
Saat ini fukasa dalam perjalanan pulang namun dipertengahan jalan ia bertemu dengan
"oh rupanya kau ada disini"
Mendengar itu Fukasa menatap orang itu "kau, kenapa kau menghalangi jalanku"
Mishugi "jangan mentang mentang kau seorang perdana menteri kau bisa seenaknya"
mendengar ucapan yang tidak mengenakan Fukasa merasa ada hal yang tidak baik
"Apa maksudmu Mishugi, aku tidak mengerti"
"kau pasti memiliki rencana untuk menggagalkan pernikahan putra mahkota dengan putri ku kan, padahal anakmu saja belum lahir, tapi kau sudah menyuruh yang mulia untuk menjodohkan nya dengan putra mahkota " tuduhnya
Fukasa tersenyum "apa yang kau katakan Mishugi aku tidak pernah berniat demikian, malah aku mungkin akan meminta yang mulia kaisar untuk mencari gadis terbaik untuk putra mahkota"
Mendengar itu Mishugi tersenyum sinis
"heh tidak mungkin, istri mu itu hamil dan yang mulia ingin menjodohkan pitra mahkota dengan anak itu"
Fukasa terkejut mendengarnya dan ia bertanya tanya dari mana pria ini tahu kalau istrinya telah mengandung
"memang benar istri saya telah mengandung tapi bagaimana bisa saya menggagalkan anda untuk menjodohkan putra mahkota dengan putri anda jika anak saya saja belum lahir dan belum diketahui jenis kelaminnya"
Mishugi yang mendengar ucapan Fukasa tetap tidak percaya dan tetap berkata
"heh, aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan yang jelas jangan biarkan anak mu itu bersanding dengan putra mahkota, kalau kau sampai itu terjadi lihat saja akan kubuat kau dan keluarga mu menderita" ancamnya
Setelah itu ia pun pergi sedangkan fusaka menggeleng 'dari mana dia tahu kalau kazani mengandung apakah ada yang memata mataiku dan yang mulia saat aku bersama yang mulia' innernya curiga.
Tidak lama Fukasa datang dan disambut oleh sang istri
"suamiku kau pulang"
fukasa tersenyum sambil mengelus perut buncit sang istri "apa yang kau fikirkan, sepertinya kau sedang tertekan suami ku"
mendengar itu fukasa menatap sang istri dan membantunya untuk duduk
"yang mulia kaisar yosaka dan raja kedua sudah mengetahui kehamilan mu istri ku"
Mendengar itu kazani terkejut "lalu apa reaksi mereka, apakah mereka tidak senang"
Fukasa menggeleng "mereka sangat senang, apa lagi permaisuri ayaka dia lah yang paling antusias dan mengatakan kalau bayi yang kau kandung adalah perempuan"
Mendengar cerita dari sang suami kazani sangat senang "suamiku bolehkah aku menemui yang mulia permaisuri" kizani meminta izin
"kau itu sedang hamil sayang, tidak boleh perjalanan jauh"
Mendengar penolakan dari sang suami kazani pun menunduk, melihat itu Fukasa tidak tega ia pun akhirnya mengizinkan istrinya
"baiklah aku akan mengizikan mu tapi kau harus pergi menggunakan kereta tandu"
Mendengar itu kazani "benarkah suami ku"
"hm, tapi ingat jangan sampai kau ke capekan"
Tidak lama sebuah tandu pun dan beberapa orang yang siap membawa tandu itu.
"tuan tandu sudah siap"
fukasa "bawa istriku dengan hati hati"
kazani pun menaiki tandu itu dan pergi menuju istana
"aku tidak mungkin mengatakan semuanya pada kazani"
Sedangkan di tempat lain harana memeluk putrinya "sudah jangan menangis ibu dan ayah akan berusaha agar kau dapat bersanding dengan yang mulia Kanoko"
Minami "hiks benarkah ibu, aku akan bersanding dengan Kanoko"
"iya sayang, hanya kau yang pantas menjadi putri mahkota negeri kegelapan"
harana menatap sang anak dan mencoba menyakinkan nya "jadi kau tenang saja nak biar ibu dan ayahmu yang berusaha sedangkan kau duduk tenang dan lihatlah, sebentar lagi putri ibu yang cantik inilah ratu negeri kegelapan"
Mendengar ucapan sang ibu akhirnya Minami bisa tersenyum kembali
'sebentar lagi, aku akan masuk ke istana dan saat pemilihan putri mahkota akulah yang akan bersanding dengan yang mulia'
__ADS_1
Sedangkan ditempat lain kazani sudah sampai didepan gerbang istana dan tandu yang ia naiki pun diturunkan dan tirai terbuka menampilkan seorang wanita cantik dengan perut buncit.
"kalian bisa tunggu di sini sebentar"
Keempat orang itu mengangguk "baik nyonya"
Setelah itu kazani masuk kedalam istana, banyak orang berlalu lalang dan disana ia pun menatap sebuah bangunan yang amat megah
Sedangkan dikediaman salju seorang dayang datang dan menunduk "yang mulia, nyonya kazani berkunjung"
Mendengar itu Ayaka pun senang dan ia pun langsung menghampiri kazani
"kazani kau berkunjung" saat itu kazani hendak memberikan salam dengan cara menunduk namun Ayaka langsung menghentikan "kau tidak perlu melakukan itu kazani, lihatlah dirimu saja saat ini sangat kesulitan, kau tidak perlu melakukan ini" sambil membantu kazani untuk duduk
"Terimakasih yang mulia permaisuri, sudah repot repot membantu hamba"
Mendengar itu Ayaka menggeleng "aku masih ingat kalau pernah membantu ku saat hamil putra mahkota waktu itu"
Mendengar itu kazani tersenyum "anda masih mengingat itu yang mulia"
Ayaka "tentu saja, kau tahu sahabat ku itu kan kamu, tentu saja aku mengingatnya"
"kazani bagaimana kandungan mu, sehat bukan"
Kazani "sehat yang mulia, meskipun kadang menendang nendang, tapi kata tabib itu normal"
Ayaka mengelus perut buncit sahabatnya dan terlihat didalam mata batinnya seorang gadis sedang memetik bunga ditaman yang sangat indah.
dan itu membuatnya tersenyum tanpa sadar namun lain hal kazani dia mengeriyit bingung
'Ada apa dengan yang mulia, kenapa dia tersenyum, apakah ada hal yang membuat yang mulia tersenyum'
. Sedangkan di istana lain yosaka sedang mengadakan pertemuan dengan para menteri
"yang mulia sudah saatnya pencarian pendamping untuk putra mahkota"
Mendengar itu raja kedua menatap Mishugi
"kau benar jendral" raja kedua pun beralih menatap yosaka "kau harus menemukan gadis yang cocok untuk putra mahkota, yang mulia"
"bagaimana kalau kita adakan seleksi untuk para gadis gadis bangsawan"
Mendengar itu raja kedua pun setuju "benar apa yang dikatakan oleh perdana menteri"
Raja kedua "Yosaka apa yang dikatakan oleh tuan Fukasa itu benar"
sang kaisar pun terdiam "ayah aku tahu kau ingin melihat putra mahkota menjadi raja secepatnya tapi untuk soal pendamping kenapa kita tidak bertanya langsung pada putra mahkota"
Semua pun terdiam dan mereka saling pandang
raja kedua "baiklah kau tanya kan saja pada putra mahkota"
Pertemuan pun dihentikan Mishugi pun langsung menunduk hormat kepada raja kedua
"kalau begitu hamba pamit yang mulia"
pada saat fukasa hendak pergi "tunggu fukasa"
yosaka "ayah aku ada perlu dengan fukasa sebentar" dan diangguki sang ayah.
Kini mereka ada disebuah tempat yang begitu sepi "fukasa, apa kau sedang memikirkan sesuatu"
Fukasa menjawab sambil "tidak ada yang mulia"
namun Yosaka tidak mempercayai ucapan sahabatnya itu "aku tahu kau berusaha menutupinya dari ku"
Mendengar itu fusaka tidak enak hati ia pun memberanikan diri mengatakannya
"mohon maaf sebelumnya yang mulia, boleh kah hamba bertanya"
"hn, tanyanya lah"
"apakah yang mulia berniat menjodohkan putra anda dengan anak saya yang belum lahir"
yosaka terkejut "dari mana kau tahu akan hal ini, padahal yang tahu akan hal ini aku dan ayahanda"
Namun tidak lama "apa jangan jangan ada mata mata, kau tahu ini dari mana, siapa yang memberi tahukanmu"
__ADS_1
Fukasa terdiam sejenak "Mishugi yang mengatakan ini padaku"
'sudah ku duga orang itu lagi'
"yang mulia saya mohon lebih baik pilih lah putri bangsawan yang benar benar cocok untuk putra mahkota"
yosaka "kau tahu aku melakukan ini demi putraku"
Fukasa "apa maksud anda, demi putra anda"
Yosaka "kau lupa siapa istri ku dia dari klan sihir terkemuka dan dia bisa melihat apa yang kita belum bisa lihat"
"maaf saya lupa akan hal itu, yang mulia permaisuri memang sangat hebat"
"Mishugi itu memang licik tapi aku yakin pasti ada kelemahan orang itu"
Saat itu dikediaman putra mahkota
"subaki, apa kau merasakan ada sesuatu yang akan terjadi"
Mendengar pertanyaan itu subaki diam tidak mengerti namun "saya tidak tahu yang mulia"
Saat itu Matsumoto sedang mencari sesuatu, gerak geriknya sangat mencurigakan
"di mana ayah menaruh nya sih, kenapa dia sembrono sekali"
Flashback
Tiga hari yang lalu mishugi didatangi oleh kaisar
"Mishugi apa kau tahu tentang pemberitaan penggelapan dana untuk rakyat"
Mendengar itu Mishugi sangat terkejut namun ia berusaha agar yosaka tidak mencurigainya
"saya saja sangat terkejut yang mulia bukankah yang mengurus ini adalah tuan bendahara dan ini juga urusan tuan fukasa"
Mendengar itu Yosaka semakin yakin jika Mishugi ini lah yang melakukannya karena masalah apa pun pasti dia lah yang menuduh sahabatnya itu yang melakukan.
"Mishugi, jangan menuduh tanpa bukti, kau itu seharusnya mencari jejak apakah ada orang kau curigai atau ada petisi yang sangat mencurigakan, tidak asal menuduh orang" ucapnya marah dan saat itulah
"lebih baik kau keluar sekarang" ucap sang kaisar lagi
Dalam keadaan kesal karena dimarahi oleh Kaisar ia pun memanggil sang anak
"Matsumoto!! nak kau dimana" panggil nya
Sang istri yang mendengar itu langsung menghampiri "ada apa suamiku kenapa kau berteriak saat manggil putra kita"
"aku minta bantuan nya istri ku"
Harana "bantuan, memangnya ada apa kenapa kau sangat ketakutan"
Mishugi "istri ku kau tahu aku hampir ketahuan oleh kaisar yosaka"
Harana "ketahuan apa suamiku"
"kau tahu uang untuk rakyat miskin dan juga bantuan pangan itu sudah ku jual tapi aku lupa menaruh buktinya dimana yang ku takutnya ada orang yang menemukan itu bisa gawat"
Saat itu Matsumoto pun muncul "ada apa ayah memanggil ku seperti itu haah!!, aku tidak tuli"
Mishugi dengan wajah panik meminta anaknya untuk mencari bukti penggelapan itu
"tolong lah ayahmu nak, temukan bukti itu, kalau sampai jatuh ke tangan yang mulia kita semua akan mendapatkan hukuman berat apa lagi, adikmu akan masuk kedalam Istana dengan begitu kita bisa membuat adikmu bagian dari istana kita dapat merasakan kekayaan kerajaan"
mendengar itu Matsumoto pun menyeringai
"baiklah ayah aku akan berusaha mencari nya.
flashback end
Dan benar saja yang dicari Matsumoto adalah bukti itu namun sampai sekarang bukti itu belum juga ditemukan.
Sedangkan ditempat lain seorang sedang memegang sebuah buku
"pasti mereka kalang kabut mencari ini" ucap orang itu sambil menatap kertas itu
bersambung
__ADS_1