
masih flashback
Kanoko meninggalkan kediaman persik
bersama para pengawal nya dan kini tinggal lah Nalila bersama para dayang .
Dan saat ini dia pun tersenyum mengingat kejadian saat ia menyuapi suaminya
"aku tidak tahu jika yang mulia bisa semanja itu" ucapnya pelan
. sedangkan salah satu dayang menatapnya heran
"yang mulia pasti saat ini bahagia" ucap salah satu dayang dan itu otomatis membuat Nalila terkejut.
"heh, em ti tidak ko" berusaha menyangkal namun rona dipipi nya itu adalah bukti.
"saya sangat senang yang mulia kaisar bisa kembali tersenyum, anda tahu selama ratusan tahun beliau tidak pernah tersenyum
Mendengar itu Nalila pun mengangguk
"yang mulia kaisar sudah menceritakan nya padaku, dan semua ini gara gara aku"
"yang mulia, anda tidak boleh berkata seperti itu, anda tidak boleh menyalahkan diri anda sendiri, saya yakin ini semua sudah ditakdirkan oleh Kamisama"
Nalila terdiam dan menatap Liana
"kau tahu lia, aku penyebab hilangnya senyuman kaisar"
Liana masih melanjutkan ucapannya
"apa yang anda katakan yang mulia, anda kan tidak melakukan apa pun"
"yang mulia yang terpenting sekarang bukankah anda sudah membuat kaisar tersenyum dan bahagia jadi saya mohon anda tidak boleh mengatakan jika semua ini salah anda yaa" pinta sang dayang.
Nalila mengangguk
flashback end
Lama terdiam nalila jadi teringat akan tujuannya
"Liana, boleh aku bertanya"
"tentu yang mulia, anda tidak perlu meminta izin" ucap gadis itu
Nalila "em begini kau bisa ceritakan gadis yang bernama minami itu"
Liana mengangguk
"begini yang mulia gadis itu dibesarkan dikeluarga bangsawan no 3 dan anda tahu ayah nya adalah seorang perdana menteri kan tapi ternyata tuan Mishugi itu hanya perdana menteri pengganti"
Mendengar penjelasan dari Liana ada yang aneh menurutnya "apa maksudmu dengan pengganti, ada kah yang seperti itu jabatan digantikan, kecuali orang itu sudah meninggal"
Liana "benar yang yang mulia, tapi setahu saya perdana menteri yang sesungguhnya bukanlah tuan Tachimi"
Mendengar itu Nalila terkejut "lalu siapa perdana menteri sesungguhnya"
Tiba tiba dari arah belakang Liana
"tuan Mamura"
Kedua gadis itu menatapnya dengan pandangan terkejut "tuan"
Orang itu menunduk hormat menghadap Nalila
"maafkan hamba telah lancang memasuki kediaman yang mulia permaisuri"
Nalila tersenyum "tidak apa tuan.." belum selesai ucapan Nalila
__ADS_1
"maaf tuan anda tidak diperbolehkan masuk ke kediaman yang mulia permaisuri" ucap salah satu pengawal
"tuan tuan tidak apa beliau ini adalah pengawal pribadi yang mulia kaisar
saat itu dikediaman permaisuri kyun saat ini
"kau bukan putriku" sedangkan Minami palsu itu terkejut
'apa si tua ini langsung tahu, tapi dari mana dia tahu aku bukan putrinya, aku akan mengetesnya' innernya menyeringai.
"Ayah, apa yang kau katakan hiks kau tidak mengenali putrimu sendiri hiks" ucapnya sambil menangis
*kau tahu aku sangat menderita gara gara ibu hiks yang terus saja mendesak ku untuk memiliki anak dan sekarang kau malah berkata jika aku bukan putrimu hiks, ayah kau tahu aku terus berusaha untuk mendapatkan perhatian yang mulia tapi kau tahu hiks yang mulia malah mengangkat seorang selir lalu dia anggap aku apa haah!!" teriak gadis itu.
sang ayah pun terkejut "maafkan ayah sayang" sambil menghampiri putrinya dan saat itu Kanoko yang mendengar pun menyeringai
'heh, juga acting pelayan ini' inner Kanoko
"sudah lah ayah lebih baik kau pergi saja dari sini" usir Minami .
Sang ayah terkejut "yang mulia anda adalah seorang permaisuri tolong jangan seperti ini" ucap Mishugi
"hahaha, apa yang ayah katakan jangan seperti ini ayah bilang aku seorang permaisuri heh itu bagi ayah tapi baginya aku hanyalah sebuah pajangan, ayah tahu yang mulia kaisar lebih menyayangi selir itu dibandingkan aku istrinya" sambil menghampiri sang ayah
"Ayah katakan padaku apakah aku kurang cantik apakah aku kurang menarik hiks" sambil ia menangis bertanya seperti itu
Kanoko melangkah dengan santai masuk ke kediaman permaisuri
"heh, seperti apapun diri mu aku tidak akan melirik mu"
Mendengar itu keduanya terkejut dan langsung menunduk
"y yang mulia," ucap Minami terbata
"yang mulia kaisar" ucap Mishugi sambil memberi hormat
Sedangkan Kanoko tersenyum remeh
Kanoko menatap tajam kearah Mishugi
"temui aku di ruangan kerajaan" setelah mengatakan itu Kanoko menatap Minami (shira) memberikan isyarat dan kedua matanya berkedip
Setelah itu sang kaisar pergi begitu saja
🌺🌺🌺🌺🌺
Nalila merasa ada yang aneh dengan perempuan yang bernama Minami
"pasti ada seseorang yang akan memberitahu ku tentang ini semua"
Saat ini permaisuri Tsuyu sedang berada disebuah balkon yang mana terlihat rakyat berlalu lalang dibawah sana
"nenek aku merindukan mu, apakah kau baik baik saja apakah nona Yukichan merawat mu dengan baik"
Ditempat yang sangat subur berdiri lah sebuah rumah sederhana namun rumah itu hanya ditempati dua orang yaitu nenek Choi dan Yukichan gadis itu kini adalah gadis yang diminta oleh Kanoko untuk menjaga sang nenek.
...Yukichan...
"nak apakah aku bisa bertemu dengan cucuku Nalila" mendengar itu Yukichan tersenyum
"tentu saja nek, tapi kita harus mendapatkan izin dari yang mulia kaisar
Mendengar itu sang nenek agak sedih sedangkan Yukichan pun tidak sampai hati melihat nenek dari permaisurinya ini bersedih.
Saat itu ada sebuah burung merpati putih terbang kearah kerajaan dan saat itu Kanoko sedang berdiri dari arah kejauhan menatap permaisurinya
__ADS_1
perhatiannya teralihkan saat melihat burung itu
ia pun langsung menatap dan burung itu pun bertengger dilengan nya
"hn katakan padanya aku akan membawa nya pergi menemui nya? , pergilah disampaikan pesan ku pada Yukichan dan nenek choi"
Seakan burung itu paham, dengan cepat burung itu pergi .
Tidak lama setelah itu Mishugi datang dan Kanoko yang melihat itu menatap datar dan saat ini mereka berada diruangan raja
"ada urusan apa kau ingin menemui ku perdana menteri"
Mendengar itu Mishugi tersenyum namun matanya menatap penuh kebencian dan Kanoko tahu akan hal itu.
"yang mulia bisakah kita duduk duduk santai terlebih dahulu" ucapnya
"heh!!" Kanoko pun duduk berhadapan dengan ayah mertuanya
"kita tidak perlu berbasa basi lagi perdana menteri kau datang kemari"
Mendengar pertanyaan langsung dari menantunya Mishugi tersenyum
"yang mulia, bisakah anda berlaku adil, anda tidak bisa memberi perhatian pada satu wanita saja dan apa ini yang anda beri perhatian itu adalah sebatas selir bukan permaisuri anda yang sesungguhnya, jadi saya mohon anda harus memperlakukan selir anda sebagaimana
mestinya dan seharusnya anda memperlakukan permaisuri anda juga jangan tergiur akan kecantikannya saja, lagi dia bukan dari keluarga bangsawan kan" ucap Mishugi
Mendengar ucapan yang terkesan menghina istri tersayangnya membuat Kanoko menahan amarahnya dengan mengepal tangannya.
"sudah selesai, apa masih ada lagi" tanya kaisar
mendengar pertanyaan itu Mishugi terkejut dan ia berusaha untuk tidak memperlihatkan ketakutannya.
"apa masih ada lagi yang ingin kau katakan"
Mishugi terkejut dan terdiam saat Kanoko menanyakan nya lagi.
"tahu apa kau tentang siapa selir ku, apakah kau orang yang tahu segalanya, heh, apakah kau menyuruh seseorang untuk memata matai gadis itu"
Mishugi terkejut mendengar perkataan Kanoko yang tepat sasaran.
"kenapa, apakah ucapan ku ini benar, tuan perdana menteri kau itu sangat hebat sekali dalam mencari tahu aku tidak heran kalau kau akan tahu"
"Yang mulia anda, anda salah faham saya tidak pernah memata matai anda" ucapnya membela diri namun Kanoko
'heh, apa kau kira aku ini bodoh, aku tahu jika. saat kabar menyebar kalau aku sedang mengangkat seorang selir pasti saat itu juga kau menyuruh orang untuk mencari tahu tentang gadis itu heh, dasar tua bangka licik kau salah telah menantang ku' inner Kanoko.
"salah faham, apa maksud mu tuan perdana menteri apa kau ingin menuduh mu kalau kau itu memata matai tidak kan, kau lah yang salah faham aku hanya bertanya mungkin saja kau tahu tentang selir ku itu"
Ucapan Kanoko membuat Mishugi bingung dan juga was was
'*Apa yang sebenarnya yang mulia sembunyikan'
'Aku yakin dia memikirkan apa yang kukatakan tadi* ' inner Kanoko
"yang mulia saya mohon untuk kali ini untuk berlaku adil" ucap Mishugi merendah
"heh, kau memohon agar aku berlaku adil" tanya Kanoko sekali lagi
dan diangguki oleh Mishugi
"heh, apa kau bisa cari tahu seorang pelayan yang menghilang 700 th yang lalu"
Mendengar pertanyaan itu Mishugi terkejut bukan main.
"a apa maksud anda yang mulia pe pelayan yang mana" tanya Mishugi terbata
"eh kenapa kau terlihat gugup sekali tuan perdana menteri" Kanoko diam diam menyeringai.
__ADS_1
'sebentar lagi terungkap semuanya'
.