Tambatan Hati Kaisar Kegelapan

Tambatan Hati Kaisar Kegelapan
Chapter 25


__ADS_3

...selamat membaca...


Kuroiki pun kini sampai ditempat kaisarnya berada dan ia pun dengan cepat menyamar sebagai orang biasa.


Sedangkan didalam kanoko sedang bersama pujaan hatinya sedang makan bersama pun terhenti.


"Ada apa, kenapa kau nampak khawatir" tanya gadis itu.


Kanoko pun menatap Nalila sambil berkata


"Ada yang datang" mendengar itu Kanoko dan yang lain pun terkejut


"Tapi siapa, aku tidak mendengar suara orang di luar" ucap nenek choi


"Biar aku keluar untuk melihat siapa yang datang"


Mendengar itu Hajime pun langsung pergi keluar


"Apa anda merasakan sesuatu, sampai anda mengatakan jika diluar ada seseorang"


Mendengar itu Kanoko mengusap kepala Nalila dengan lembut dan tidak lama hajime pun kembali


"Yang mulia seseorang ingin bertemu dengan anda"


Mendengar itu sang kaisar pun mengangguk


"Suruh dia masuk" ucapnya datar


Tidak lama seorang pria tampan pun masuk fan langsung berlutut


"Maaf yang mulia saya datang kemari tanpa memberi tahu anda" ucap pemuda itu


"Hn, aku tahu kalau kau yang datang, dan pasti ada sesuatu yang terjadi di istana"


Pemuda yang tidak lain adalah Kuroiki



...penampilan Kuroiki...


"Anda tenang saja istana aman terkendali yang mulia, tapi sepertinya yang mulia permaisuri eh maksud saya gadis itu sudah tahu jika anda pergi ke dunia manusia" jelas sang jenderal


Mendengar itu Kanoko pun menatap kearah dalam sejenak


"Apa yang dia ketahui"


Kuroiki "Yaa saya saat itu datang ke ruang bawah tanah dan saya berpura pura membawa sebuah nampan untuk memberinya makan dan anda tahu tempat itu sangat gelap"


Mendengar itu Kanoko pun hanya diam seakan tidak peduli


"Kuroiki lebih baik langsung intinya saja, apa gadis itu tahu kalau aku pergi untuk menjemput Adhura" tanyanya langsung

__ADS_1


"Niatnya saya ingin memberitahukan tapi saya yakin gadis itu akan membahayakan nona Adhura"


Mendengar itu kanoko pun membenarkan ucapan bawahannya tapi untuk mengetahui rencana keluarga Tachimi , ia harus melakukan ini


"Kau harus melakukan ini untuk ku kuroiki" ucap sang kaisar tiba-tiba


Mendengar itu Kuroiki pun langsung berlutut


"Apa yang harus saya lakukan untuk anda yang mulia"


"Kita akan lakukan rencana yang dikatakan oleh kakak Daiko"


Kuroiki "rencana, rencana apa yang mulia" tanyanya tidak mengerti


"Apa kau lupa saat gadis itu menghina kita karena gadis itu kira kita rakyat jelata dan saat itu kak Daiko memberikan sebuah rencana agar kita bisa membuat gadis Tachimi itu jera namun waktu itu aku tidak sempat melakukannya, jadi mungkin ini saatnya kita melakukan balas dendam pada gadis sombong itu" jelas Kanoko


"iya anda benar yang mulia, tapi bagaimana caranya anda masih berada disini" ucapan Kuroiki pun terputus


"Kau pasti bisa Kuro kau tahukan Adhura masih tidak mengingat masa lalunya dan mungkin sebentar lagi aku akan membawanya ke istana"


Mendengar itu Kuroiki pun merasa senang


"Benarkah yang mulia, jadi nona ada disini" tanyanya antusias


Kanoko mengangguk sebagai jawabannya dan tidak lama Nalila pun muncul


"tuan, eh maaf rupanya ada tamu"


Mendengar itu keduanya pun menoleh


Gadis itu pun menghampiri Kanoko


"Lila , perkenalkan dia adalah jenderal Kuroiki"


Nalila pun langsung menunduk hormat


"tuan" ucapnya sopan


Melihat kesopanan yang ditunjukkan oleh Nalila Kuroiki pun merasa tidak enak


"Nona, anda tidak perlu sesopan itu pada saya"


Mendengar itu Lila pun bingung


"Kenapa, bukankah anda seorang jenderal, apa yang salah"


"Kau tidak salah Lila, hanya saja dia memang seperti itu" ucap sang kaisar


"Tuan, mengapa anda tidak menyuruhnya masuk" tanyanya pada Kanoko


"mari tuan masuk" ucapnya membersikan

__ADS_1


"Maafkan aku kalau tempatnya tidak layak"


"Apa yang anda katakan nona, tempat ini sangat indah apa lagi tempat ini begitu tenang, apa lagi kaisar begitu betah tinggal disini, bukan begitu yang mulai" sambil melirik Kanoko


"Hn, kau benar jika disuruh memilih aku ingin tinggal disini selamanya"


Mendengar itu Nalila pun tersenyum


"Tapi anda tidak bisa kan, anda memiliki tugas yang sangat berat, rakyat anda sedang menunggu anda"


"Tapi Lila, kau akan ikut bersama ku kan" tanyanya


Mendengar itu ia pun menunduk


"Saya, saya ingin ikut tapi bagaimana dengan nenek"


Namun dari arah belakang seorang perempuan tua muncul


"Ikutlah dengannya cucuku"


Mendengar ucapan sang nenek Nalila pun terkejut


"Apa nenek mengijinkan aku pergi dengan yang mulia" tanyanya sekali lagi


sedangkan Kanoko dan Kuroiki juga ingin memastikan apa yang mereka dengar tadi itu sungguhan.


"Iya sayang, mungkin sudah waktunya untukmu bahagia dan" sambil menatap kearah kaisar


"Anda adalah orang yang baik dan sudah saatnya anda bersatu dengan wanita yang anda cintai yang mulia"


Mendengar itu Kuroiki pun terkejut


"Nek anda sudah tahu siapa kaisar kanoko sebenarnya"


"Iya tuan saya sudah lama mengetahuinya"


Mendengar itu Nalila pun bingung


"Apa maksud mu nek, kau mengetahui apa"


Choi "kau tahu cucuku tuanmu itu adalah orang yang hebat begitu pun dengan dirimu, nenek yakin kau dengannya memang berjodoh"


Mendengar itu Nalila dan Kanoko pun saling pandang


"Anda benar, yang mulia dan nona memang berjodoh dan saya yakin beliau lah yang mampu memakmurkan kerajaan" ucap Kuroiki


setelah lama terdiam dan berpandangan


"Kuroiki jalankan rencana kita, dan ingat ini kau harus lakukan dengan baik" ucapnya datar


"Baik yang mulia saya akan laksanakan perintah anda"

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Kuroiki pun pergi


Bersambung


__ADS_2