
Kanoko saat ini sedang duduk seorang diri diruangan nya
"semoga kau berhasil menemukan mereka" ucapnya pelan
Tidak lama Kuroiki pun datang sambil menunduk hormat
"yang mulia"
Kanoko pun menatap "kuro, masuklah"
"maaf kalau yang mulia merasa terganggu dengan kedatangan saya"
Kanoko menggeleng "kau datang kesini pasti ada sesuatu yang penting"
Kuroiki "yang mulia saya ingin mengatakan jika mungkin putri Tachimi sudah mulai curiga"
Kanoko "lalu"
"saya takut jika ia akan melakukan sesuatu untuk memberi tahukan ini pada tuan Mishugi"
Mendengar ucapan dari Kuroiki, Kanoko pun diam diam menyeringai
"heh, itu yang aku inginkan"
Mendengar itu Kuroiki terkejut "apa yang anda maksud yang mulia bukankah ini sangat berbahaya bagi yang mulia permaisuri"
Mendengar itu Kanoko menatap Kuroiki "kau tidak perlu khawatir, untuk permaisuri aku sendiri yang akan melindungi nya"
Sedangkan dikediaman sogama saat ini sedang ramai karena acara penyambutan kehamilan Lenting.
"apa kau sudah mengundang yang mulia permaisuri Tsuyu dan yang mulia kaisar kanoko"
Lenting "sudah ibu, mungkin beliau saat ini ada dijalan"
Sedangkan disebuah bangunan sempit seorang gadis dengan pakaian kumal saat ini sedang duduk "sampai kapan aku akan terkurung disini, kenapa yang mulia tidak mencari ku, bahkan para penjaga istana juga tidak digerakkan"
sedangkan di istana nalila sedang membantu Kanoko berpakaian "yang mulia bolehkah saya datang ke tempat Lenting"
Mendengar itu Kanoko menatap sambil tersenyum "tentu sayang, dan aku akan menemanimu kesana"
Mendengar jika Kanoko akan ikut Nalila tersenyum bahagia
"yang mulia akan ikut kesana"
Kanoko mengangguk
Saat itu seseorang datang, sambil menunduk hormat "yang mulia semuanya sudah siap"
Kanoko mengangguk "ayo sayang"
Nalila mengangguk dan mengikuti sang Kaisar sesampainya di depan istana ada sebuah kereta kuda yang sangat indah
Saat Kanoko berhenti berjalan nalila pun ikut berhenti "yang mulia mengapa berhenti, dan kenapa di sini ada kereta kencana"
Nalila menatap kearah Kanoko "yang mulia kereta ini untuk siapa"
"untuk kita, ayo naik" sambil mengulurkan tangan kearah nalila dan saat itu dengan perlahan mereka pun naik ke kereta itu
"ayo jalan"
__ADS_1
Kusir pun melajukan kereta kuda itu
Sedangkan dikediaman Mishugi harana sedang bersiap menuju istana
"kau ingin ke istana" tanya Mishugi
Harana mengangguk "kau tahu, jangan terlalu memanjakan nya dia itu adalah ratu negeri ini pasti ada yang melayani nya"
Mendengar itu harana menatap tajam sang suami "aku adalah ibu dari permaisuri Kyun jadi aku berhak ikut andil dalam menjaga yang mulia"
Mendengar itu Mishugi memutar bola matanya
"terserah kau saja, yang terpenting jangan libatkan aku dalam balas dendam mu itu"
Mendengar itu harana terkejut "apa yang kau katakan suamiku"
mishugi tersenyum sinis "aku tahu semuanya, kau ingin memperalat putrimu sendiri untuk membalas dendam kan pada ibu suri ayaka"
Harana terkejut 'dari mana dia tahu tujuanku, menggunakan putrinya sebagai alat balas dendam ku, tidak!! , aku tidak boleh menghentikan ini'
Melihat keterdiaman istri nya Mishugi pun pergi begitu saja
namun saat ini shira sedang membersihkan istana salju dengan beberapa pelayan, namun pada saat asyik asyiknya membersihkan ia merasakan jika akan ada yang datang
"sepertinya akan ada yang datang" ucapnya tiba tiba chita pun langsung menghampiri Shira
"ayo cepat ubah penampilan mu dan kalian semua juga harus bersiap"
para pelayan mengangguk
"kita semua harus melindungi yang mulia permaisuri Tsuyu sebisa mungkin" ucap Chita
semua pelayan mengangguk
"waah sangat mirip dengan gadis Tachimi itu"
...Penampilan shira saat menjadi Tachimi...
Shira hanya diam, sebenarnya dia tidak ingin disama sama kan dengan wanita licik itu
"sudah selesai kalian menyindir ku"
Mendengar itu mereka tertawa dan liana berkata "sudah sudah lebih baik kita jalan kan drama ini"
sedangkan diluar harana pun sudah sampai dikediaman permaisuri Kyun
"katakan pada yang mulia kalau ibunya datang dan ingin menemuinya"
Mendengar itu dayang senior pun mengangguk
"baik nyonya"
Dan tidak lama shira atau minami palsu itu datang "ibu kau datang" sambil menengok kearah luar
"apa ibu sendirian, kakak dan ayah kemana kenapa mereka jarang datang ke sini" ucapnya sedih
Mendengar itu Harana pun juga sedih "mereka masih sibuk sayang jadi belum ada waktu untuk menengok mu yang mulia"
__ADS_1
"apa ayah dan kakak lupa padaku ibu"
Mendengar itu harana menggeleng "yang mulia jangan berbicara seperti itu ibu yakin mereka juga sangat ingin bertemu dengan anda, namun karena mereka sangat sibuk jadi mereka belum ada waktu, yang mulia mohon jangan salah faham"
Minami terdiam, namun tidak lama "bu aku tidak mau tahu kalau ayah dan kakak ingin meninggalkan kan aku, maka aku juga tidak akan membantu mereka" ucapnya tajam
mendengar itu Harana terkejut "yang mulia apa maksud anda"
Minami menatap tajam kearah sang ibu
'Aku. akan coba pancing orang ini dengan yang itu, jika ekspresi orang ini berubah maka '
"apa maksud mu bu, apa ibu lupa demi menjadikan diriku sebagai permaisuri ibu dan ayah malakukan, pada tuan Fukasa"
Harana pun langsung menghentikan ucapan sang anak "yang mulia mohon kecilkan suara anda"
Dengan bersedekap dada Minami palsu itu pun menatap Harana "kenapa bu apa kau takut, aku memang menginginkan posisi ini tapi, untuk apa jika aku tidak di anggap hiks"
Melihat anaknya menangis harana pun menatap sendu
"maafkan ibu nak"
Sedangkan ditempat lain saat ini Minami yang asli
braakkk
"lihat dia sungguh mengenaskan" ucap seorang gadis berpakaian pelayan.
Sedangkan temannya yang satu "kau benar eh Mei mungkin saja ini adalah karma"
Gadis itu menatap dengan pandangan bingung
"maksud mu dia ini kena karma karena dulu dia itu suka merendahkan orang lain"
sedangkan minami kini sedang memeluk kedua lututnya
"mau apa kalian kemari" tanyanya datar
kedua gadis itu saling pandang dan salah satu menjawab
"heh, kau itu mau mati saja masih bisa sombong rupanya"
"tapi aku ingin lihat sampai dimana dia akan mempertahankan sikap arogan nya ini"
Saat itu gadis yang dipanggil Mei itu memberikan sebuah nampan berisi makanan.
"nih makan, eh seharusnya kau itu berterima kasih pada tuan kami dia tidak membunuh mu, tapi lihat dirimu masih bisa sombong"
minami menatap makanan itu dengan datar
"bawa itu pergi"
mendengar itu mei dan yumia saling pandang
"oh kau tidak mau, baiklah tapi ingat jangan harap ada yang akan datang ke sini lagi untuk memberikan gadis sialan ini makanan, biarkan saja dia kelaparan"
mendengar itu Minami menatap tajam
yumia "kenapa kau menatap ku haah, apa kau ingin memukulku heh, kau itu sekarang lebih rendah dari kami"
__ADS_1
Setelah itu mereka berdua pun pergi
bersambung