
Kanoko menoleh dan ia sangat terkejut saat melihat sang istri ada dibelakangnya
"sayang kenapa kau ada di sini" ia pun langsung menghampiri
"yang mulia ada apa, kenapa kau menyerang dia" tanya gadis itu
mendengar itu Kanoko menatap orang yang hendak pukuli tadi
"kau tahu dia adalah mata mata yang mungkin ingin membocorkan rahasia kehamilan mu sayang"
nalila yang mendengar itu menatap orang itu
"tuan apa keuntungan mu dengan membocorkan ini, toh saya akan memberi tahukan ini pada semuanya, jika anda ingin memberitahukan ini pada orang yang menyuruh anda pasti akan terlambat karena orang itu sudah mengetahuinya dari ku langsung"
mendengar itu ia terdiam dan menunduk
"atau jangan jangan ini mata mata dari klan Tachimi haah" ucap Kanoko
orang itu terkejut dan ia pun berusaha untuk melarikan namun Kanoko langsung menariknya dan memberikan nya pukulan keras.
buaakk
bruuk
orang itu terjatuh dan tidak bisa bangkit namun Kanoko
"heh ternyata benar kau adalah mata mata mereka" saat Kanoko hendak memikul nya ternyata Nalila pun berusaha menghentikannya
"yang mulia sudah!!, hentikan" ucap Nalila
Dan itu membuat Kanoko terkejut
"kenapa, apa kau akan membela orang jahat ini
apa kau tidak dengar dia ingin membahayakan anak kita"
Nalila yang tahu akan apa yang dimaksud suaminya menghampiri
"aku tahu yang mulia sangat khawatir, tapi kita tidak boleh gegabah" sambil menatap orang yang kini bersimpuh didepannya
orang itu pun berusaha menghampiri Nalila namun
__ADS_1
"jangan dekati permaisuri ku" saat itu "pengawal!!"
Beberapa orang pun datang dan menunduk hormat "yang mulia, yang mulia permaisuri"
"bawa orang ini ke penjara sekarang"
mendengar itu kuroiki yang ada disamping sang kaisar pun terkejut
Sedangkan orang itu terkejut "yang mulia yang mulia saya mohon jangan kurung saya dipenjara" ucapnya mencoba memohon
namun karena sang kaisar sudah terlanjur marah kepadanya
"apa kau bilang, jangan kurung aku, apa kau lupa kau adalah mata mata Mishugi dan mungkin saja kau sudah dibayar mahal oleh si tua bangka itu"
orang itu menunduk sedangkan Kuroiki
"heh, hanya demi uang kau ingin mengorbankan kebahagiaan orang lain, bagaimana jika ini terjadi pada istri mu haah"
Mendengar itu ia tertunduk dan tidak bisa berkata apa apa"
Kuroiki pun menyuruh anak buahnya membawa nya ke penjara sedangkan Kanoko kini bersama sang istri dan membawa gadis itu ke kamar
"suamiku ada apa kenapa kau sepertinya masih marah"
"istirahat lah sayang" saat itu Kanoko hendak beranjak namun sebuah tangan menghalanginya
"anda mau kemana, apakah anda marah kepada ku yang mulia"
Kanoko menoleh dan tersenyum "tidak istri ku, aku tidak marah padamu"
Nalila tetap menunduk takut karena ia merasa jika suami nya marah kepadanya
"tapi anda tadi seakan marah kepadaku"
Kanoko pun berlutut didepan gadis manis itu
"aku tidak akan bisa marah kepada mu sayang, aku hanya marah kepada orang yang ingin menyakiti mu dan anak kita"
mendengar itu Nalila tersenyum bahagia dan memeluk Kanoko
"anda sudah melindungi ku dan anak kita yang mulia, jadi jangan khawatir selama ada yang mulia dan juga orang orang di sini aku akan merasa aman"
__ADS_1
mendapatkan itu Kanoko terus saja memeluk tubuh sang istri dan tidak tidak rela melepaskan nya
"oh iya suamiku, bukankah aku dengar hari ini kau ada pertemuan dengan para menteri"
Mendengar itu Kanoko kembali berwajah datar
"kenapa kau mengingatkan itu, kau tahu aku sangat malas sekali bertemu dengan mereka"
Nalila pun mengelus lengan suaminya
"yang mulia anda tidak boleh seperti ini anda harus bertemu dengan mereka, bisa jadi ada yang ingin dibahas oleh mereka"
mendengar penuturan dari istri kesayangannya Kanoko pun menatap sejenak
"ayolah suamiku kau adalah pemimpin negeri ini kan jadi kau harus menghadirinya"
Mau tidak mau Kanoko menghadiri pertemuan yang sudah disepakati semalam
"ingat jangan kemana mana, tetaplah berada di sini istirahat kan tubuhmu"
Nalila mengangguk "baiklah suamiku, kau tidak perlu khawatir"
saat itu seorang dayang masuk dan langsung menunduk hormat saat melihat jika Kanoko masih bersama dengan Nalila
"maaf kalau kedatangan hamba mengganggu"
Nalila yang tidak enak pun langsung melepas pelukan Kanoko
"ibu dayang"
Saat itu Kanoko menoleh "kau datang juga, dayang"
Sang dayang mengangguk "jaga permaisuri, aku ada pertemuan"
Dayang itu mengangguk "baik yang mulia saya akan menjaga yang mulia dengan baik"
mendengar perkataan itu Kanoko masih tidak rela namun Nalila mencoba meyakinkan nya
"yang mulia anda tenang saja aku akan baik baik saja"
Kanoko pun akhirnya pergi dengan hati setengah tidak rela
__ADS_1
bersambung