
🌺 Dunia Manusia 🌺
Sesampainya ditempat kerja Nalila pun dengan cekatan melayani para pelanggan yang mukai berdatangan.
...penampilan Nalila...
"Lila, kau akhirnya datang juga ucap Zona sang meneger sekaligus pemilik cafe
"Apa aku terlambat bi, kok pelanggan sudah berdatangan" tanya gadis manis itu
"Aku baru saja mau buka ternyata ada beberapa orang yang sudah menunggu didepan cafe" jelas wanita itu.
Mendengar itu Nalila pun tersenyum
"Semoga hari ini cafe kita ramai yaa bi" do'a gadis itu
"amin" ucap zona dan mereka pun mulai melayani para pelanggan .
Sedangkan malam. harinya Kanoko dan Hajime telah sampai didunia manusia mereka berdua nampak seperti orang bingung.
Kanoko "inikah dunia manusia"
Mendengar pertanyaan dari sang kaisar Hajime pun mengiyakan "benar yang mulia, ini dunia manusia dengan penuh kemunafikan dan kelicikan" jelas Hajime.
Saat ini mereka telah mengubah penampilan Kanoko menggunakan pakaian hitam sedangkan hajime menggunakan sebuah jas.
...penampilan Kanoko...
...penampilan Hajime...
Kanoko dan Hajime pun berjalan tak tentu arah sampai pada saat itu ada seorang gadis sedang mengayuh sepeda dengan sangat kencang .
"Aduh bagaimana ini kenapa mereka terus saja mengejarku" ucap gadis itu ketakutan.
Tanpa ia tahu jika dihadapannya ada dua orang pejalan kaki dan saat ia tahu ada orang dihadapannya.
"AWAAASS!!!" teriaknya dan
Braaakkk
"A a duh duh sakit" ucap gadis itu merintih kesakitan, sedangkan dua orang itu yang juga terjatuh namun tidak merasakan sakit sama sekali hanya saling pandang dan menatap heran kearah gadis itu.
"Apakah kau tidak lihat ada orang nona" tanya salah satu dari kedua orang itu.
"Maafkan aku tuan tadi aku dikejar orang " ucap gadis itu pelan sambil menunduk
Mendengar itu kedua orang itu kembali saling pandang dan saat salah satu hendak membalas ucapan gadis itu tiba tiba segerombolan preman pun datang.
"Ini dia gadis manis itu, ayo teman teman kita akan bawa gadis manis ini dan bersenang-senang" ucap salah satu preman itu.
Sedangkan gadis itu pun sangat ketakutan dan saat hendak lari tiba tiba tangannya sudah dicekal.
"Tolong, tolong lepaskan saya" teriak gadis itu dan saat itu
"Lepaskan dia!!" ucap pemuda itu
Mendengar itu para preman pun malah tertawa
"Hahaha, siapa kau berani memerintah kami, kau tahu tempat ini adalah daerah kekuasaan kami" ucap preman itu sombong.
"Aku tidak peduli, daerah ini kekuasaan siapa yang terpenting adalah lepaskan gadis itu sekarang juga" ucap pemuda berjubah hitam yang tidak lain adalah Kanoko.
Setelah mengatakan itu terjadilah perkelahian antar Kanoko , Hajime deng para preman itu
Duaakk
Buakk
Braaakkk
Para preman itu tersungkur dan saat itu
"Aakkhh be berani nya kau" ucap salah satu dari preman itu
Pada saat Kanoko hendak berbalik tiba tiba tiba daei arah belakang seorang preman menyabetkan sebuah senjata tajam kearah punggung Kanoko dan saat itu gadis itu yang melihatnya pun berteriak
"TUAAN" pekiknya saat melihat Kanoko terkena sabetan itu
sringgg
"Aaaakkkhh"
Bruukk
Kanoko pun terjatuh saat gadis itu ada dihadapannya dan saat itu gadis itu pun langsung membawa Kanoko dipangkuan nya.
Melihat Kanoko yang bersimbah darah dan teriakan gadis yang tidak lain adalah Nalila para preman itu pun kabur.
Sedangkan Lila masih mendekap tubuh Kanoko yang tidak berdaya
__ADS_1
"Tuan, tuan buka lah matamu hiks aku mohon" ucapnya sambil menangis saat itu Hajime takjub karena melihat gadis itu
"Dia, jangan jangan gadis yang disukai oleh yang mulia ucapnya pelan.
Nalila yang melihat keterdiaman Hajime pun
"Tuan kenapa kau diam saja, kau kan temannya bantu aku membawanya kerumah ku" pinta gadis itu.
Mendengar itu Hajime pun tersentak karena asyik dalam pemikirannya tentang gadis itu.
"Eh, oh iya maaf merepotkan anda nona" ucapnya gugup.
Mendengar itu Nalila pun menggeleng
"Tidak tuan seharusnya saya lah yang berterima kasih pada tuan tuan sekalian, karena saya teman anda jadi terluka dan saya berhutang budi pada teman anda ini"
Tidak lama kemudian mereka pun sampai disebuah rumah sederhana dan Kanoko pun langsung dibawa disebuah kamar yang terbilang kecil.
"Maaf tuan saya hanya ada dua kamar dan ini adalah kamar saya dan disebelah itu adalah kamar nenek saya" ucap Nalila
Hajime pun menggeleng
"Tidak apa nona, yang terpenting tuan muda saya bisa diobati terlebih dahulu dan soal tidur saya bisa dimana saja" ucap Hajime sopan.
Mendengar kata tuan muda Nalila pun terkejut
"Jadi dia ini adalah seorang bangsawan yaa, maaf maaf saya menempatkan nya ditempat tidak layak tuan" ucap gadis itu tidak enak .
"Tidak apa nona" ucap Hajime dan saat itu Kanoko pun sadar dan langsung menatap gadis yang ada disampingnya itu.
"Apakah kau terluka" ucap Kanoko khawatir sambil menggenggam tangan Nalila
Merasa ada yang menggenggam tangannya Nalila pun menggenggam balik tangan pria itu
"Saya baik baik saja tuan, dan ini berkat anda"
Tiba tiba seorang perempuan tua menghampiri dan
"Mereka ini siapa Lila, kenapa bisa ada disini" ucapnya terkejut.
Melihat sang nenek terkejut Nalila pun berdiri dan melepaskan genggamannya pada Kanoko
"Nek, kau jangan salah paham, kau tahu aku hampir saja dilecehkan oleh segerombolan preman kalau tidak ada mereka mungkin Lila, sudah..." ucapan gadis itu terhenti saat sang nenek memeluknya
"Maaf maafkan nenek, nenek tidak tahu ka..." ucapan sang nenek terputus saat
"Sudah nek, kau tidak salah kok, yang terpenting aku tidak apa apa" ucap Nalila
Sang nenek pun menatap Kanoko yang terbaring itu dengan pandangan prihatin
Mendengar itu Kanoko pun menggeleng
"Anda berhak melakukan itu, karena kami memang orang yang asing dan kami paham soal itu"
"Sekali.lagi, saya ucapkan terima kasih sudah menolong cucu saya tuan" ucap nenek itu.
Saat itu Nalila pun meminta izin untuk pergi ke dapur
"kalau begitu Lila kebelakang dulu nek" ucap gadis manis itu
Sedangkan sang nenek pun langsung
"kalau begitu saya juga ikut kebelakang, tuan. lebih baik anda juga istirahat lah" ucap perempuan tua itu dan ia pun berlalu pergi.
Sepeninggalan mereka berdua Hajime menghampiri sang kaisar
"Yang mulia anda benar-benar tidak apa apakan" tanya sang pengawal khawatir.
Kanoko pun mencoba untuk menggerakkan tubuhnya dengan perlahan
"A aku tidak apa, paman hanya saja punggung ku terasa kebas" ucap pria tampan itu.
"Aku tidak menyangka akan bertemu dengan Adhura dengan cara seperti ini, dunia manusia memang sangat kejam, kekasih ku hampir saja dalam bahaya" ucapnya tajam.
"Saya pun juga terkejut yang mulia saat yang mulia Adhura dikejar orang orang itu, karena beliau nampak sangat berbeda, tapi syukurlah jika anda bisa mengenali beliau" ucap Hajime
"Hn, aku mengenalnya saat dulu bertemu disebuah perkampungan dan apa kau ingat sebelum aku dinobatkan menjadi raja aku pernah bertemu dengan Adhura, namun saat itu ia tidak mengenali ku lagi kerena dunia- manusia berbeda dengan dunia kegelapan ingatan kita akan tetap ada sedangkan ingatan Adhura kerena dia didunia manusia maka ingatan sebelumnya akan dihapus dan ketika ia dilahirkan kembali" jelas Kanoko
Mendengar penjelasan sang raja Hajime pun paham dan ia pun kagum jika sang raja begitu memahami dunia manusia padahal saat itu dia hanya mengutus dirinya untuk mencari tahu dimana keberadaan permaisuri yang sesungguhnya itu.
Tidak lama terdengar sebuah ketukkan dari luar kamar
Tok tok
Mendengar itu Hajime pun dengan kekuatan sihirnya ia pun menghilang dari dalam kamar sang kaisar
"Tuan ini aku" ucap Nalila
Mendengar suara orang yang ia rindukan Kanoko pun tersenyum
"Hn, masuklah"
Nalila pun masuk kedalam kamar sambil membawa sebuah nampan yang berisi semangkuk bubur dan segelas air putih dan menaruhnya dimeja kecil yang berada disamping tempat tidur.
"Tuan makanlah dulu" ucap Nalila dan saat itu Kanoko pun berusaha untuk bangun dan saat itu gadis itu pun membantunya
__ADS_1
Kanoko terus menatap kearah Nalila seakan tidak ingin mengalihkan pandangannya terhadap gadis itu beda halnya dengan gadis itu
'Kenapa dia terus menatap ku, apa ada yang salah dengan penampilan ku' ucapnya dalam hati.
Sedangkan Kanoko dia pun bersyukur karena Kamisama telah memberinya kesempatan kedua untuk bertemu dengan kekasih hatinya itu, tapi
'Apa dia tidak takut dengan ku, jika dia sampai tahu kalau aku adalah makhluk yang sangat berbahaya untuknya' inner Kanoko khawatir
Sedangkan diluar seorang perempuan paruh baya yaitu nenek dari Nalila sedang berbincang dengan Hajime pengawal sekaligus kepercayaan Kanoko
"Sebenarnya anda dan tuan muda anda itu hendak kemana" tanya sang nenek
Mendengar pertanyaan dari perempuan itu Hajime pun terdiam sejenak namun tidak lama ia pun menjawab pertanyaan dari sang nenek
"Kami sedang berkelana nek"
Mendengar itu sang nenek pun penasaran
"Berkelana, kalau boleh tahu apa yang anda dan tuan anda cari" tanya nenek itu lagi.
"Sebenarnya tuan muda saya sedang mencari seseorang dan saya hanya bertugas menemani dan menjaga beliau tapi saat itu kami bertemu dengan cucu anda yang kebetulan diganggu oleh orang orang yang tidak dikenal, dan saat perkelahian tiba tiba salah satu preman itu menyabet kan senjata tajam kearah tuan saya dan berakhir seperti ini" jelas Hajime.
Menerima itu sang nenek yang dikenal sebagai nenek Choi itu pun menunduk dan kembali meminta maaf dan terima kasih
"Sekali lagi saya berterima kasih anda dan tuan anda telah menolong cucu saya dan saya minta maaf telah mencurigai anda berdua"
Mendengar itu Hajime pun menggeleng
"Anda tidak perlu sampai seperti ini, mungkin ini takdir dari Kamisama mempertemukan kami dengan cucu anda"
Sedangkan didalam kamar Nalila pun mulai menyuapi Kanoko dengan bubur yang telah ia buat dengan Kanoko yang terus menatap kearahnya.
Melihat itu, Nalila pun merasa risih dan
"Mengapa anda terus menatap saya seperti itu" tanyanya pada akhirnya
Mendengar itu Kanoko pun mengalihkan pandangannya dan bergumam "hn" dan membuat gadis itu kebingungan.
"Hm,? apa yang anda katakan" tanya Nalila
Kanoko langsung menatap kearah makanan yang tersaji di sebelahnya
"Apa yang terletak dimeja itu" tanyanya
Nalila "Oh ini, bubur tuan ayo makanlah agar kau bertenaga" ucap gadis itu .
Mendengar kata bubur, ia pun jadi penasaran dan ingin mencobanya
"Bisakah kau menyuapi ku nona" pintanya
Mendengar itu Nalila pun mengangguk dan mulai menyuapi Kanoko dan saat bubur itu sampai didalam mulutnya.
'Enak sekali, baru kali ini aku memakan makanan manusia seenak ini, padahal dunia ku banyak makanan enak dan juga mewah tapi tidak bisa mengalahkan makanan yang dibuat oleh gadis ini' inner Kanoko.
Melihat keterdiaman pria dihadapannya Nalila pun takut dan gugup
'Kenapa dia diam saja, apakah makanan yang aku buat tidak sesuai dengan seleranya, aduh bagaimana ini , jangan jangan buburnya tidak enak" was was
Mendengar suara hati gadis itu untuk kesekian kalinya Kanoko kembali tersenyum
"Makanan ini sangat enak" puji Kanoko
Mendengar itu Nalila pun terkejut
"Benarkah tuan" tanyanya memastikan
"Iya, makanan ini sangat enak, ayo suapi aku lagi makanan itu" pintanya, Nalila dengan lembut menyuapi Kanoko tanpa mereka tahu jika Hajime mendengar percakapan mereka didalam juga ikut tersenyum
"Akhirnya sekian lama anda bisa tersenyum kembali tuan muda" ucapnya pelan.
Tidak lama nenek Choi pun menghampiri Hajime karena ia heran melihat pria muda itu terus tersenyum dibalik pintu kamar sang cucu.
"Kenapa anda tersenyum tuan, apa yang anda dengar"
Mendengar pertanyaan itu Hajime pun tersentak kaget
"Oh, itu saya hanya kagum dengan nona Nalila, tuan saya bisa tersenyum kembali berkat beliau" ucapnya tiba tiba-
Mendengar itu Choi pun heran sedangkan Hajime merutuki ucapanya
'Apa yang kukatakan, astaga jime seharusnya kau kontrol mulutmu itu'
"Apa, kau bilang cucuku membuat tuan muda mu tersenyum kembali, memangnya ada apa dengan tuanmu itu" penasaran.
"Yaah, yang terpenting karena beliau telah membuat tuan ku tersenyum kembali, terima kasih nek" ucap Hajime.
Melihat Hajime yang menunduk Choi pun menunduk
"Nek bolehkah saya bertanya sesuatu atau bisa dibilang meminta sesuatu dari anda"
Mendengar itu Choi pun penasaran sekaligus takut, dengan apa yang diminta oleh Hajime
"Apa yang anda minta dari perempuan tua seperti saya ini tuan" tanyanya was was
bersambung
__ADS_1