
Saat ini Harana berada didalam rumah sambil membanting barang yang ada didalam kamarnya
"sialan kau Ayaka, kau merebut Yosaka dari ku" teriaknya saat itu sang ibu berusaha menenangkan
"nak sudah lah jangan begini, kalau kau seperti kau tidak akan mendapatkan yang mulia putra mahkota"
Harana menatap tajam sang ibu
"ibu tahu wanita rendahan itu sudah menggunakan pesonanya untuk merebut calon suami ku"
Mendengar itu sang ayah pun mendekati
"kau bisakah tenang, seharusnya jika ingin mendapatkan putra mahkota kau gunakan otakmu, jangan perasaan mu"
Harana "aku sudah menggunakan otakku ayah, saat aku melihat putra mahkota berduaan dengan Ayaka aku berusaha merusaknya dengan menyuruh orang untuk menyakiti gadis itu tapi malah yang mulia memeluk dan melindunginya"
"itulah bodoh nya dirimu, tentu saja yang mulia akan melindungi gadis itu, gunakan cara halus dan buat yang mulia menatap mu"
Mendengar itu Harana "jangankan menatap ku waktu itu aku lewat dihadapannya dia seakan tidak merasa jika aku ada"
"Harana kau harus bersikap baik dengan Ayaka itu" mendengar kata baik gadis itu pun menatap tajam sang ayah
"Ayah, aku tidak mungkin bersikap baik pada musuhku dan itu tidak akan pernah" ucapnya pergi namun sebelum itu
"aku akan buat dia tidak bisa melihat dunia ini, lihat saja" dan saat itu seseorang mendengar dibalik pintu kamarnya
"astaga nona Ayaka dalam bahaya, aku harus beri tahu dia, ah tidak beliau tidak percaya tapi mungkin putra mahkota" orang itu pergi
Sedangkan saat ini Yosaka bersama ayah dan Ibunda
"kau sudah menemukan seseorang yang pas dihatimu" tanya sang ibu
__ADS_1
Yosaka mengangguk
"kalau begitu boleh ayah tahu siapa" sang ayah ikut menimpali
"dia seorang gadis sederhana bunda, dia tidak mengunggulkan jabatan ayahnya"
Mendengar kata kata pujian dari sang anak membuat kedua orang tuanya bertanya tanya siapa yang disukai oleh putranya itu
"memangnya siapa, gadis yang membuat putra kesayangan bunda ini begitu memujanya" tanya sang ibu
Yosaka tersenyum "Ayaka"
mendengar nama itu sang kaisar kedua pun bertatapan dengan sang istri dan keduanya tersenyum.
"padahal ayah ingin menjodohkan mu dengan seorang gadis cantik, tapi sepertinya dia sudah menemukan cinta sejatinya"
Mendengar kata dijodohkan Yosaka terkejut dan ia pun berfikir jika orang tuanya akan menjodohkan nya dengan gadis yang ia tidak suka
"terutama dengan putri panglima todoroki"
"memangnya ada apa dengan putrinya sayang, bukankah dia sangat menyukai mu" ucap sang ibu
"Ibu bilang suka, asal ibunda tahu dia hampir melakukan kekerasan pada kekasih ku, tapi saat itu aku melihatnya" mendengar itu
Akira sang ibu suri pun terkejut
"apa yang kau katakan nak, kau dan Ayaka hampir terluka, tapi tapi tidak mungkin Harana pelakunya" ucap sang ibu
"baiklah jika ibu tidak percaya aku tidak akan memaksamu" namun ucapnya terhenti saat
"Yang mulia ada seseorang ingin bertemu dengan putra mahkota"
__ADS_1
Mendengar itu Yosaka pun langsung berdiri
"siapa" tanyanya lagi
orang itu memberikan isyarat dan diangguki oleh Yosaka
"ibunda ayahanda, saya mohon izin kembali ke kamar saya" dan diangguki oleh keduanya
Yosaka pun pergi tinggalah sepasang suami istri
"sepertinya putra kita begitu mencintai putri Ayaka suamiku"
"benar, bahkan saat gadis itu dalam bahaya ternyata putra kita selalu ada untuk gadis itu"
sang suami pun tersenyum sambil memeluk istrinya
🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Dan Yosaka saat ini berada dikediamannya
"kau, ada apa, apakah ada yang terjadi dengan Ayaka" tanyanya langsung
"maaf yang mulia saya sudah mengganggu anda, tapi ini soal nona Ayaka" ucap pelayan itu
Mendengar nama Ayaka, Yosaka pun menatap pelayan itu dengan tajam
"ada apa dengan Ayaka katakan dengan jelaskan!!" perintahnya.
pelayan itu pun menunduk
bersambung
__ADS_1