
Saat ini Minami sedang menikmati hari kebebasannya, gadis itu berada disebuah tempat yang lumayan mewah
"aku tidak menyangka ternyata tempat ini indah sekali" sambil menatap pemandangan indah di jendela
"Heh tidak lama lagi aku akan buat perhitungan dengan mu Kanoko, aku akan balas semua perlakuan mu padaku lihat saja hahahaha" gadis itu tertawa seakan dia akan benar melakukannya
Sedangkan dari kejauhan seorang pemuda menatapnya dengan tatapan yang sulit artikan.
"Kau kira aku akan membantumu Minami heh, percaya diri sekali, kau akan tahu apa arti balas dendam yang sesungguhnya Minami lihat saja nanti" dengan senyum yang penuh tanda tanya.
Tiba tiba ada seseorang menghampirinya
"Maafkan saya tuan" ucapnya sambil menunduk
"Ada apa" Kanoko bertanya tanpa menatap orang itu
"Kenapa anda membawa wanita itu kemari, bukankah anda bahkan klan sogama juga sangat membenci gadis itu"
Kuroiki tersenyum miring saat orang itu mengatakan demikian
"Apa kau kira aku membawa kesini tanpa rencana" sambil melirik sekilas ke orang itu Kuroiki melanjutkan ucapannya
"Aku membawanya kemari karena perintah yang mulia, kau tahu permaisuri yang sesungguhnya akan datang dan yang mulia kaisar tidak ingin istrinya bertemu dengan wanita sombong itu"
Mendengar jika Kanoko akan membawa calon ratu yang sesungguhnya tiba tiba dari arah belakang pun terkejut
"benarkah suami ku, apakah putri Adhura akan kembali, bersama yang mulia kaisar"
Kuroiki pun menoleh dan tersenyum kearah orang itu
"tentu saja lenting, dan kau tahu nona Adhura menjelma sebagai seorang gadis cantik dan dia bernama Nalila"
Mendengar nama itu Lenting tersenyum
__ADS_1
"Nama yang indah" pujinya
Kuroiki "benar namanya sangat indah, dan yang mulia sangat menyukai nama gadis itu"
Lenting tahu kalau suaminya ingin membalas dendam pada klan Tachimi karena perbuatan putrinya yang menghinanya dahulu.
"Suamiku, kau harus berhati hati, jangan sampai perdana menteri itu tahu kalau putrinya berada disini, kalau sampai dia tahu maka nona Nalila yang akan dalam bahaya"
Mendengar itu Kanoko pun juga merasa was was
"kau jangan khawatir istri ku yang mulia pasti bisa menjaga yang mulia nalila dan dia pasti memiliki rencana untuk itu" ucapnya menenangkan
Tidak lama Kuroiki pun memejamkan mata
"Yang mulia, aku ingin berbicara" ucapnya bergema
Dan kebetulan saat ini Kanoko sedang diperjalanan menuju kerajaan dan memang saat ini Kuroiki meminta bantuan orang yang mirip dirinya untuk membawa kereta kuda yang didalamnya kini seorang gadis cantik yang sebentar lagi akan dinobatkan sebagai permaisuri kerajaan kegelapan
"Ada apa kuro" ucap Kanoko dalam batinnya
Saat ini Kuroiki dan Kanoko sedang melakukan pembicaraan dalam hati karena ia tidak mungkin berbicara dihadapan Nalila, ia takut jika kekasihnya ini khawatir.
Mendengar itu Kanoko terdiam sedangkan didalam kereta Nalila khawatir kenapa tuannya diam saja
"Yang mulia, apa yang anda fikirkan, apakah anda lelah"
Mendengar pertanyaan Nalila Kanoko tersenyum lembut
"Aku tidak memikirkan apa apa sayang, apa kau lelah, kalau kau lelah kita akan berhenti"
Nalila menggeleng pelan
"Aku tidak lelah yang mulia" sambil menunduk
__ADS_1
"Tapi saya em saya" Nalila tidak bisa melanjutkan ucapannya
Kanoko yang melihat wajah sedih gadis itu menghentikan laju kudanya dan otomatis kereta kuda juga ikut terhenti
"Ada apa yang mulia, kenapa berhenti" tanya gadis itu bingung
Tiba tiba sebuah tangan terulur kepadanya
"Turunlah" pintanya
Nalila sempat terdiam sambil menatap tangan seputih porselin.
Melihat itu Nalila menerima uluran tangan sang kaisar
"Yang mulia, ada apa kenapa kita berhenti , apakah anda benar benar lelah" wajah gadis itu diliputi kekhawatiran
Kanoko menatap Kuroiki yang kebetulan memimpin perjalanan kerajaan
"kuro kau bawa.ini ke istana" pintanya sambil menatap kearah kereta kerajaan
Kuroiki bingung dan ia pun bertanya
"Lalu anda ke istana dengan yang mulia permaisuri dengan apa jika kereta kuda saya bawa"
"Kau tenang saja aku dan Lila akan menaiki kuda" sambil menatap gadis manis itu ia pun bertanya
"Sayang apakah kau mau ikut bersama ku menaiki kuda"
"Yaa yang mulia, saya mau" jawabnya dengan tatapan yang menunduk.
Setelah itu Kuroiki dan para prajurit pun pergi meninggalkan sepasang kekasih.
Kini Kuroiki pun menyuruh para prajurit untuk keistana
__ADS_1
"kalian bawa istana aku akan pergi ke suatu tempat" setelah mengatakan itu Kuroiki pun menghilang.
bersambung