
Setelah mengatakan itu Kanoko dan Nalila terus mengawasi cermin ajaib itu
'apa benar jika shira bisa melakukan itu'
Tanpa gadis itu tahu jika Kanoko mendengar semua yang diucapkan Nalila
'aku tahu kau sangat mempercayai shira, tapi bisa saja kan dia terhasut oleh Harana'
Sedangkan di istana salju saat ini harana dan juga Minami palsu sedang minum teh bersama
"yang mulia, ibu mu akan cari tahu kapan istana persik itu lenggang"
Mendengar itu Minami palsu itu terkejut
"apa maksud ibu"
harana menatap sang anak heran
"apa maksud ku, sayang ibu melakukan ini demi dirimu"
Mendengar itu shira pun terus berusaha agar harana mengatakan rencananya
"ah sudah lah, kau tidak perlu memikirkan ini, biar ibu rencanakan dengan matang terlebih dahulu setelah itu ibu akan memberitahu kan mu"
Mendengar itu shira atau Minami palsu itu pun kecewa namun ia berusaha untuk tidak memperlihatkan nya.
Harana yang tahu jika putrinya kecewa pun menggenggam tangannya
"yang mulia, aku tahu anda kecewa tapi ibu tidak bermaksud untuk tidak memberitahukan mu, tapi ibu hanya takut kalau ini akan membuatnya mu jadi kepikiran"
Minami mengerti akan maksud sang ibu
"ibu aku tahu kau tidak ingin aku khawatir tapi bu aku tidak mau harus kalah bersaing dengan selir rendahan itu"
'maafkan aku yang mulia permaisuri, aku terpaksa melakukan ini, semoga anda mau memaafkan kelancanganku ini' innernya bersalah
Dan saat itu Kanoko mendengar apa yang dikatakan oleh shira.
'aku memaafkan mu shira, tapi ingat jangan sampai kau berkhianat, karena kau akan tahu akibatnya'
Shira yang mendengar pun terkejut dan kemudian ia pun membalas
__ADS_1
'saya akan terus berpihak pada anda dan yang mulia permaisuri, apa lagi anda dan yang permaisuri meminjamkan sebuah kekuatan pada saya, tentu saya tidak berani mengkhianati anda dan yang mulia permaisuri'
Kanoko tersenyum 'hn bagus lakukan tugasmu dan kau tenang saja aku dan juga permaisuri akan melindungi mu'
Shira pun sangat sangat berterimakasih atas kebaikan Kanoko dan Nalila tentu saja dia akan melakukan apa saja demi kedua orang itu.
Harana yang melihat putrinya diam termenung pun merasa bersalah
"sayang apa kau marah pada ibu" sambil menggenggam tangan Minami dan membuatnya terkejut
"ibu, ada apa, maaf aku tidak mendengar kan mu"
Harana "kau pasti kecewa pada ibu kan"
Minami menggeleng "tidak bu hanya saja aku merasa bersalah padamu karena ku ibu jadi susah"
Harana menggeleng "sayang apa pun akan ibu lakukan untuk mu dan kau juga harus bisa menggulingkan kerajaan kau tahu kan kakak mu kini sudah menjadi panglima utama dan itu semua berkat diri mu sayang"
Minami pun berjalan "heh tentu saja ibu tapi kenapa kakak tidak menemuiku"
mendengar itu harana tersenyum dan berkata untuk membuat anaknya tenang
Mendengar itu Minami palsu itu tersenyum
"ibu kau tidak perlu melakukan itu pada kakak mungkin saja dia sibuk"
Harana sedikit curiga dengan sikap Minami ia merasa tidak seperti yang biasanya karena yang ia tahu sifat putrinya ini sangat manja.
"yang mulia ibu tidak. menyangka sifatmu bisa berubah, selembut ini"
Mendengar itu ia pun terkejut
'astaga, aku lupa jika Minami ini sifatnya sangat manja dan dia juga sangat keras kepala, bagaimana ini, tidak aku harus tenang pasti ada cara'
"ibu aku tetap Minami yang dahulu, hanya saja" ucapannya terhenti
"hanya saja apa" tanya Harana
"setelah menikah dengan kaisar Kanoko, aku merasa aku menyukainya dengan sungguh sungguh"
mendengar itu harana menatap dengan tatapan menyelidik
__ADS_1
"apa yang kau katakan yang mulia kau tahu kan kita harus menjalankan rencana kita, kau disini untuk membalaskan sakit hati ibu mu ini"
'Apa, membalas dendam ,jadi semua ini seharusnya membalas pada yang mulia kaisar yosaka dan permaisuri ayaka tapi kenapa dia membalaskan dendam pada kaisar Kanoko dan permaisuri Tsuyu, apa jangan jangan'
Harana "kau tahu sayang ibu mau putranya lah yang merasakan rasa sakit yang ibu rasakan, ibu yakin kelemahan kaisar kanoko adalah selir itu, jadi kita akan menghancurkan kaisar kanoko lewat selir itu"
Minami pun menatap sang ibu dengan serius
"lalu apa yang harus ku lakukan agar bisa membuat ibu puas dan bisa membalas sakit hatimu"
Harana pun menatap sang putri "kau seharusnya sudah tahu apa yang harus kau lakukan sayang"
Minami menunduk "maafkan aku ibu karena aku lalai jadi melupakan rencana yang sudah kau dan ayah susun"
Harana menggeleng ia tahu jika anaknya pun sudah berusaha, namun sepertinya dewa tidak berpihak pada mereka.
"sudah lah sayang, masih banyak waktu dan ingat jangan biarkan ada rasa cinta dihatimu"
Sedangkan Kanoko diam namun tidak dengan Nalila
"yang mulia,, ini"sambil menatap khawatir
"kau khawatir"
Nalila mengangguk "tentu saja saya khawatir"
Kanoko "apa yang kau khawatirkan, tahta atau diriku"
Nalila mengerti akan pertanyaan dari Kanoko
"anda bertanya untuk mengujiku, atau anda tidak mempercayai ku"
Kanoko menghampiri Nalila "aku percaya padamu istri ku, aku bertanya karena aku ingin aku tahu kalau aku tidak sendirian lagi"
nalila pun memeluk Kanoko "anda memang tidak sendirian lagi yang mulia saya akan terus berada disamping anda walaupun nanti ada banyak rintangan kita berdua pasti bisa melaluinya"
Mendengar itu Kanoko pun memantapkan hatinya akan terus mempertahankan kerajaan
"kita lihat apa yang akan terjadi nanti"
bersambung
__ADS_1