulia masih muda berumur 200 tahun jadi sekarang berumur berapa"
Chita dan Liana saling pandang "kalau itu kami tidak tahu yang mulia"
"Yang mulia mengapa anda tidak bertanya langsung pada kaisar" ucap salah satu dayang
mendengar itu Nalila menunduk "tidak mungkin Liana"
Mendengar itu kedua dayang itu tersenyum
"anda malu yaa" goda chita
Nalila tersenyum malu
💞💞💞💞💞💞
Sedangkan didunia manusia Ayaka saat ini berada disebuah dapur kecil bersama dengan Yukichan.
"yang mulia, anda tidak perlu datang kesini saya bisa melakukan ini" ucap Yuki
"dengar walaupun aku seorang permaisuri atau ibu dari raja Kanoko aku juga sering memasak"
Yukichan tersenyum "pasti masakan yang mulia ibu suri lebih enak"
"hahahaha, kau ini bisa saja" mereka pun melanjutkan pekerjaan masing masing
tidak jauh dari tempat itu yosaka tersenyum melihat sang istri begitu lihai dalam memasak .
"aku tidak salah memilihmu sayang" ucapnya pelan.
Tiba tiba dari arah belakang "istri mu sangat cantik tuan, dia mengingatkan aku pada cucuku"
Mendengar itu Yosaka terkejut dan ia pun membalikan badannya menatap sang nenek
"nenek, kenapa anda bisa ada disini"
sambil menuntun nenek choi untuk duduk
__ADS_1
"seharusnya anda beristirahat saja hari ini aku akan mencarikan kayu bakar"
"tidak tidak usah tuan saya bisa sendiri" tolak choi lembut,
Yosaka "kau tidak perlu sungkan nek, kau sudah memberikan tempat mu untuk kami tinggal kan jadi anggap saja kami membalasnya dengan membantumu"
Nenek choi tersenyum lalu mengangguk
"baik lah jika anda memaksa"
Setelah mengatakan itu Yosaka bersiap pergi kehutan namun sebelum itu
"Sayang" panggilnya
Ayaka berbalik menatap suaminya
"yang mulia, ada apa"
namun Yosaka menaruh telunjuk dihiburnya
"hussst, jangan memanggilku seperti itu disini, nenek itu tidak tahu identitas kita"
Ayaka mengangguk "aku akan ke hutan mencari kayu bakar untuk nenek"
Mendengar itu Ayaka terkejut
"yang mulia, akan kehutan, bukankah akan sangat berbahaya" khawatir
"sayang kau tidak perlu khawatir, aku hanya sebentar" setelah mengatakan itu Yosaka pun pergi
"hati hati suamiku"
Melihat itu nenek choi tersenyum ia jadi teringat akan cucunya Nalila
"semoga cucuku baik baik saja" do'anya
mendengar itu Ayaka menoleh "bukankah gadis tadi itu cucu mu nek"
Choi menggeleng "bukan, dia adalah seorang gadis yang diturun kan oleh seseorang sebagai pengganti cucuku yang di bawa oleh suaminya"
Ayaka terkejut 'tidak salah lagi, nenek ini adalah nenek Nalila , gadis itu pernah bilang kalau dia sangat merindukan neneknya'
__ADS_1
bersambung